Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Video Indahnya Sukabumi

Video Indahnya Sukabumi

Inisukabumi.com - Sahabatku, di artikel kali ini saya akan membagikan kembali sebuah karya kang Rahman Save™ Ini adalah video Kota dan Kabupaten Sukabumi yang di jadikan tempat rekreasi dan jalan jalan sore dan juga jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. salah satu yang lagi trending di Sukabumi adalah Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Masjid Jalur ( biar pun bukan masjid agung kota sukabumi ) masjid ini menjadi daya tarik karena berada strategis di jalur lingkar selatan.

Selanjutnya adalah video tentang PH ( Pondok Halimun ), Cisaat Sukabumi ( bayak tempat-tempat rekreasi ), Kampung Adat Ciptagelar ( tempat terlindungnya budaya asli orang sunda ,tempat penumbukan padi atau yang biasa disebut "lisung" ) dan Transportasi Kereta Api ( Siliwangi dan Pangrango) Bogor - Sukabumi dan Sukabumi - Cianjur - Bandung. Yang merupakan salah satu alternatif untuk menghindari kemacetan.

Jangan lewatkan berlibur ke Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi karena beribu tempat rekreasi bisa sahabat-sahabat kunjungi. Selain beberapa kali mendapat penghargaan kota terbersih, di Sukabumi juga orangnya ramah-ramah. Yang pasti, I LOVE U SUKABUMI..!

Courtesy Video Youtub : SUKABUMI AEROMODELING
Category : Music
License : Standard YouTube License

"Sejukan Hati di Sukabumi", Sebuah Video Karya Rahman Save™

Miniatur Leuit Di Tengah Kota Sukabumi

Leuit Ada Di Tengah Kota Sukabumi, Leuit Ada Di Lapang Merdeka Sukabumi
Miniatur Leuit Ada Di Tengah Kota Sukabumi
Inisukabumi.com - Sahabatku, bagai mana kabarnya nih? Smoga senantiasa berada dalam keadaan sehat ya. Cukup lama rasanya saya tidak berbagi informasi di blog ini, bukannya tidak mau berbagi atau gimana, namun rutinitas saya akhir-akhir ini cukup padat, karena saya diminta sekaligus diberikan kepercayaan untuk bekerja di Kampus UMMI sebagai Website Develover. Aktifitas kuliah yang masih berjalan dikarenakan saya masih harus menempuh semester enam dan semester tujuh membuat jadwal kerja saya ditambah untuk menggantikan waktu kerja yang dipakai untuk kuliah, sehingga terkadang saya harus pulang selepas magrib. Hal ini yang menyebabkan saya kurang piknik dan jadinya aga jarang berbagi informasi di blog ini.
Miniatur Leuit Ada Di Tengah Kota Sukabumi
Miniatur Leuit Ada Di Tengah Kota Sukabumi
Di kesempatan kali ini saya mau sedikit berbagi informasi tentang salah satu upaya dari Pemerintah Kota Sukabumi untuk mengenalkan dan melestarikan budaya yang telah ada sejak dulu, yaitu pembangunan Miniatur Leuit yang berlokasi di tengah Kota Sukabumi

Sebelumnya apaakah sahabat-sahabat tahu apa itu leuit? Leuit adalah tempat menyimpan padi. Berupa bangunan tersendiri; biasanya panggung, atau ruang khusus. Padi yang disimpan di leuit dialokasikan untuk cadangan jangka lama. Setidaknya sebagai cadangan hingga musim panen berikutnya. Leuit bukan tempat menyimpan beras. Yang ini mah disebut pabeasan. Ukuran pabeasan biasanya jauh lebih kecil dan berfungsi untuk menyimpan beras bagi keperluan harian.

Di Kabupoaten Sukabumi masih terdapat beberapa desa adat yang masih menggunakan leuit ini sebagai tempat penyimpanan padi mereka, diantaranya adalah masyarakat yang tinggal di Kasepuhan Ciptagelar Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok dan juga di Desa Sirnarasa, Cikakak, Sukabumi.
Leuit di Desa Sirnarasa, Cikakak, Sukabumi via id.wikipedia.org
Untuk mengenalkan tempat penyimpanan beras unik ini kepada warga di perkotaan, Pemerinta Kota Sukabumi membuat miniatur leuit di tengah kota, tepatnya disamping Lapang Merdeka Sukabumi.

Baik sob, itu sedikit informasi yang bisa saya sampaikan tentang Miniatur Leuit Ada Di Tengah Kota Sukabumi, semoga bisa memeri sedikit manfaat dan informasi buat sahabat semua.




Inisukabumi.com - Dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan Peringatan Ke 101 Tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2015, Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi, bekerja sana dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pada hari Senin sore, 30 Maret 2015, menyelenggarakan helaran atau karnaval seni budaya se Jawa Barat dan kecamatan se Kota Sukabumi tahun 2015, dengan mengambil tema, Kita Junjung Budaya dan Kearifan Lokal, Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pawai karnaval seni budaya ini dimulai dari Lapang Merdeka Sukabumi dan berakhir di Balaikota Sukabumi. Kegiatan tersebut diikuti oleh belasan regu perwakilan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Berbagai macam kesenian dan budaya ditampilkan dala helaran seni budaya ini, mulai dari pakaian adat, kereta hias, kereta kencana, busana unik, debus, lutung kasarung, bola leungeun seuneu (boles), barongsai, leuweung seni, hayam pelung, dan berbagai macam penampilan yang lainnya,

Pesona Batik Sukabumi

Peragaan busana oleh Mojang Jajaka Sukabumi


Ini Sukabumi - Sob, tanggal 22 Oktober 2014 lalu, Sukabumi digemparkan oleh adanya acara Pesona Batik Sukabumi yang diselegarakan di lantai dasar Supermall. "Acara ini mengusung tema We Love Batik Sukabumi sebagai bentuk pengenalan Batik Sukabumi kepada masyarakat Sukabumi" tutur Irvid Siregar selaku EO dalam acara ini sewaktu diwawancarai oleh sahabat2 saya dari Suara Mahasiswa. Irvid pula menuturkan bahwa acara ini dimeriahkan oleh perlombaan peragaan busana batik khas Sukabumi seperti batik kenari, batik lokatmala, batik melati, dan batik sukabumi, acara ini diikuti oleh designer-designer asli Sukabumi".

Pengunjung semakin kagum karena ada salah satu batik yang dibuat oleh kaum difabel (orang berkekurangan) yaitu busana dari lokatmala. "Busana ini lebih bertemakan remaja" tutur desainer Lokatmala. Sehingga tak aneh jika batik Lokatmala menjuarai perlombaan ini, disusul di peringkat ke dua batik Sukabumi, di peringkat ketiga batik kenari dan untuk batik melati memperoleh juara harapan I. 

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Pak Wali Kota Sukabumi ditemani Kang Andri sedang melihat kain
yang digunakan untuk membatik

Acara ini juga dihadiri oleh bapak Walikota dan bapak Wakil Walikota Sukabumi.

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Tampilan dari Batik Sukabumi

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Wajan dan Canting yang digunakan untuk membatik

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Inilah dia display Batik Sukabumi

Oke sob, itu dulu yang bisa saya share kali ini, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
Bagi sobat semua yang ingin tahu tentang kejadian terbaru yang ada di Sukabumi, silahkan like halaman yang dikelola oleh teman-teman saya ini --> Suara Mahasiswa

Hastag terkait :
#Kegiatan #Budaya #Unik #Kota Sukabumi


Penjual Iket Sunda, Mencari Rizki Sambil Melestarikan Budaya
Si Abah dengan sejejer iket sunda jualannya
Ini Sukabumi - Sob, gimana nih kabarnya?? Semoga lagi pada sehat ya..
Kali ini saya coba kembali menulis tetang sesuatu yang ada di Sukabumi, yaitu Penjual Iket Sunda.
Iket Sunda memang suatu identitas dan juga budaya yang dari dulu sudah diperkenalkan oleh para leluluhur. Tetapi sekarang ini, tidak terlalu banyak orang yang masih mau mengenakannya.

Berbagai kebijakan pun telah diberlakukan oleh para pemerintah, seperti di Bandung ada yang disebut "Rebo Nyunda" yang dibesut oleh Kang Ridwan Kamil.
Di Sukabumi sendiri sebenarnya sudah ada rencana "Jum'at Nyunda", tetapi sampai saya menulis artikel ini kebijakan tersebut belum diberlakukan.

Si Abah dengan Baju Harimaunya
Untuk menggalakan kembali budaya sunda ini, tentunya membutuhkan keterlibatan dari banyak pihak, dan yang sampai sekarang tetap konsisten memperjuangkan budaya sunda ini diantaranya adalah para penjual pernak pernik budaya Sunda.
Seperti yang dilakukan oleh Si Abah, ya begitulah kakek yang merupakan asli orang Bandung ini dipanggil. Setiap hari, dia selalu menjajakan jualannya di pinggir jalan dekat Kampus UMMI, sudah bertahun-tahun dia berjualan Iket Sunda.
Berawal dari kecintaannya kepada budaya Sunda, dan sulitnya mencari penghasilan, Si Abah akhirnya berprofesi sebagai penjual Iket Sunda. Ya, selain mencari rizki, Si Abah pun turut berperan besar dalam pengembangan budaya sunda ini.

Oke sob, itu dulu yang bisa saya share kali ini, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
Mari kita kembangkan budaya kita ini, jangan sampai budaya yang asli milik kita ini malah dicaplok oleh orang lain.

Tetap semangat dan teruslah berkarya sesuai dengan selera masing-masing.!!

Hastag Terkait:
#Budaya #Kota Sukabumi

Kita Mulai Dari Iket Kepala Dulu

Iket Sunda Asli

Ini Sukabumi - Sob, sebelumnya saya minta maaf kalau pembahasan di blog ini tidak menggunakan bahasa sunda, karena khusus ketentuan di blog ini harus menggunakan bahasa Indonesia.

Fashion memang sesuatu yang terus berkembang dengan sangat pesat. Berbagai macam busana baru terus bermunculan setiap harinya, dan hal ini tentunya diikuti oleh orang-orang disekitar kita, bahkan kita sendiri pun hanyut didalamnya.

Tapi dibalik itu semua, ada sesuatu yang mulai ditinggalkan, dan sesuatu tersebut adalah Pakaian Adat.
Di Sukabumi sendiri, khususnya di daerah yang mulai ramai dengan arus globalisasi, sudah agak jarang melihat orang yang memakai pakaian adat sunda. Entah mereka tidak tahu, gengsi, atau kenapalah, yang pasti sudah jarang.

Saya juga sebenarnya agak ngiri plus kagung dengan pemerintahan yang mengharuskan pegawai-pegawainya mengenakan pakaian adat dihari-hari terten. Contohnya saja Jakarta dan juga Bandung, kedua kota besar ini mulai menerapkan aturan khusus untuk para PNS agar mengenakan pakaian adat seminggu sekali sesuai yang ditetapkan masing-masing.

Menyikapi hal tersebut, saya selaku orang yang lahir ditanah sunda tentunya mempunyai keinginan untuk mengangkat dan melestarikan budaya sunda. Dan beberapa waktu lalu saya telah memutuskan untuk mulai menggunakan sebagian identitas dari budaya sunda tersebut, yaitu menggunakan Iket Kepala.

Saya sendri awalnya ragu untuk mengenakan iket kepala ini, alesannya sih takut dianggap aneh lah atau apa lah. Tapi ternyata, setelah saya menggunakan iket kepala ini, respect teman ataupun yang lainnya itu, baik.

Untuk itu, saya mengajak sahabat semua baik yang tua ataupun yang muda, khusus laki-laki yang merupakan orang sunda, mari kita lestaraikan budaya leluhur kita ini, dan bisa dimulai dengan mengenakan iket kepala/iket sunda.

Bagi sobat yang mau sharing tentang Iket Sunda, silahkan bergabung dengan grup facebook --> KOMUNITAS IKET SUNDA (KIS).
Dan khusus yang ada di Sukabumi, silahkan bergabung dengan grup facebook --> KIS Area Sukabumi.

Itu dulu sob yang bisa saya tulis kali ini, semoga apa yang saya tulis ini ada manfaatnya.

#Budaya #Unik #Komunitas

Bermain  Meriam Lodong

Bermain  Meriam Lodong
Foto : Anak kecil yang sedang memperlihatkan Meriam Lodongnya
yang terbuat dari peralon
Ini Sukabumi - Sob, Alhamdulilah kita masih diberi kesempatan untuk beribadah di bulan penuh berkah ini, semoga saja amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Aamiinn..

Nah dibulan ramadhan ini, ada suatu istilah yang tak pernah jauh dari telinga ini, dan istilah trsebut adalah "Ngabuburit". 
Ya, ngabuburit merupakan suatu istilah yang kita pakai untuk menunggu waktu buka puasa di sore hari, dan banyak hal yang biasanya dilakukan ketika ngabuburit ini, salah satunya dengan "Bermain Meriam Lodong".

Meriam Lodong ini asalnya dibuat dari bambu dan amunisinya adalah karbit, tetapi dengan seiringnya perkembangan jaman, sekarang meriam ini banyak dibuat dari peralon/pipa dengan amunisi berupa spirtus.
Tentunya dengan dirubahnya komponen dan amunisinya membuat meriam ini semakin aman digunakan, tapi tidak mengurangi kerasnya suara yang dihasilkan.

Bermain Meriam Lodong ini memang seru banget sob, memang sih idealnya permainan ini untuk anak-anak, tapi di Kabupaten Sukabumi sendiri, para orang tua pun ternyata ikut bermain mainan ini, ya pastinya untuk ngabuburit, hehe.

Kalau untuk tahun-tahun kebelakang, puncak permainan Mriam Lodong ini adalah ketika malam takbiran, karena kalau sudah bulan syawal, permainan ini terasa kurang seru lagi, haha

Oke sob, itu dulu yang bisa saya share kali ini. Tapi saya punya sedikit pesan, kalau sobat juga mau atau suka bermain Meriam Lodong ini, jangan lupa untuk mengutamakan keselamatan dan juga kenyamanan bagi tetangga-tetangga sekitar, jangan sampai kita asyik-asyik bermain Meriam ini, tapi tetangga kita malah merasa terganggu, hehe
Semoga amal ibadah dibulan puasa ini bisa diterima oleh Allah SWT. Aamiinn.. :)

#Budaya #Ramadhan #Unik #Kabupaten #Sukabumi


Bahasa Sani/Widal
Gambar: Contoh penggunaan bahasa widal
Ini Sukabumi - Sob, bahasa merupakan suatu hal yang paling penting ketika berkomunikasi, karena kalau kita tidak faham dengan bahasa yang orang lain gunakan, sulit bagi kita untuk bisa berkomunikasi dengannya.

Tetapi, ada beberapa bahasa yang hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja, tujuannya supaya keamanan informasi mereka bisa aman dari pihak-pihak lain, dan bahasa tersebut biasa disebut bahasa sandi.
Ngomong-ngomong bahasa sandi, Sukabumi juga punya bahasa sandi tersendiri loh, namanya Bahasa Sani/Widal.

Awalnya sih sewaktu saya dikampus ada beberapa teman saya yang ngobrol  diselipi kata-kata asing bagi saya, kata-kata tersebut seperti "Nyigun-nyigun", "Ngalono","Ngikuy", dan lain sebagainya.
Tanpa ragu, saya pun langsung bertanya kepada mereka tentang arti dari kata-kata asing tersebut, ternyata nyigun-nyigun itu artinya isuk-isuk (bahasa sunda yang artinya pagi-pagi), ngalono artinya ngaroko (ngeroko), dan ngikuy artinya nginum (minum).

Nah, kata-kata asing tersebut itu merupakan bahasa Sani atau Widal.
Bahasa ini merupakan ragam bahasa sunda non standar yang sering digunakan di Sukabumi Jawa Barat, tepatnya di daerah Tipar, karena Widal sendiri artinya Tipar.
Terus, di Sukabumi sendiri ternyata bahasa ini sudah dianggap bahasa gaul loh, wkwkwwk

Bahasa sani atau widal ini bisa di sebut juga bahasa prokem atau bahasa slang dialek sunda, dimana perubahan pelafalan bentuk huruf pada konsonan. Misalnya, huruf G menjadi S, J menjadi C, dan ‘ng’ menjadi ‘ny’ dll. 

Supaya lebih faham, silahkan sobat perhatikan rumus-rumusnya dibawah ini:

Untuk pelafalan huruf vokal (hidup)  tetap, tidak terjadi perubahan :
  •  A => A,  I = >I,  U => U,  E => E,  O => O
Untuk pelafalan huruf Konsonan terjadi perubahan:
  • B => H
  • C => J/Z
  • D => P/F/V
  • F => D
  • G => S
  • H => B
  • J => C
  • K => N
  • L => R
  • M => Y
  • N => K/Q/X
  • P => D
  • Q => N
  • R => L
  • S => G
  • T => W
  • V => D
  • W => T
  • X => N
  • Y => M
  • Z => C
Oke sob, mungkin itu dulu aja yang bisa saya share kali ini, semoga artikel ini bisa bermanfaat.
Kalau sobat suka dengan artikel ini, silahkan saja di share ya, baik di media sosial ataupun di blog masing-masing, dan kalau mau di share di blog masing-masing, tolong pasang link aktif ke blog ini ya sebagai sumbernya,  hehe

#Sukabumi #Unik #Budaya #Bahasa #Asli

Kesenian Asli Dari Kabupaten Sukabumi

Kesenian  Dari Kabupaten Sukabumi
Keseniann Dogdog Lojor

Di Kabupaten Sukabumi terdapat 8 jenis model kesenian tradisional yang tersebar di 7 kecamatan, diantaranya adalah:

  1. Seni Parebut Se’eng
  2. Jipeng,
  3. Dog-dog Lojor
  4. Topeng,
  5. Gondang Buhun
  6. Gekbreng
  7. Putri Kadita
  8. Pakujajar

Selain itu terdapat 101 organisasi kesenian yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

*Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi

CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN SUKABUMI


No
Nama Cagar Budaya
Alamat/ Letak
Jenis Cagar Budaya
1
Goa Gunung Sungging
DS. Waluran,Kec.Waluran
Goa Alam
2
Batu Puter
Ds. Gunungbatu
Kec. Ciracap
Batu Karang Bentuk Mahkota
3
Makam Kramat Rd. Puspadinata
Ds. Gunungsugging
Kec. Surade
Kujang,Pedang,Keris,Trisula,Golok,Makam Tua
4
Bangunan Tua
Ds. Ciracap, Kec. Ciracap
Benteng Pertahanan Tentara Jepang
5
Makam keramatRd. Wirasantri/Eyang santridalem
Ds. Sukamukti
Kec. Waluran
Keris Singabarang,Saung Kuluntung,Batu Wulung,Perkakas Kuningan,Tulisan Kuno, Makam Tua.
6
Makam keramat Rd. Wirakanti Kusumah (Embah Kopral)
Ds. Kedaleman
Kec. Surade
Golok Embah Kopral, Goong Kecil, Makam Tua
7
Situs Ciawi tali
Ds. Simarasa
Menhir
8
Situs Megalit Gunung Rompang
Ds. Kertajaya
Kec. Simpenan
Batu Kursi, Menhir, Batu Telapak Tangan
9
Makam Keramat Embah Goong
Ds. Parakansalak
Kec. Parakansalak
Makam Tua, Menhir
10
Situs Sumur Tujuh Gunung Bentang
Ds. Gn. Bentang Kec.Cicurug
6 buah lubang berbentuk bulat, 4 buah lubang berbentuk segi empat,2 buah goa
11
Megalit Batu Gedongan
Ds. Cipurut
 Kec. Cireunghas
Makam Tua, Menhir
12
Situs Garuda Mupuk
Ds. Cisaat, Kec. Cicurug
Menhir, Batu Bergores,Batu Kursi, Dolmen
13
Goa Cipucung
Ds. Waluran Kec. Waluran
Goa Batu Alam
14
Goa Gelam
Ds. Cikarang, Kec. Cidolog
Goa Alam
15
Curug Caweni
Ds. Cidolog, Kec. Cidolog
Air Terjun, Patung Batu
16
Situs Tugu Gede Cengkuk
Ds.Margalaksana Kec.Cikakak
Batu Gores,Batu Dakon
17
Punden Berundak Pangguyangan
Desa Sirnarasa,
 Kec. Cikakak
Punden Berundak, Menhir
18
Situs Ciarca
Desa Margalaksana
 Kec. Cikakak
Menhir,Dolmen,Batu Lojang,Patung Batu
19
Situs Salak Datar
Desa Cimaja, Kec. Cikakak
Menhir,Dolmen, Batu dakon
20
Batu Lumpang
Desa Karangpapak
Kec. Cisolok
Lumpang Batu ,Menhir,Dolmen, Batu Umpang
21
Batu Kujang I Dan II
Desa Cisaat, Kec. Cicurug
Menhir, Batu Kolam,Dolmen
22
Batu Bergores
Desa Kutajaya, Kec. Cicurug
Menhir, Dolmen
23
Tugu Sukaraja
Desa Pasir Halang
Kec. Sukaraja
Batu Tugu Menhir
24
Makam Kramat Gn. Sunda
Desa Cimaja, Kec. Cikakak
Makam Tua:1. Wali Sakti Kudratullah2. Punden Berundak3. Embah Tadjimalela4. Embah Djaga Raksa
5. Embah Dalem Raksayuda
25
Makam Kramat Gunung Gobong
Desa Cijurey
Kec. Gegerbitung
Makam Tua Tempat Peristirahatan Syekh Maulana Yusuf
26
Megalitik Embah Doong
Desa Parakansalak
Kec.  Parakansalak
Menhir, Makam Tua
27
Curug Sawer
Desa Cipamingkis
Kec. Cidolog
Air Terjun, Tempat Bersejarah
28
Makam Keramat Syech Spmadullah
Desa Sirnaresmi
Kec. Gunung Guruh
Makam Tua, Menhir, Batu Telapak Tangan
29
Situs Kujang Cicurug
Desa Tenjo ayu
Kec. Cicurug
-
30
Situs Megalitik Pra Sejarah
Desa Kertajaya, Kec.Cicurug
-
31
Goa Kutamaneh
Kec. Gunung Guruh
-

Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi

Sumber : Dinas Pariwisata dan Budaya Propinsi Jawa Barat

Angguk Rengkong
Foto: Disparbud Jabar
Angguk Rengkong yaitu alat pemikul padi yang di pergunakan pada pertunjukan Rengkong. Angguk Rengkong terbuat dari Awi Guluntungan (Bambu Gelondongan), terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda.   

Ketika Angguk Rengkong di pergunakan untuk memikul padi sambil berjalan atau bergerak akan mengeluarkan bunyi yang di sebabkan oleh gesekan antara pemikul (Angguk Rengkong) dengan tali pengikat padinya (Salang). Tali pengikat padi ini pun terbuat dari bambu yaitu Awi Tali.   

Dua gantungan pada satu pikulan akan menyebabkan perpaduan bunyi. Apa bila pikulannya Iebih dari satu maka gesekan Angguk Rengkong dengan Salang (tali pengikat padi) pun akan menimbulkan berbagai bunyi serta iramanya akan menyebabkan paduan bunyi berirama yang cukup enak untuk di dengar walau pun tidak ada nada atau pun lagu yang tersajikan. Apa lagi bila ada lebih dari satu pikulan, mereka berjalan secara bersama­sama.   

Perkembangan seni Helaran Rengkong tidak akan terlepas dari Angguk Rengkongnya sendiri. Karena itu di daerah yang warganya bertani, sebagian warganya ada yang menyisihkan lahan tanahnya untuk menanam bambu sebagai bahan pembuat Angguk Rengkong, seperti di daerah pesawahan, terutama di Kampung Adat Ciptarasa (dahulu Sirnaresmi) di kabupaten Sukabumi Selatan. Juga di daerah Priangan seperti di Banjaran dan Ciwidey            kabupaten Bandung. Rengkong selalu di sertakan pada Upacara Seren Taun atau Pesta Rakyat Iainnya yang ada kaitannya dengan Talari.   

Angguk Rengkong pada Seni Helaran, papa pemikulnya akan berada paling depan. Di ikuti oleh rombongan Angklung dan Dogdog serta pemikul peralatan mengolah sawah., seperti Cangkul, Garu, Waluku dan barisan petani yang kadang­kadang    berjingrak mengikuti alunan Angklung yang di sertai irama  dan bunyi Angguk Rengkong.   

Angguk Rengkong itu di beri hiasan dengan potongan bambu sebesar jari tangan yang panjangnya sekitar 50 cm, di pasang di kedua ujungnya menunjuk ke atas serta pada setiap ujung atasnya di beri hiasan Bunga asli atau Bunga dari kertas berwarna atau dari kain berwarna. Bila para pemain Rengkong berjalan atau menggerakkan pikulannya maka batang-batang bambu itu akan bergoyang serta bunga-bunganya pun ikut bergoyang menambah menariknya pemandangan. Namun kini Ranggeuyan (tangkai) pada Angguk Rengkong sudah jarang di dapat sehingga Rengkongnya di jadikan sebagai barang Iangka.

Nara Sumber : Achmad Juniarto, Wikipedia
Penulis : Nunik Sumasni, Tangguh Sutjaksono, Ardiatmiko

Museum Palagan Bojongkokosan
Foto : Kaskus.co.id
Museum Palagan Bojongkokosan, terletak di Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi yang dikenal dengan nama Palagan Bojongkokosan. Tepatnya di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi.

Museum Palagan Bojongkokosan dibangun sebagai tanda penghargaan bagi para pahlawan yang gugur pada Peristiwa Bojongkokosan yang terjadi pada tanggal 9 Desember 1945, yaitu pertempuran antara para pejuang Sukabumi melawan tentara Inggris dan Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA).

Di dalam museum tersebut terdapat 4 (empat) buah vitrin, baling-baling dan kaca jendela pesawat serta foto nama-nama pahlawan yang gugur dalam Peristiwa Bojongkokosan. Ada juga tujuh buah maket yang menggambarkan tentang peristiwa di Bojongkokosan, mulai dari penyusunan kekuatan para pejuang sampai pemakaman Jenazah para pahlawan.

Pertempuran Bojongkokosan memang kalah terkenal jika di bandingkan dengan peristiwa tanggal 10 Nopember di Surabaya namun bagi masyarakat sekitar kejadian, lebih nyata karena masih ada beberapa saksi hidup yang mengalami langsung peristiwa tersebut yang tidak jemu-jemu menceritakan kembali kisah kepahlawanan tersebut kepada para generasi muda.

Sungguh membanggakan terutama bagi masyarakat Sukabumi khususnya, karena ternyata Sukabumi memiliki pejuang-pejuang yang tak kalah dengan daerah lainnya di Nusantara. Sayangnya peristiwa tersebut yang merupakan perang besar belum tercatat dalam sejarah nasional bangsa Indonesia. terbukti di buku-buku pelajaran para siswa, tidak ada yang secara spesifik menceritakan peristiwa Bojongkokosan.

Pembelajaran hidup yang perlu kita teladani dan dijadikan momentum untuk tetap memelihara jiwa dan semangat kepahlawanan pejuang-pejuang bangsa di daerah yang tak kalah heroik dengan semangat kedaerahannya.
Memang, banyak hal yang bisa dipelajari dari generasi pejuang di negeri tercinta Indonesia, antara lain semangat berjuang, keikhlasan, keteguhan hati, semangat pantang menyerah, keberanian, tidak mengejar imbalan dan seterusnya.

Kita generasi muda banyak berhutang kepada generasi pejuang. Generasi yang tidak membutuhkan pamrih, penghormatan dan fasilitas Negara. Karena berjuang memang butuh kesabaran dan pengorbanan baik harta maupun jiwa raga.

Sebuah tonggak sejarah perjuangan di tanah Cibadak, dimana puluhan pejuang dan ratusan rakyat yang dengan gagah berani memperjuangkan bangsa dan negara Indonesia dengan mempertaruhkan jiwa serta raganya. MERDEKA!!!



Upacara Labuh Saji
Foto : Disparbud Jabar
Ini Sukabumi - Sob, sudah seharusnya kita mempeertahankan dan melestarikan budaya di negeri kita ini, karena kalau tidak dilestarikan, lambat laun pasti akan menghilang.
Di Sukabumi sendiri banyak budaya-budaya dan juga tradisi-tradisi yang patut dilestarikan, dan juga bisa dijadikan untuk menarik wisatawan, diantaranya adalah Upacara Adat Labuh Saji.

Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan. 
Mayangsagara mulai melakukan upacara labuh saji sebagai tradisi tahunan sejak abad ke-15 untuk memberikan bingkisan kepada Nyi Roro Kidul yang waktu itu dipercaya sebagai penguasa laut selatan. 
Mayangsagara melakukan upacara itu agar rakyatnya mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan.   Mitos yang berkembang menyatakan, Nyi Putri Mayangsagara merupakan putri Raden Kumbang Bagus Setra dan Ratu Puun Purnamasari yang berkuasa di Kerajaan Dadap Malang (kini masuk wilayah Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi). 

Bagus Setra adalah keturunan Kerajaan Pakuan (Bogor) yang meninggalkan kerajaan dan memilih berdiam di Dadap Malang karena konflik internal.   Dalam syukuran nelayan, sepasang ayah dan putrinya yang digambarkan sebagai Mayangsagara dan Bagus Setra diarak dari Pendapa Kabupaten Sukabumi ke dermaga Palabuhanratu. 
Mayangsagara dan Bagus Setra yang naik delman menjadi pusat perhatian ribuan pengunjung dalam setiap kali perayaan syukuran nelayan.    

Berlokasi di Kelurahan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi, dilaksanakan setiap tanggal 6 April (Hari Nelayan). Labuh (melabuh/menjatuhkan ) sesajen ke laut dengan harapan agar hasil tangkapan berlimpah setiap tahun dan memelihara hubungan baik  dengan Nyi Roro Kidul.    

Dahulu sesajen yang digunakan berupa kepala kerbau/kambing, namun sekarang diganti dengan menaburkan benih ikan, benur (bibit udang), dan tukik (anak penyu) ke tengah teluk Pelabuhanratu.   
Tukik dan sidad adalah wujud kesuburan laut. Untuk itulah, nelayan menebarnya ke laut dengan harapan laut Palabuhanratu tetap subur dan memberikan banyak ikan bagi setiap nelayan yang turun ke laut.

Eyang Dalem Suryadiningrat
Foto: Disparbud Jabar
Ini Sukabumi - Sob, selain wisata alam da wisata budaya, di Sukabumi juga ada tempat wisata religi, salah satunya Makam Eyang Dalem Suryadiningrat.

Makam Eyang Dalem Suryadiningrat terletak di Kampung Caringin, Desa Cikundul, Kecamatan Lembur Situ. Makam Eyang Dalem Suryadiningrat terletak di tengah kompleks makam umum seluas sekitar 620 m2. Letaknya yang berada di tepi utara jalan besar, Jalan Merdeka, menjadikan kompleks makam ini sangat mudah dijangkau. 
Jalan raya tersebut juga memisahkan wilayah Kampung Caringin dengan wilayah Kampung Bangbayang, Desa Cikundul. Di sebelah barat, utara, dan timur makam merupakan areal pemikiman warga Kampung Caringin. 

Dalam tradisi lokal Eyang Dalem Suryadiningrat merupakan keturunan Dalem Cikundul dari Cianjur. Dalem Cikundul merupakan sesepuh Kabupaten Cianjur. Beliaulah yang menurunkan Bupati-bupati Cianjur pada masa lampau. Eyang Dalem Suryadiningrat mempunyai nama lengkap seperti yang tertera pada papan nama makamnya adalah Eyang Dalem Suryadiningrat Aria Nudatar Sagara Herang (Eyang Cikundul). 

Makam Eyang Dalem Suryadiningrat berada di dalam areal berpagar. Makam ini telah mengalami renovasi yang dilakukan oleh warga.  Makam ditandai jirat berdenah segi empat dilapisi keramik warna hitam. Penanda lain adalah nisan di bagian utara jirat. Nisan berbentuk segi empat ini berisi nama yang dimakamkan. 

Makam ini cukup banyak didatangi oleh peziarah untuk berbagai keperluan. Sampai sekarang terdapat dua versi yang berkembang di masyarakat tentang makam tersebut. Versi pertama mengatakan, tempat ini dahulu adalah tempat peristirahatan Eyang Dalem Suryadiningrat Aria Nudatar Sagala Herang. Versi kedua mengatakan bahwa makam ini adalah makam pengawal Eyang Dalem Suryadiningrat
Sumber : Disparbud Jabar

Batu Bergores Kutajaya
Foto : Dinas Pariwisata Jabar
Ini Sukabumi - Sob, ternyata di Sukabumi itu terdapat beberapa peninggalan peradaban masa lalu, diantaranya adalah Situs Batu Bergores Kutajaya.
Situs ini terletak di Kampung Kutajaya, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Batu bergores berada di tanah milik keluarga H. Sukardi, dan sekarang situs ini dipagar kawat berukuran 12,5 m x 5 m. Di sekeliling situs ini terdapat pemukiman dan juga perkebunan warga. Asalnya batu bergores ini terletak di lahan sebelahnya yang permukaannya lebih tinggi, namun karena ada penggalian dibawahnya, akhirnya batu ini terbawa longsor.

Di tempat semula, terdapat peninggalan kehidupan manusia dimasa lampau lainnya, yaitu sebuah menhir setinggi 118 cm.

Batu tersebut merupakan peninggalan manusia yang hidup di masa pra sejarah. Dinamai batu bergores karena adanya goresan-goresan pada permukaannya.
Semula goresan tersebut berada di bagian atas, namun sekarang, goresan tersebut berada disisi barat batu.
Goresan-goresan yang terdapat pada batu tersebut berupa 5 mata tombak, bulatan-bulatan, serta garis-garis vertikal dan horizontal.


Wisata Budaya Kabupaten Sukabumi

Ini Sukabumi - Sob, ada banyak sekali Wisata Budaya di Kabupaten Sukabumi yang berpotensi untuk menarik wisatawan, obyek wisata budaya tersebut adalah:
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya.Lokasinya berada di Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, dengan titik Koordinatnya adalah 06 47` 10,4`` S, 106 29` 52 E

Sejumlah barang ditemukan di Situs Megalitik Cengkuk, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan ini menguatkan dugaan Cengkuk pernah menjadi pusat kebudayaan zaman megalitik yang terus berlanjut pada zaman logam.

Sebagai salah satu acara ritual masyarakat nelayan Palabuhanratu, inti dari pesta ini adalah persembahan rasa syukur atas segala rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Seren Taun, yang dilaksanakan setiap bulan Agustus, merupakan upacara peyerahan hasil bumi berupa padi yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan di leuit . 

Secara geografis, Desa Sirnaresmi terletak di 6 48' 54" BT dan 106 33' 3" LS. Secara administrasi, Desa Sirnaresmi termasuk dalam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.

Secara administratif terletak di Kampung Tenjolaya Girang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug. Situs ini terletak di lereng Gunung Salak di areal yang bergelombang. Secara astronomis terletak pada koordinat 645 09 LS dan 10644 39 BT.

-Situs Batu Bergores Kutajaya
Batu Bergores Kutajaya , secara administratif terletak di Kampung Kutajaya, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. 

-Situs Tugu Sukaraja
Secara administratif terletak di Kampung Tugu, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja. Kampung ini terletak pada daerah perbukitan dengan permukaan tanah yang bergelombang. Secara astronomis terletak pada koordinat 655 02 LS dan 10658 33 BT. 

-Situs Tugu Gede
Secara administratif situs Tugu Gede terletak di Kampung Cengkuk, Kelurahan Margalaksana, Kecamatan Cikakak. Secara astronomis situs ini terletak pada koordinat 653 45 LS dan 10630 34 BT. 

-Upacara Labuh Saji
Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan.

-Kerajinan Batu Mulya
Sebagai barang berharga yang banyak diminati, saat ini Batu Aji tidak hanya berupa batu cincin saja tetapi juga dalam bentuk berbagai jenis barang, mulai dari perhiasan wanita, cinderamata, dan berbagai barang kerajinan lainnya.Lokasinya berada di Kawasan Sukaraja dengan titik Koordinatnya 654,657'S 10658,59'E

Kesenian hasil revitalisasi Anis Djatisunda, dari teater Uyeg Abah Ita Citepus Sukabumi, ini merupakan pertunjukan Uyeg sangat berbeda dengan genre teater rakyat lainnya. Hal itu disebabkan karena hadirnya tokoh sakral Sanghyang Raja Uyeg di panggung pertunjukan.

-Situs Museum Palagan Bojongkokosan
Selintas Museum
Site Museum Palagan Bojongkokosan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi, sebagai tanda peringatan dan rasa hormat pada para pahlawan yang gugur pada Peristiwa Bojongkokosan .Lokasinya berada di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda dengan titikKoordinatnya 6 49' 42" S, 106.760452 E

Lokasi dan Lingkungan
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya.

-Angguk Rengkong
Angguk Rengkong yaitu alat pemikul padi yang di pergunakan pada pertunjukan Rengkong. Angguk Rengkong terbuat dari Awi Guluntungan (Bambu Gelondongan), terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda.

Legenda "Nyai Loro Kidul "
Inna Samudra Beach adalah satu dari 16 unit Inna Hotel Group dibawah naungan PT.Hotel Indonesia Natour,berlokasi di kota Palabuhanratu - Jawa Barat, tepatnya pada kawasan pantai Laut Selatan yang dipagari oleh pegunungan dengan koordinat 657,815'S 10630,428'E, hutan tropis dengan lintasan sungai-sungai yang menggambarkan sebuah keindahan alam yang memikat serta sarat akan budaya dan legenda.

Kesenian Dogdog Lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau Kesatuan Adat Banten Kidul yang tersebar disekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor dan Lebak). 

Parebut Seeng
Foto : indotravelers.com
Ini Sukabumi - Seni Pertunjukan Parebut Seeng merupakan pertunjukan yang bersifat presentasi estetis, ide garapannya dilatarbelakangi oleh upacara adat Parebut Seeng yang bersifat ritual bertempat di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dulu pertunjukan seni  Parebut Seeng bersifat sederhana lebih menekankan kepada ritual, dimana aspek-aspek pertun jukan kurang diperhatikan, pesilat yang berperan dalam Parebut Seeng hanya dua orang laki-laki, dan iringan musik pun menggunakan alat musik yang selalu diguna kan untuk pencak silat. Sangat berbeda dengan bentuk penyajian seni pertu njukan Parebut Seeng saat ini. Bentuk penyajian seni Pertunjukan Parebut Seeng dibawakan secara berkelompok oleh penari laki-laki dan penari perempuan, dengan membawa seeng. Dengan iringan musik gamelan salendro, dan musik nya lebih meriah. Ini berarti, penyajian seni Pertunjukan Parebut Seeng merupakan seni Pertunjukan yang tidak menghilangkan kekhasan dari kesenian tersebut, yaitu seeng. Rias yang digunakan pada Parebut Seeng yang berifat ritual seadanya. Sedangkan dalam seni pertunjukan Parebut Seeng saat ini, rias disesuaikan dengan pertunjukan. Busana atau kostum yang digunakan dalam upacara adat Parebut Seeng menggunakan kampret, pangsi, dodot dan iket. Sedangkan pada seni pertunjukan 57 Parebut Seeng saat ini adalah busana tradisional rakyat yang dimodifikasi. Ini dapat terlihat dari penggunaan warna, dan busana yang dipakai. 

Mengingat banyaknya seni tradisi yang berkembang di masyarakat, seyogyanya para pelaku seni terus mengembangkan pengemasan tari yang berpijak dan berakar pada seni tradisional yang berkembang di Sukabumi, demi mengupayakan pelestarian seni tradisi yang masih bisa diperkenalkan, meskipun dalam kemasan yang berbeda. Selain itu, diharapkan pengemasannya yang akan datang lebih modern, sehingga generasi muda tertarik dan mau melestarikan bentuk-bentuk tari yang lainnya. Selain itu peran pemerintah, khususnya Pemerintah Sukabumi setempat senantiasa memberikan motivasi kepada masyarakat luas, seniman, serta lainnya, agar mau melestarikan seni tradisi setempat salah satunya dengan mengemas seni tradisi tersebut menjadi bentuk seni pertunjukan. Mengingat banyaknya lembaga pendidikan formal, seyo gyanya mau mendukung dalam melestarikan Parebut Seeng khususnya seni tari tradisional yang ada di Jawa Barat untuk diterapkan sebagai materi bahan ajar Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). 

Hastag terkait:
#Kesenian #Budaya #Kabupaten #Sukabumi #Unik 



Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar

Ciptagelar
Foto : Detik Travel
Ini Sukabumi - Kalau mau traveling yang berbeda, kenapa tidak pergi ke desa adat. Cobalah datang ke Kasepuhan Ciptagelar, sebuah kampung adat Sunda di Gunung Halimun. Ini adalah desa yang tidak berubah selama ratusan tahun.

Kasepuhan Ciptagelar adalah kampung adat Sunda yang berada di kawasan Gunung Halimun. Desa adat ini merupakan bagian dari Kasepuhan Banten Kidul.

Kasepuhan Banten Kidul daerahnya menyebar meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor di Jawa Barat dan Kabupaten Lebak di Banten. Desa Ciptagelar yang menjadi bagian dari Banten Kidul ini berada di Sukabumi. Disebutkan mereka berhasil menjaga tradisi selama 600 tahun. (Dikutif dari Detik Travel)

Kampung GedeCiptagelar
Foto : Detik Travel
Kalau sobt semua ingin lebih tahu tentang apa aja kegiatan di Desa Adat Ciptagelar, silahkan baca artikel Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar

Permainan Empet-empetan
Foto : Disparbud Jabar
Ini Sukabumi - Sob, ada suatu mainan tradisional yang sekarang sudah jarang sekali ditemukan akibat merebaknya mainan-mainan modern, apalagi setelah dibukanya pasar bebas. Mainan tersebut adalah Empet-empetan, tapi banyak juga yang menyebutnya "Ole-olean". 

Empet-empetan
Ole-olean dari jerami
Mainan ini banyak di mainkan saat menjelang panen dan saat panen tiba. Mainan yang terbuat dari bahan daun kelapa ini menghasilkan suara "peet" empet-empetan berarti bersuara "pet-pet", selain itu pada jenis musik tradisional Sunda yaitu terompet bagian belakang yang menjadi sumber suara dinamakan "mpet", tarompet adalah jenis alat tiup pengiring pertunjukan Tari, Penca Silat, Reog, dan iringan seni Beladiri Benjang.  Bahwa asal terompet itu adalah dari permainan empet-empetan, tara berasal dari tala yang artinya taraempet artinya empet yang menjadi jantung suara. Mainan mpet-mepetan atau didaerah Sukabumi disebut ole-olean, dibuat dengan cara melilitkan daun kelapa dari keci
l sampai menjadi lilitan besar dan membentuk seperti terompet untuk mengakhiri lilitan.  Pada bagian akhir lilitan ditusuk dengan lidi sisa daun kelapa tadi agar lilitan tidak lepas. Didaerah pangkal lilitan ditekan agar daun lubangnya menjadi lonjong, kemudian dibuat “ Mpet “ yaitu dua daun kelapa ukuran 1 cm di pasang berhadapan dan dimasukkan kepangkal dari lilitan tadi. Untuk Memainkannya yaitu dengan cara meniupnya. Mainan Empet-empetan mempunyai bentuk dasar segi tiga, dan mempunyai dua sisi. Yang pertama adalah sumber suara dan kedua lubang yang berfungsi sebagai rongga resonator suara sehingga suara menjadi nyaring. Pada ujung lidi yang ditusukan  menjadi sarana pemegang empet-empetan tersebut warna dari empet-empetan mula-mula berwarna hijau tua ( warna daun kelapa ) lama kelamaan menjadi berwarna coklat karena daunnya mengering.
Sumber : Disparbud Jabar
Diberdayakan oleh Blogger.