<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- banner2 --> <ins class="adsbygoogle" style="display:inline-block;width:336px;height:280px" data-ad-client="ca-pub-1387389359449425" data-ad-slot="7021188991" data-override-format="true" data-page-url = "https://www.inisukabumi.blogspot.com"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Baca Juga

Desa Sirnaresmi termasuk dalam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Batas-batas administrasi Desa Sirnaresmi adalah:  Sebelah utara, berbatasan dengan Kabupaten Lebak . Sebelah timur, berbatasan dengan Kecamatan Kelapa Nunggal   Sebelah selatan dan barat, berbatasan dengan Desa Cicadas Kampung Sirnaresmi merupakan salah satu dari tujuh kampung yang ada di Desa Sirnaresmi. Batas-batas Kampung Sirnaresmi adalah :  Sebelah utara, berbatasan dengan Sungai Cibareno  Sebelah selatan, berbatasan dengan Kampung Cibongbong  Sebelah timur, berbatasan dengan Kampung Cikaret  Sebelah barat, berbatasan dengan Desa Cicadas  Suhu udara di wilayah desa berada pada kisaran 21-28°C dengan curah hujan antara 2120-3250 mm/lahun serta kelembaban udara 84%.  Desa Sirnaresmi berada pada ketinggian yang bervariasi antara 300-600 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan bentuk permukaan bumi yang berbukit dan bergunung-gunung serta memiliki kemiringan lereng berkisar antara 25-45%.  Jarak Desa Sirnaresmi dari Kecamatan Cisolok adalah 23 km, seperti yang diungkapkan pada Tabel 2. Sedangkan untuk menuju Desa Sirnaresmi pertama-tama ditempuh dengan bis melalui jalan lintas Bogor-PelabuhanRatu dengan waktu tempuh ± 4 jam. Desa Sirnaresmi memiliki 4 mata air, yaitu mata air Cipanengah, Cisodong, Cidongkap, dan Cisolok. Sedangkan sungainya terdiri dari sungai Cidongkap, Cipanengah, Cisodong, dan Cibareno. Sebagian besar warga Desa Sirnaresmi bekerja sebagai buruh tani di sawah atau di ladang. Di antara mereka ada juga yang mempunyai pekerjaan sampingan seperti pengrajin, penyadap nira, pengukir bedog (golok), dan pandai besi. Barang-barang kerajinan yang dibuat seperti anyarn-anyaman 'tangok' ayakan, bakul, keranjang, pengki (penyerok sampah), koli (tempat buah-buahan), bubu (untuk menangkap ikan), hihid (kipas), kaneron (tas untuk membawa nasi dari bambu), dan tolok (wadah heucak).• Bagi penyadap, nira dibuat gula aren dan gula semut. Sedangkan panday besi biasanya membuat cangkul, golok, parang, dan baliung.  

Sumber: disparbud


Terimakasih kamu sudah membaca artikel , semoga bermanfaat dan salam hangat dari saya. Apabila ada yang ditanyakan silahkan tuliskan di komentar, dan apabila ingin membantu mempublikasikan pesona keindahan di Sukabumi, silahkan share artike-artikel di website ini. Kamu juga diperkenankan untuk memposting ulang selama menyertakan sumber asli dari website ini.

Baca Juga


Informasi dan Pemasangan Iklan :
Email Admin : ruswan@ummi.ac.id
Facebook : Kang Ruswan

Topik Terkait :
Apakah anda suka dengan artikel ini?

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.