Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan


Inisukabumi.com - Sahabat-sahabatku semua, apakah sahabat bingung mau berlibur kemana dikala waktu liburan datang? Sahabat sekarang tak perlu bingung lagi mencari tempat liburan, karena 12 destinasi wisata di Sukabumi ini akan memberikan nuasan yang begitu mengagumkan.

1. Situ Gunung Sukabumi, Indahnya Danau Diantara Gunung dan Pepohonan


Situ Gunung terletak di kaki Gunung Pangrango, Kecamatan Kadu Dampit lebih kurang 16 Km sebelah Barat laut kota Sukabumi, dengan luas 120 ha dan ketinggian 850 M dpl. Jalan berkelok, diantara pohon Pinus dan Damar mengantar sahabat memasuki area danau Situ Gunung, sambil merasakan sejuknya udara gunung, Sahabat dapat berjalan-jalan mengitari danau, melihat canda ria fauna yang ada seperti lutung, monyet, surili dan satwa lainnya. Untuk sahabat yang hobi memancing, disini sering diadakan perlombaan memancing.

2. Dinginnya Air Itu Terasa di Curug Sawer Sukabumi


Kalau sahabat pernah berkunjung ke Situ Gunung, sahabat  pasti tahu air terjun yang manis satu ini. Ini karena air terjun ini masih berada dalam Kawasan Wisata Situ Gunung – Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP). Untuk menempuhnya sahabat membutuhkan perjuangan dan semangat khusus selain karena medannya yang menantang, jaraknya juga relatif jauh dari wisma yang ada di Situ Gunung.

Disini sahabat akan merasakan suasana sejuknya alam dengan suara gemuruh air tejun, kicawan burung dan cahaya matahari yang menerobos pepohonan akan membuat sahabat mengerti bagaimana rasanya ketenangan alam.

Jika sahabat berminat, silakan catat alamatnya. Curug ini terletak di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Saya sarankan untuk mengunjunginya pada pagi hari tepat ketika sinar mentari menembus lembah-lembah dan bersinar di atas curug ini

3. Mau Berkumpul Bersama Keluarga Ataupun Sahabat, Salabintana Bisa Menjadi Tempatnya


Lokasi yang strategis di kaki Gunung Gede Pangrango sudah tentu menawarkan pemandangan alam yang akan memanjakan anda. Hamparan rumput yang hijau, menjulangnya pepohonan, dan pemandangan langsung ke Gunung Gede Pangrango, dan jangan lewatkan untuk menelusuri keindahan kebun teh yang terdapat di Selabintana.

Dengan jarak sekitar 7 Km dari pusat kota sukabumi, dan dengan luas sekitar 500m persegi menjadikan selabintana tujuan wisata yang cocok untuk anda dan keluarga.

4. Ingin Tahu Indahnya Air Terjun Yang Sebenarnya? Air Terjun Cikaso Jawabannya

Indahnya Air Terun Cikaso via sobatpetualang.com
Air Terjun Cikaso memiliki ketinggian hampir 80 meter, dan lebar tebing 100 meter. Dihiasi bebatuan besar dan pepohonan serta lumut semakin menambah keasrian Air Terjun Cikaso. Di sini sudah tersedia warung-warung makan serta toilet.

Bagi pengunjung yang suka berburu foto tempat ini sangat cocok, karena efek cahaya matahari yang menembus melalui rerimbunnya pepohonan semakin membuat indahnya curug ini. Sebaiknya mengunjungi curug saat musim hujan, karena volume air yang melimpah semakin membuat uniknya Air Terjun Cikaso ini.

5. Menikmati Indahnya Pantai Ketika Surut Itu Ya Di Pantai Ujung Genteng


Untuk menuju Ujung Genteng, Sahabat bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jika Sobat menggunakan kendaraan umum, tujuan pertama adalah terminal Sukabumi dan carilah angkutan kota menuju terminal Lembur Situ. Setelah itu, Sobat bisa menggunakan bus atau elf jurusan Surade.

Sesampainya di Terminal Surade, Sahabat bisa naik angkot warna merah jurusan Ujung Genteng. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, silakan langsung dari sukabumi menuju Ujung Genteng yang ditempuh selama 3-4 jam perjalanan.

Ujung Genteng adalah alam liar yang sungguh mempesona yang dimiliki oleh Indonesia. Sayangnya, ada beberapa tempat di sana yang kurang terawat dan kurangnya fasilitas-fasiltas pendukung. Banyak jalanan yang menuju Pantai Pangumbahan, Pasir Putih, dan Pantai Ombak 7 yang masih belum di aspal. Namun, hal ini mennjukan bahwa pantai-pantai itu masih alami. Ingat, mesin ATM juga tidak ada di sana lho!

6. Menikmati Deburan Ombak Di Pantai Karang Hwau

Menikmati Deburan Ombak Di Pantai Karang Hau
Indahnya pantai Karang Hau via initempawisata.com
Karang hawu begitulah panggilan untuk pantai yang indah ini, bila anda jalan jalan ke Pelabuhan Ratu rasanya ada yang kurang bila tidak berkunjung ke pantai karang hawu, masyarakat setempat beranggapan bahwa lokasi ini dipercaya sebagai lokasi singgasana bagi Lara Kadita, putri Prabu Siliwangi, atau yang lebih populer dengan Nyi Roro Kidul. Persisnya dan singgasananya  terletak di atas bukit karang yang menjorok ke lautan lepas Samudra Hindia.

Bila anda berkunjung kesana anda akan melihat tebing yang menjorok ke laut, dan banyak karang berlubang dibawahnya, sehingga masyarakat setempat memberikan nama pantai karang hawu, pantai yang jernih dan sejuk cocok buat anda yang ingin menghilangkan rasa penat di dada untuk  berdiam diri disana sambil menghirup udara segar.

Pesona alam pantai Karanghawu dengan debur ombaknya saat membentur tebing dan akan merasakan ada tantangan untuk Anda nikmati. Selain itu, Pantai Karanghawu menawarkan panorama alam yang sangat eksotik, dengan udaranya yang sejuk, karang-karang yang memagari pantai, serta hamparan pasirnya yang luas dan lembut. Berbagai aktivitas dapat Anda lakukan di sini, seperti berenang dan memancing yang sering dilakukan setiap pagi dan menjelang sore, serta aktivitas berselancar.

7. Melihat Indahnya Alam Dengan View 360 Derajat Itu Ya Dari Gunung Sunda Sukabumi


Gunung Sunda ini berada tepat di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kec Cisaat Kab. Sukabumi. Hanya berjarak sekitar 3 KM dari alun-alun cisaat, dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya sudah menggunakan aspal. Gunung Sunda ini juga cukup dekat dengan Jalur lingkar selatan Sukabumi via Cibolang, sehingga kalau sobat melewati jalur ini, sobat pasti bisa melihat dengan jelas Gunung Sunda ini dari bawah.

Untuk menuju Gunung Sunda ini, sobat bisa menggunakan sepeda, sepeda motor, ataupun juga mobil. Kalau mau menggunakan jasa transportasi juga bisa, sobat bisa menggunakan jasa tukang ojek, atau juga pake angkot. Hanya saja kalau pake angkot harus carter dulu, soalnya ga ada angkot khusus menuju sana, biaya angkot juga cuman sekitar Rp.7000; per orangnya, sedangkan untuk ojek sekitar Rp.15.000;.

Di Gunung Sunda ini sahabat bisa melihat view ke segala arah tanpa halangan, hamparan sawah dan pedesaan akan bisa sahabat saksikan dari Gunung Sunda ini. Gunung Sunda ini juga berhadapan langsung dengan Gunung Gede, sehingga pemandangan alam di area bawah antara Gunung Sunda dan Gunung Gede bisa terlihat jelas.

8. Di Sukabumi Juga Ada Tempat Untuk Surfing Loh, Yaitu di Pantai Cimaja

Mau belajar surfing? ya di Pantai Cimaja aja. via tempo.co
Pantai Cimaja hanya berjarak beberapa kilometer dari kawasan wisata Pelabuhan Ratu, Sukabumi, sebelah selatan Jawa Barat. Jika bertolak dari Jakarta, perjalanan ke Cimaja membutuhkan waktu sekitar lima jam, dengan jarak tempuh sekitar 120 km. Kendati memakan waktu lama, perjalanan ke Cimaja tidaklah membosankan. Jalur yang berliku dengan pemandangan elok di sisi jalan akan membuat waktu cepat berlalu.

Berbeda dengan pantai-pantai di sekitar Pelabuhan Ratu yang ramai, pantai Cimaja cenderung lebih sepi dan bersih. Mayoritas pengunjung bukanlah para keluarga atau muda-mudi yang hendak rekreasi, melainkan para pegiat olahraga selancar air. Pun demikian, seiring meningkatnya popularitas, kini kian banyak orang-orang yang berdatangan. (readersdigest.com)

9. Panorama Alam Pantai Cibangban Sukabumi

Pantai Cibangban yang bersih via wisataliburanindo.blogspot.com
Ini dia salah satu pantai yang sayang banget kalau sahabat lewatkan. Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tapi juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini 


10. Ingin Merasakan Nuansa Jalan-Jalan Yang Lebih Berbeda dan Menantang? Ke Gua Siluman Buniayu Saja

Yang bikin jantung berdetak lebih cepat itu yan di Gua Buni Ayu. via paketwisataliburan.net
Sebuah goa alami menunggu untuk sahabat telusuri. Sahabat dapat menikmati keindahan alam dan hawa pengunungan yang masih sejuk, dan juga dapat melihat keluarnya air yang sangat jernih dari dalam bebatuan. Jangan lupa untuk masuk dan menikmati bagian dalam goa di mana pemandangan dan bebatuan yang ada tampak sangat indah. Tantanglah juga diri sahabata dengan aktivitas caving merupakan kegiatan utama di goa ini lengkap dengan beberapa tingkat kesulitan. Lokasinya  Desa Kertaangsana, kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi 

11. Sejuta Pesona Dari Geopark Ciletuh

Indahnya Geopark Ciletuh | Foto hasil jepretan kang Dedi Suhendra | @d3d1s
 Di Ciletuh inilah, terdapat kelompok bebatuan berumur paling tua di Pulau Jawa. Keberadaan taman bumi (geopark) menjadikan daerah ini sangat unik dan langka secara geologi.

Selain di tempat ini, masih ada dua tempat serupa di Pulau Jawa. Yakni di Karangsambung, Kebumen yang telah diresmikan sebagai cagar alam geologi serta di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Batuan yang tersingkap di permukaan Ciletuh memperlihatkan pemandangan yang sangat eksotis, baik dari segi komposisi batuannya maupun dari segi alamnya. Ini menjadikan Ciletuh sangat unik dan menarik buat dikunjungi dan dipelajari.

Gugus batuan di sini yaitu batuan bancuh yang berumur pra-tersier atau zaman kapur sekitar 55 juta hingga 65 juta tahun lalu, kandungan fosil, proses, dan bentang alam, serta proses geotektonik yang jarang ditemukan. Semua itu merupakan bukti proses alam khususnya geologi yang dapat diunggulkan dan dibanggakan Provinsi Jabar.

Geopark Ciletuh ini memiliki karakteristik yang khas, unik, sekaligus langka. Kawasan ini memperlihatkan dua penggalan kerak bumi yang berbeda sifatnya karena tersusun dari batuan yang berasal dari lempeng samudera dan lempeng benua. Adapun singkapan batuan atau fenomena lainnya dapat ditemukan di daerah komplek Gunung Beas, Gunung Badak, dan Gunung Citireun.
Informasi lengkap tentang geopark ciletuh, silahkan kunjungi website resminya http://ciletuh.com/

Baik sahabatku, itulah 11 Destinasi Wisata Keren di Sukabumi yang bisa sahabat kunjungi ketika waktu liburan tiba. Bagi sahabat yang ingin tahu lebih lengkap tentang wisata apa saja yang ada di sukabumi, silahkan pilih menu wisata di blog ini dan silahkan nikmati informasi yang telah saya sediakan.

Hastag Terkait:
#Wisata #Alam #Gunung #Pantai #Sukabumi

Wisata Alam Sukabumi

Inisukabumi.com - Alam memang memang menjadi salah satu tujuan berwisata, karena di alam terbuka yang hijau kita bisa mendapatkan sebuah ketenangan jiwa sekaligus memanjakan mata. Melihat alam akan menjadi lebih indah kalau dari ketinggian, sehingga pegununganlah yang bisa kita kunjungi untuk mendapatkan keindahan tersebut.

Di Sukabumi sendiri terdapat beberapa wisata pegunungan yang patut ana kunjungi, berikut adalah wisata pegunungan tersebut.

1. Bukit Sabak Sukabumi

Bukit Sabak Sukabumi
Pesona keindahan Bukit Sabak Sukabumi via Twitter @ilovesukabumi
Bukit Sabak adalah salah satu bukit di Sukabumi yang menawarkan pemandangan yang menawan dengan puncak bukit ditumbuhi pohon pinus yang rimbun. Bukit ini tergolong bukit pendek dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl.

Bukit Sabak terletak di daerah Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perjalanan menuju bukit sabak bisa kita tempuh dua jam dengan berjalan kaki, walau jalan menuju bukit terbilang  terjal dan menanjak, tetapi semua itu akan terbayar dengan keindahan yang sangat luar biasa saat kita mencapai puncak bukit. Selama perjalanan, sobat akan disuguhi pemandangan alam yang hijau dan udara yang sejuk. Tak hanya itu saja, sobat juga akan bertemu dengan penduduk sekitar yang mencari kayu bakar dan membawa hasil panen getah pinus.

Di Bukit Sabak Sukabumi ini kita bisa bekemah dengan aman, hamparan cahaya Kota Sukabumi di malam hari akan memberikan nuansa tersendiri yang membuat kita terkagum-kagum akan keindahannya. Untuk berkemah di Bukit Sabak ini jangan lupa sobat membawa perlengkapan yang cukup, karena di tempat ini agak jauh dari perumahan warga.

2. Gunung Sunda Sukabumi

Memandang Gunung Gede dari Gunung Sunda
Gunung Sunda ini berada tepat di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kec Cisaat Kab. Sukabumi. Hanya berjarak sekitar 3 KM dari alun-alun cisaat, dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya sudah menggunakan aspal. Gunung Sunda ini juga cukup dekat dengan Jalur lingkar selatan Sukabumi via Cibolang, sehingga kalau sobat melewati jalur ini, sobat pasti bisa melihat dengan jelas Gunung Sunda ini dari bawah.

Untuk menuju Gunung Sunda ini, sobat bisa menggunakan sepeda, sepeda motor, ataupun juga mobil. Kalau mau menggunakan jasa transportasi juga bisa, sobat bisa menggunakan jasa tukang ojek, atau juga pake angkot. Hanya saja kalau pake angkot harus carter dulu, soalnya ga ada angkot khusus menuju sana, biaya angkot juga cuman sekitar Rp.7000; per orangnya, sedangkan untuk ojek sekitar Rp.15.000;.

Di Gunung Sunda ini sahabat bisa melihat view ke segala arah tanpa halangan, hamparan sawah dan pedesaan akan bisa sahabat saksikan dari Gunung Sunda ini. Gunung Sunda ini juga berhadapan langsung dengan Gunung Gede, sehingga pemandangan alam di area bawah antara Gunung Sunda dan Gunung Gede bisa terlihat jelas.

3. Puncak Darma Sukabumi

Hamparan pemandangan yang begitu eksotis bisa kita lihat dari Puncak Darma Sukabumi via travel.detik.com
Puncak Darma adalah bukit berketinggian 230 mdpl yang terletak di Desa Girimukti, Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Dari ketinggian bukit ini, sahabat bisa melihat Pelabuhan Ratu di kejauhan. Pantai Palangpang dengan Batu Belah berada tepat 230 meter di bawah. Saking indahnya pemandangan yang bisa kita lihat dari sini, jadi susah diungkapkan dengan kata-kata.

4. Taman Nasional Gede Pangrango


Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kalinya diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Keadaan alamnya yang khas dan unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. (dephut.go.id)

Keadaan alamnya yang khas dan unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. Kawasan ini memiliki dua puncak yakni Gunung Gede 2.958 mdpl dan Gunung Pangrango 3.019 mdpl. Kedua puncak ini dihubungkan sebuah pelana lembah dinamai Kandang Badak 2.393 mdpl. 

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau, rawa, dan savana. Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium).

Satwa primata yang terancam punah dan terdapat di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yaitu owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), dan lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus); dan satwa langka lainnya seperti macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning (Martes flavigula).

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae).


Hastag Terkait:
#Wisata #Alam #Gunung

Bukit Boson Sukabumi

Foto bersama dengan view hamparan sawah dan pegunungan itu indah
Inisukabumi.com - Sahabat-sahabatku semua, di tulisan kali ini saya mau berbagi pengalaman sewaktu mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata bulan kemarin (September 2015) di daera Desa Karangjaya Kecamatan Gegerbitung Kabuaten Sukabumi. Kegiatan KKN ini berlangsung mulai tangal 13 Agustus sampai tanggal 21 September 2015, sehingga waktu yang dipakai untuk kegiatan KKN ini yaitu selama empat puluh haari.

Disana saya dan teman-teman melakukan berbagai macam kegiatan, baik yang bersifat formal ataupun juga yang tidak formal. Salah satu kegiatan yang tidak formalnya adalah ketika hari minggu, karena di hari itu adalah hari libur kami dari rutinitas kegiatan KKN. Hari minggu ini kami gunakan untuk refreshing sekaligus mengekspolari potensi pariwisata yang ada di sekitar lokasi KKN kami.
Kang Ruswan, Ruswandi, Ruswan
Hamparan padang ilalang di Bukit Boson
Salah satu lokasi yang kami kunjungi adalah Bukit Boson, entah apa asal usul dinamakannya bukit boson ini, yang jelas bukit ini menyajikan pemandangan yang sangat indah untuk memanjakan mata. Bukit Boson ini terletak di kampung Bojongsari RT 05 RW 02 Desa Karangjaya Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi. Dengan menempuh rute sekitar 5 menit dengan menggunakan sepeda motor, lalu berjalan naik keatas bukitnya sekitar 10 menit, maka sahabat semua sudah bisa menyaksikan indahnya daera Gegerbitung dati ketinggian.
Welcome at Boson Hiil
Bagi sahabat-sahabat yang berada di daerah Sukabumi khususnya di daerah Gegerbitung, tidak ada salahnya untuk mencoba naik ke Bukit Boson ini, selain bisa untuk memanjakan mata, sahabat-sahabat juga bisa meramaikan khasanah permedia sosialan juga. Hehe

Baik sob, itu sedikit informasi yang bisa saya share ke sahabat-sahabat semua tentang salah satu Bukit yang ada di Sukabumi, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.


Inisukabumi.com - Sahabatku, Sukabumi memang sering disebut dengan daerah 1001 Air Terjun, hal ini saya anggap sangat wajar sekali, karena kondisi alam Sukabumi memang tidak rata, sehingga disetiap sungai yang melewati tempat dengan ketingggian berbeda pasti akan menghasilkan air teerjun. 

Setelah sebelumnya saya telah menulisk artikel denga kata kunci Air Terjun di Sukabui ataupun Curug di Sukabumi yang keduanya menempati urutan pertama di pencarian google (Silahkan di cek), dipagi hari ini saya coba cari-cari informasi tentang ait terjun apa saja yang ada di area Ciletuh Geopark, dan saya mendapatkannya langsung dari website resmi Ciletuh Geopark, ciletuh.com dengan judul 9 Air terjun paling eksotis di Ciletuh Geopark.

Tanpa ada niat ingin melakukan plagiat, tetapi saya hanya ingin ikut mempublikasikan kekayaan wisata alam di Sukabumi kepada pengguna internet di seluruh dunia, saya coba menulis kembali artikel tentang Air Terjun di Area Ciletuh Geopark ini dengan bahasa yang akan saya rangkai sendiri. Meski bahasanya saya rangkai sendiri, tetapi sumber-sumber tulisannya beberapa saya ambil dari blog-blog ataupun website-website di internet yang akan saya sertakan sumbernya.

Daftar Air Terjun di Ciletuh Geopark

Inilah Inilah 9 Air Terjun Terindah di Ciletuh Geopark yang sewaktu-waktu bisa anda kunjungi.

1. Curug Awang

Curug Awang, Niagara Mini dari Ciletuh Geopark via Irwind wind, Coletuh.com
Dilansir dari website Ciletuh.com, Curug Awang ini terletak di kawasan Taman Bumi Ciletuh (Ciletuh Geopark) desa Taman Jaya kecamatan Ciemas kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dengan memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan lebar sekitar 60 meter membuat air terjun yang satu ini menjadi terlihat begitu menarik, dan kalau boleh diibaratkan, air terjun ini seperti air terjun Niagara versi mininya.

Curug Awang
Berpetualang ke Curug Awang via Atikah Hazarah, www.nmax.com

2. Curug Sodong

Eksotisme Curug Sodong via Dian Sundari, garudasocialmiles.com
Curug Sodong atau Air Terjung Sodong memiliki nama lain Curug Cikanteh atau Curug Kembar atau Curug Penganten terletak di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Untuk aksesnya sudah lumayan baik dengan jalan beraspal dan pemandangan sawah yang membuat segar mata. Dinamakan Curug Sodong karena dibagian dalam air terjun terdapat cekungan seperti goa, nah cekungan seperti goa tersebut kalau di kalangan orang sunda disebutnya "Sodong". Lalu untuk nama-nama panggilan lain curug ini semua juga didasarkan pada bentuk air terjun ini sendiri.

Curug Sodong
Indahnya Curug Sodong via Kang Dedi Suhendra, dedisuhendra.com - @d3d1s

3. Curug Cimarinjung

Densu dan David di Curug Cimarinjung via MTMA
Curug Cimarinjung terletak di Desa Ciwaru, Sukabumi, Jawa Barat. Air terjun yang dikelilingi tumbuhan hijau dan banyak batu besar ini membuat kita seperti sedang di zaman purba. Untuk mencapai lokasi Curug Cimarinjung bisa menggunakan kendaraan dengan akses jalan yang sedikit rusak. Perjalanan akan dilanjutkan menyusuri saluran irigasi persawahan hingga kita berpapasan dengan batu besar yang seolah menghalangi jalan kita.
Eksotisme Curug Cimarinjung via Dian Sundarigarudasocialmiles.com

Itu baru saya masukan tiga air terjun, jadi masih ada siswa enam air terjun lagi yang belum saya masukan. Sebelum saya memasukan lagi keenam air terjun tersebut, saya mau berangkat kuliah dulu, jadi yang sabar ya nunggunya (hehe).

Sebuah puisi tentang Lembah Kasih, Lembah Mandalawangi 

Soe Hok Gie (duduk di altar) bersama teman-temannya Puncak Gunung Pangrango. (sumber: google.com)

Mandalawangi-Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966
Soe Hok Gie


Yang perlu anda ketahui juga :
Hastag Terkait:


Alun-Alun Mandalawangi

Mandalawangi Gunung Pangrango, Salah Satu Tempat Favorit Soe Hok Gie
Alun-alun Mandalawangi via jarikurakura.deviantart.com
Inisukabumi.com - Sob, sewaktu saya berkunjung ke website detik travel, ada satu artikel yang membuat saya sedikit kaget. Artikel yang berjudul "Napak Tilas Soe Hok Gie ke Gunung Pangrango" membuat saya langsung terfokus untuk membacanya, dan setelah itu saya langsung mengumpulkan data tetang Soe Hok Gie ke Gunung Pangrango dari berbagai sumber, dan berikut adalah hasilnya.

Berbicara tentang Soe Hok Gie bukan saja mengenai Sejarah, pemikiran dan sikapnya melalui tulisan, dalam mimbar diskusi, rapat senat mahasiswa sampai berdiri di barisan terdepan dalam demonstrasi menentang rezim Soekarno.. Disisi lain ia adalah seorang sosok yang naturalis, seorang yang haus akan tantangan. Kecintaannya akan mendaki gunung tergambarkan pada sosok dirinya. Ia tergolong aktivis yang unik, yang lebih memilih mendaki gunung dari pada berpolitik praktis, menyendiri ke puncak gunung agar bisa keluar dari begitu banyak penderitan dan kegelisahan pribadinya. Bagi Soe Hok Gie, gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang. Ia juga mengatakan: “Hanya di puncak gunung aku merasa bersih.” Tapi lebih dari itu, kecintaannya pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah Airnya. -Mochammad Insan Kamil

Dalam masanya dulu jaman mahasiswa, suasana politik yang berkecamuk di Universitas Indonesia dengan berbagai intrik politik gerakan mahasiswa yang sangat membosankan, Soe Hok Gie mencetuskan untuk membentuk kelompok pecinta alam yang bernama Mapala (dulu bernama Mapala Sastra Prajnaparamitha yang pada perkembangannya berubah menjadi Mapala UI) sebagai salah satu cara untuk mengenal Indonesia. Soe Hok Gie sangat cinta dengan Lembah Mandalawangi dan sering mengunjunginya saat masih hidup. Kadang sendiri dan kadang bersama teman-temannya. Seperti yang tertulis dalam puisinya “aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi“, jelas dia nyatakan kecintaannya pada Pangrango. -Wahyu Adityo Prodjo

Lembah kasih ini yang begitu menyejukkan jiwa. Keasrian belum begitu berubah, alas lembahnya yang landai masih ditumbuhi rerumputan hijau yang lembut. Diatas alas rumput masih subur ditumbuhi beribu - ribu pohon edelweis yang tingginya rata - rata satu meter, terdapat sumber mata air jernih yang mengalir. Jarak yang ditempuh menuju Lembah Mandalawangi dari puncak Pangrango tidak terlalu lama, sekitar lima belas menit untuk menuju kesana.
Dan, Mandalawangi - Pangrango adalah tempat yang membuat Soe Hok Gie mencintainya. Sehingga tercipta sebuah puisi untuk Mandalawangi - Pangrango. Alun - alun Mandalawangi di gunung Pangrango adalah tempat favoritnya. -www.belantaraindonesia.org



Curug Pareang
Inilah Keindahan Curug Pareang

Ini Sukabumi - Keindahan Curug Pareang yang berada di Dusun. Sindang Resmi Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi ini tak di ragukan lagi. pesona air terjun ini dapat memikat siapapun yang datang kesana. Suasana yang sejuk dan segar akan memanjakan mata anda serta membuat anda ingin berlama-lama disana. Namun di sayangkan bahwa akses untuk ke curug pareang ini sangat minim karena jalan yang rusak parah dan juga kurangnya perhatian dari pemerintah daerah sehingga terlihat sangat tidak terawat. Tidak adanya tempat untuk membuang sampah membuat para pengunjung dengan bebas membuang sampah sembarangan sehingga menjadi berserakan dan kotor.

Namun ketika anda sampai di curug ini semua akan terbayar karena Curug pareang ini sangat indah dan ketika debit air tidak terlalu tinggi, anda bisa menaiki bebatuan yang ada di curug tersebut. Tapi sangat tidak di sarankan untuk menaiki curug ini jika debit air sedang tinggi karena bebatuan yang licin dan arus yang cukup deras. Untuk mencapai curug ini, kita menempuh perjalanan kurang lebih 1 setengah jam dari kota Sukabumi menggunakan sepeda motor. Dan ini di bawah ini beberapa foto yang saya ambil ketika di curug pareang :





Baik sahabatku, itulah sedikit artikel tentang Curug Pareang Sukabumi yang juga merupakan artikel pertama di blog ini, semoga bisa bermanfaat.
Terus jangan lupa untuk sering-sering berkunjung ke blog ini ya, karena akan banyak informasi baru yang di muat di blog ini. Nantikan juga ya artikel-artikelku selanjutnya. Hehe

Selain itu, bagi sahabat semua yang suka menulis dan juga suka jalan-jalan, yuk kirimkan saja artikel dan foto-fotonya kesini, insya Allah pasti di muat ko. :)


#Wista #Air Terjun #Kabupaten Sukabumi

Gunung Sunda Sukabumi

Ini Sukabumi - Setelah sebelumnya saya menuliskan tentang gambaran umum Gunung Sunda, di postingan ini saya kembali coba berbagi informasi tentang Gunung Sunda dalam bentuk vidio. Vidio ini saya ambil dan saya susun sendiri, jadi mohon maaf kalau kualitasnya kurang bagus. :)

Berikut ini videonya:







Itu sob sedikit vidio tentang Gunung Sunda, semoga bisa bermanfaat.. #Salam :)


Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda Sukabumi

Ini Sukabumi - Sob, Udah sebulan lebih saya tidak menulis artiel ataupun perjalanan di blog ini, soalnya beberapa watu lalu (02-02-2015) saya fokus dulu buat ngikutin Ujian Akhir Semester, karena saya sekarang baru selesai menjalani perkuliahan di semester lima, dan melanjutkan kembali ke semester enam. Untuk itu saya memohon keikhlasan do'anya dari sobat semua supaya saya bisa segera mendapakan apa yang saya cita-citakan selama ini. Aamiinn... :)
Oke sob, di kesempatan kali ini saya mau berbagi informasi tentang salah satu bukit / gunung yang pemandangannya itu indah bangeettt deehhh. Tempat itu adalah Gunung Sunda Sukabumi.
Sebenarnya, belum banyak orang yang tahu tentang keindahan alam yang bisa dilihat dari sini, soalnya gunung ini kalau dilihat dari bawah, terlihat biasa-biasa aja. Tetapi kalau sudah sampai diatas, hamparan pemandangan yang begitu indahnya siap memanjakan mata sobat semua.
Gunung Sunda Sukabumi

Lokasi Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda ini berada tepat di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kec Cisaat Kab. Sukabumi. Hanya berjarak sekitar 3 KM dari alun-alun cisaat, dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya sudah menggunakan aspal. Gunung Sunda ini juga cukup dekat dengan Jalur lingkar selatan Sukabumi via Cibolang, sehingga kalau sobat melewati jalur ini, sobat pasti bisa melihat dengan jelas Gunung Sunda ini dari bawah.


Cerita dan Legenda Seputar Gunung Sunda

Didalam petisi yang dituliskan oleh Febi Nugraha Sifa Cahyana yang berjudul Jangan Biarkan Gunung Sunda Sukabumi " Hanya Cerita ", Gunung Sunda ini mengandung banyak legenda dan cerita yang tersebar dari mulut ke mulut dari warga sekitar, diantaranya adalah:
  • Gunung Sunda merupkn salah 1 tempat yg pernah disinggahi oleh Prabu Siliwangi, dan ini semua dapat dibuktikan dengan jalan yg menuju Gunung Sunda yaitu di beri nama JL. Siliwangi (Cibatu-Babakan-Cipancur-Ciroyom). Dan arah menuju Kadudampit itu diberi nama Surya Kencana.
  • Tepat di puncak Gunung Sunda begitu banyak cerita yg mengatakan bahwa dipuncak Gn sunda itu terbagi menjadi dua kawasan, yakni kawasan pertama itu di duduki oleh JIN (timur) dan kawasan kedua (barat) oleh Kerjaan Padjajaran. (Itu cerita mitos yang berkembang dari nenek moyang turun temurun hingga saat ini).
  • Terdapat banyak macam-macam batu dengan bentuk dan keanehan yg ber beda-beda, dari mulai Batu Lulumpang (bentuknya seperti lulumpang berikut dengan halu nya), Batu Buruy (bentuknya seperti buruy) yang anehnya pada batu tersebut ada lubang dan diisi air yg sampe kpnpun air tsb tdk prnh habis, batu bilik, batu kasur, dll.

Alat Transportasi Menuju Gunung Sunda Sukabumi

Untuk menuju Gunung Sunda ini, sobat bisa menggunakan sepeda, sepeda motor, ataupun juga mobil. Kalau mau menggunakan jasa transportasi juga bisa, sobat bisa menggunakan jasa tukang ojek, atau juga pake angkot. Hanya saja kalau pake angkot harus carter dulu, soalnya ga ada angkot khusus menuju sana, biaya angkot juga cuman Rp.5000; per orangnya, sedangkan untuk ojek sekitar Rp.10.000;.
Untuk menjaga kebersihan dan mengembangkan Gunung Sunda ini, diperlukak kepedulian sosial dan juga keuangan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kan kita membagi sedikit uang kita untuk ikut memelihara dan mengembangkan spot indah ini. Untuk tiketnya sendiri sebenarnya belum ditetapkan berapa-berapanya, tetapi secara globalnya bisa sekitar Rp.5000; per orang.
Gunung Sunda Sukabumi
Pembelian mesin pangkas rumput dan pembuatan tempat istiraha (saung)
yang salah satu sumber keuangannya berasal dari pembayaran tiket masuk
Sob, ini baru sedikit keindahan dari Gunung Sunda, selanjutnya silahkan sobat lanjut membaca artikel --> Inilah Yang Bisa Kita Nikmati Dari Gunung Sunda Sukabumi
Tapi artikel itu masih dalam antrian, jadi tetap kunjungi terus blog ini yaa.. :)
LDK AL-UMM TRIP TO GUNUNG SUNDA
Sebenarnya, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Gunung Sunda ini bukan siang hari, tetapi yang tepat itu adalah brangkat sore hari, karena bisa melihan matahari terbenam (sore), berkemah sambil melihat gemerlapnya cahaya malam di daerah Cisaat dan sekitarnya (malam), dan juga melihat indahnya matahari terbit diantara pegunungan (pagi).




Yang perlu anda ketahui juga :
Hastag Terkait:
#Wisata #Alam #Gunung


Diberdayakan oleh Blogger.