<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- banner2 --> <ins class="adsbygoogle" style="display:inline-block;width:336px;height:280px" data-ad-client="ca-pub-1387389359449425" data-ad-slot="7021188991" data-override-format="true" data-page-url = "https://www.inisukabumi.blogspot.com"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Baca Juga

Permainan Empet-empetan
Foto : Disparbud Jabar
Ini Sukabumi - Sob, ada suatu mainan tradisional yang sekarang sudah jarang sekali ditemukan akibat merebaknya mainan-mainan modern, apalagi setelah dibukanya pasar bebas. Mainan tersebut adalah Empet-empetan, tapi banyak juga yang menyebutnya "Ole-olean". 

Empet-empetan
Ole-olean dari jerami
Mainan ini banyak di mainkan saat menjelang panen dan saat panen tiba. Mainan yang terbuat dari bahan daun kelapa ini menghasilkan suara "peet" empet-empetan berarti bersuara "pet-pet", selain itu pada jenis musik tradisional Sunda yaitu terompet bagian belakang yang menjadi sumber suara dinamakan "mpet", tarompet adalah jenis alat tiup pengiring pertunjukan Tari, Penca Silat, Reog, dan iringan seni Beladiri Benjang.  Bahwa asal terompet itu adalah dari permainan empet-empetan, tara berasal dari tala yang artinya taraempet artinya empet yang menjadi jantung suara. Mainan mpet-mepetan atau didaerah Sukabumi disebut ole-olean, dibuat dengan cara melilitkan daun kelapa dari keci
l sampai menjadi lilitan besar dan membentuk seperti terompet untuk mengakhiri lilitan.  Pada bagian akhir lilitan ditusuk dengan lidi sisa daun kelapa tadi agar lilitan tidak lepas. Didaerah pangkal lilitan ditekan agar daun lubangnya menjadi lonjong, kemudian dibuat “ Mpet “ yaitu dua daun kelapa ukuran 1 cm di pasang berhadapan dan dimasukkan kepangkal dari lilitan tadi. Untuk Memainkannya yaitu dengan cara meniupnya. Mainan Empet-empetan mempunyai bentuk dasar segi tiga, dan mempunyai dua sisi. Yang pertama adalah sumber suara dan kedua lubang yang berfungsi sebagai rongga resonator suara sehingga suara menjadi nyaring. Pada ujung lidi yang ditusukan  menjadi sarana pemegang empet-empetan tersebut warna dari empet-empetan mula-mula berwarna hijau tua ( warna daun kelapa ) lama kelamaan menjadi berwarna coklat karena daunnya mengering.
Sumber : Disparbud Jabar


Terimakasih kamu sudah membaca artikel , semoga bermanfaat dan salam hangat dari saya. Apabila ada yang ditanyakan silahkan tuliskan di komentar, dan apabila ingin membantu mempublikasikan pesona keindahan di Sukabumi, silahkan share artike-artikel di website ini. Kamu juga diperkenankan untuk memposting ulang selama menyertakan sumber asli dari website ini.

Baca Juga


Informasi dan Pemasangan Iklan :
Email Admin : ruswan@ummi.ac.id
Facebook : Kang Ruswan

Topik Terkait :
Apakah anda suka dengan artikel ini?

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.