Tampilkan postingan dengan label Danau. Tampilkan semua postingan


Inisukabumi.com - Sahabatku, alhamdulillah hari ini saya masih diberikan kesehatan sehingga masih bisa berolah raga dan juga berbagi pengalamannya di blog ini. Setelah sekian lama saya tidak bersepedahan jauh, hari ini saya coba lagi bersepedah dengan rute yang lumayan bikin napas cepat. 

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur, Seru Juga!
Karena sekarang saya tinggal di daerah Warudoyong - Margaluyu, akhirnya saya putuskan untuk ngegoes sepeda saya ke Situ Batu Karut. Rutenya tidak terlalu jauh sih, palingan setengah jam lebih juga sampai, tetapi medannya lumayan juga karena banyak tanjakan dan juga jalannya masih banyak yang kurang baik.


Sebelum berangkat, tak lupa saya minta istri untuk melakukan sesi pemotretan dahulu, soalnya kalau selfie pasti berantakan. Wkwkwk

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Foto resmi dulu dari depan

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Lalu foto resmi dari samping
Kalau sudah selesai sesi pemotretan, ya tinggal berangkat. Tak lupa membawa air minum dan juga sedikit uang buat jaga-jaga dikala lapar melanda.

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Gunung Gedenya nampak besar, da emang besar banget ya.

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Nyampe juga nih di Situ Batu Karut

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Nih bisi sepedanya kurang jelas :D

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Indah juga ya Gunung Gedenya
 

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Untungnya saya diperbolehkan bawa sepeda mengelilingi pinggiran situ, kalau ke tengah situ sih pasti kelelep

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Nih foto dari hulu situ

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Sekarang foto di tempat favorit para pengunjung

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Ini lebih jauhan lagi jaraknya biar lebih luas


Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Biar pada percaya saya kesitu, ini atuh buktinya.. Hehe :P
Puter-puter sepedahan di sekitaran situ Batu Karut ternyata belum ada satu pun pengunjung yang datang menggunakan sepeda sepertu saya, mungkin masih pagi kali ya?. Daripada pulangnya kesiangan terus keburu panas banget terik mataharinya, akhirnya saya putuskan untuk pulang aja deh.

Baca Juga : Tak Perlu Jauh-Jauh Bersepeda, Karena Menjelajahi Kampung Sebelah Juga Indah

Pas pulang ternyata perut udah nyanyi keroncong alias keroncongan, dan kebetulan ada tukang Mie Ayam yang jualan di saung pinggir jalan, mantap pisan deh.

Bersepedahan Ke Situ Batu Karut Sukabumi di Hari Libur
Isi tenaga dulu dengan mengkonsumsi Mie Ayam :D

Oke sob, itulah sedikit curhatan dari kegiatan saya di hari libur ini, barangkali sobat ada juga yang mau sepedahan ke Situ Batu Karut, silahkan saja da ga ada yang ngelarang. Wkwkwk

Situ Batu Karut Sukabumi

Batu Karut Sukabumi
Batu Karus Sukabumi
Inisukabumi.com - Sahabatku, beberapa waktu yang lalu tepatnya hari minggu tanggal 24 Juli 2016, saya diberi kesempatan untuk mengunjungi sebuah danau buatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, danau tersebut adalah Danau Batu Karut. Danau ini berada di daerah Kampung Batu Karut RT 3/RW 08, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Sejarah Kampung Batu Karut

Berdasarkan artikel yang dituliskan dalam blog miliknya mbak Yuli S Rahmawati, Kampung Batu Karut ini awalnya merupakan hutan lindung yang belum diberi nama, di hutan tersebut terdapat mata air yang cukup besar dengan air yang begitu jernih, air tersebut merupakan air resapan alam dari pegunungan yaitu Gunung Gede Pangrango. Dahulu terdapat sebuah batu yang cukup besar dan berada dibawah pohon beringin yang mempunyai akar banyak dan membelit batu besar tersebut. Semakin lama pohon beringin tersebut semakin besar dan semakin tinggi, sehingga batu yang berada dibawahnya tersebut sedikit demi sedikit ikut terangkat oleh akar-akar beringin. Hingga akhirnya batu yang cukup besar tersebut terangkat (ka kerut = bahasa sunda) sampai mengangkang. Dan dari situlah penduduk sana menamakan daerah tersebut dengan nama Batu Karut.



Baca Juga :



Tidak lama setelah itu, pohon beringin yang besar itu akhirnya roboh dikarenakan tanah dibawah pohon tersebut terbawa oleh aliran air yang keluar dari sana. Aliran air yang keluarpun cukup besar, sehingga batu yang sempat ter-ais oleh akar pohon dan jatuh tersebut akhirnya terendam oleh air yang keluar dari mata air tersebut.

Jernihnya air yang keluar dari mata air disana membuat Dinas Perairan Kabupaten Sukabumi tertarik untuk menelitinya dan membuatnya menjadi sumber mata air bagi PDAM (Perusahaan Domestik Air Minum).

Dibelakang saya itu adalah PDAM, awas jangan salah pokus.. Hehe

Ditahun tersebut yaitu sekitar tahun 1970 M. dibangun sebuah waduk atau bendungan yang digunakan sebagai penampung air untuk keperluan irigasi di beberapa daerah di Kabupaten Sukabumi. Dan sekarang waduk tersebut lebih dikenal dengan sebutan "Situ Batu Karut" atau "Danau Batu Karut".

Danau Batu Karut Sukabumi
Danau Batu Karut Sukabumi

Saluran irigasi juga terdapat dibagian bawah danau
Setelah puluhan tahun berada, kini Danau Batu Karut seakan kurang mendapatkan kasih sayang. Banyaknya rerumputan yang tumbuh bebas tanpa terurus membuat tempat ini terlihat kurang nyaman. Saat ini bagian-bagian yang masih diminati pengunjung untuk berkunjung kesini diantaranya adalah pinggiran danau yang dijadikan tempat nongkrong muda mudi ataupun pasangan remaja sambil duduk dimotor, pancuran tujuah, dan kolam ari kecil yang berada didekat PDAM yang merupakan sumber mata air yang keluar dari pegunungan.

Pancuran 7 yang airnya begitu jernih dan dungin

Menrendam kaki di air yang dingin yang jernih menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan disini

Yang dibelakang saya itu adalah kolam kecil yang menjadi salah satu spot favorit bagi pengunjung untuk mandi dan berendam. *Maaf fotonya ketutup sama saya karena ada beberapa yang tidak sepantasnya dimunculkan, hehe
Seandainya pengelola ataupun pemerintah mau memberi perhatian lebih untuk danau ini, pastilah danau ini akan menjadi lebih asik dijadikan tempat untuk berwisata. Misalnya saya kasih contoh, dipinggiran itu diberikan bangku-bangku untuk duduk dan memancing, ikan hasil pancingan tersebut bisa langsung dibakar dan dimakan disana, dan pengunjung membayar sesuai dengan berat ikan dan makanan yg dimakan. Lalu diadakan juga wahana untuk mengelilingi danau seperti sepeda bebek yang bisa dikayuh diatas air, perahu atau rakit yang bisa disewakan, rumah makan terapung diatas danau, dan lain sebagainya. Dengan pengelolaan yang baik tentunya akan menjadikan tempat ini menjadi salah satu tujuan berwisata, selain itu juga akan menjadikan sumber pemasukan pagi pengelola dan juga warga sekitar.
Semoga saja dikemudian hari Danau Batu Karus Sukabumi ini bisa menjdai tempat berwisata yang asik seperti yang kita semua harapkan. Aamiin.


Keyword :
batu karut majenang, cerita batu karut sukabumi, situs batu karut sukabumi, kerajaan sukabumi, cerita batu karut sukabumi, batu karut majenang, situs batu karut sukabumi


Inisukabumi.com - Sahabat-sahabatku semua, di Sukabumi terdapat tempat wisata yang bisa disebut baru terpublikasi dan sempat menjadi trending topik di media sosial khususnya bagi orang Sukabumi dan sekitarnya. Tahukah sahabat tempat-tempat manakah yang dimaksud itu? Berikut adalah tempatnya.

1. Danau Hijau Atau Dikenal Juga Dengan Sebutan Danau Bacan

Danau Bacan via news.detik.com
Danau Bacan ini berlokasi di Desa Bojongharja, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. Sebenarnya tempat ini bukanlah sebuah danau, melainkan sebuah galian tambang  yang airnya tidak di sedot, sehingga menjadi sebuah genangan air yang berwaarna hijau. Air ini sendiri berasal dari air hujan yang turun, dalam kurun waktu satu tahun lebih akhirnya air hujan yang tidak dibuang ini menggenangi area tambang dan menghasilkan sebuah danau yang sangat indah dan mempunyai keunikan tersendiri.

Dengan pesonanya yang begitu eksotis, tempat ini mampu menarik para wisatawan untuk datang dan berfoto disini. Mereka kemuadian mengupload foto-fotonya di media sosial seperti facebook, instagram, twitter dan lainnya, sehingga tempat ini sempat menjadi trending topik di Sukabumi.

2. Melihat Indahnya Alam Sukabumi Dari Bukit Karang Numpang

Memanjakan mata di Bukit Karang Numpang,, Foto by @asep_saprudin via ngadem.com
Bukit ini berada di Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Bukit yang beberapa waktu belakangan tengah trend di media sosial ini, terbilang baru bagi para wisatawan. Kian hari, kian banyak pendaki yang mengujungi Bukit Karang Numpang. Dari sini, sahabat bisa melihat indahnya Sukabumi dari ketinggian, barisan rumah dan hamparan alam seolah berada didalam dunia lukisan yang begitu indah. Kalau sahabat berkunjung kesini, jangan sampai membuang sampah sembarangan ya, karena nyampah itu ga asik.! Jadi, ayo kita jaga kebersihan dan keindahan tempat ini.


3. Menyanjung Curug Cimarinjung

Densu dan David di Curug Cimarinjung via MTMA
Curug Cimarinjung terletak di Desa Ciwaru, Sukabumi, Jawa Barat. Curug Cimarinjung ini memiliki ketinggian sekitar 45 meter dan mengalir di Sungai Cimarinjung. Curug Cimarinjung ini masih berada di kawasan Geopark Ciletuh, Akses menuju Curug Cimarinjung masih dapat dikatakan cukup menantang. Curug Cimarinjung ini menjadi semakin dikenal dan menjadi salah satu trending topik di media sosial orang Sukabumi setelah kedatangan para tim MTMA TRANS TV.




Ini Sukabumi - Sob, ada hal menarik loh yang pernah saya alami ketika berkunjung ke Situ Gunung, yaitu ketika saya bertemu dengan seekor kera/monyet dipinggir danaunya.

Awalnya sih saya mau berfoto-foto disekitar bendungan yang ada tulisan "SITU GUNUNG"nya, tetapi ketika saya berjalan menuju kesana, eh ternyata saya dicegat oleh seekor monyet yang kelihatannya memang sedang menunggu pengunjung lewat kesana.
Saya dan teman saya pun sempat ragu untuk mendekati monyet itu, soalnya kan itu itu memang monyet liar dan sewaktu-waktu bisa menyerang. Tetapi setelah saya berhenti sejenak sambil mengamati monyet itu, ternyata si monyet malah datang mendekat, dan saya pun sempat berpikiran untuk lari menjauhi monyet tersebut. Tetapi akhirnya saya putuskan untuk memberanikan diri menunggu monyet itu mendekat, sambil menyembunyikan rasa takut, saya pun mengeluarkan biscuit yang saya bawa dari tas, dan melemparkan satu butir biscuit kearah monyet tersebut.
Eh ternyata, si monyet dengan segera mengambil biscuit yang saya lemparkan tadi, lalu dia duduk diatas batu dan mulai memakan biscuit tadi.

Melihat simonyet asyik memakan biscuit pertama tadi, saya pun kembali melempar biscuit-biscuit selanjutnya, dan dia terus memunguti dan memakan biscuit yang saya lemparkan tadi.
Lucunya, kelakuan simonyet itu agak mirip manusia, dia memakan biscuit itu sembari duduk diatas batu kecil, dan biscuit yang dimakan itu tidak langsung satu biji, melainkan membelahnya dulu menjadi dua bagian, lalu memakannya dengan santai.
Saya pun merasa gemes melihat tingkah laku simonyet tersebut, tapi tentunya dengan berusaha untuk tidam membuat monyet tersebut merasa terancam, soalnya kalau dia menyerang kan jadi berabe urusannya, hehe

Setelah beberapa biscuit saya lemparkan ke arah si monyet, saya dan temen saya memutuskan untuk segera pulang, karena hari udah mulai mau sore, dan kami pun harus berjalan cukup jauh untuk mengambil motor yang sebelumnya dititpkan di warung dekat Curug Sawer.

Oke sob, itu dulu sedikit pengalaman saya yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat dan semoga sobat juga bisa mengalami pengalaman seru seperti saya ini, hehe
Jangan bosan-bosan ya untuk berkunjung ke blog ini, karena insyaAllah saya akan terus meng-update infor-informasi menarik seputar Sukabumi.

Ini Sukabumi - Sob, selain di Batu Tapak, ternyata ada tempat keren lagi nih buat kemping, yaitu di Cipelang.
Lokasinya berada di lereng gunung yaitu masih dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP).
Untuk rutenya, sudah ana post ko di postingan sebelumnya yang berjudul "Menikmati Birunya Langit Di Cipelang", jadi kalau belum tahu, silahkan baca aja ya postingan tersebut, hehe

Untuk biaya kempingnya sendiri lumayan standar, yaitu Rp.25.000/orang, harga tersebut sudah menjadi ketetapan DEPHUT yang membawahi manajerial TNGP.
Harga tersebut sudah termasuk semua ongkos sewa fasilitas yang ada, dan juga biaya asuransi kecelakaan selama berkemah disana.
Tempatnyapun cukup aman sob, karena selalu ada penjaga yang berjaga bergiliran baik siang ataupun malam.

Selain berkemah, disana kita juga bisa asik mandi di bawah guyuran air terjun yang sudah sangat terkenal, yaitu Air Terjun Cibeureum.
Tapi untuk air terjunnya engga saya ceritakan sekarang ya, jadi silahkan saja buka postingan tentang "Air Terjun Cobeureum", oke sob :D


Ini Sukabumi - Sob, mau tau ga tempat melepas penat atau buat ngilangin setres didaerah Sukabumi??
Nih ane kasih tau ya, salah satu tempat yang cocok buat ngilangin setres dan penat adalah " Danau Lido".

Disana kita bisa mengitari danau dengan sepeda air ataupun speedboat, dan yang lebih uniknya, kita juga bisa mengitari danau dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu yang sekarang sudah jarang sekari keberadaannya.

Selain mkengitaru danau, kita juga bisa memancing ikan langsung dari danau, asyik kan :)
Kalau udah puas dengan objek wisata air, kita bisa beralih ke outbond dan olahraga udara yang dapat memacu adrenalin sperti flying fox, paralayang, paramotor, terjun payung, swayasa, dan aeromodeling, yang udah dikelola oleh Lido Aero Club.

Nah kalau udah lama bermain kan otomatis perut pasti laper nih, tenang aja disini juga ada tempat makan nya sob, kebanyakan sih makanan khas sunda, tapi tenang aja, enak enak ko :)
Sobat semua juga bisa cari tempat yang cocok buat makan, ada yang di ruangan, ada yang di tempat terbuka, dan yang paling keren nih, ada yang ditengah danau. Eit ga cuma itu, kalau mau ngerasain sensasi yang lebih baru, bsia juga diatas rakit atau kapal sambil keliling danau, keren kan sob :D :D

Kalau sobat semua berminat untuk berkunjugn ke sini, ane saranin datangnya banyakan, biar seru, so'alnya kalau sendirian kan klurang afdhol, ketawa-ketawa juga asa gimana gitu, hehe
Haarga tiketnya murah ko, cuman Rp.5000/orang.

Udah dulu ya sob pembahasan tentang Wisata  Danau Lido nya, nanti ane sambung lagi dengan postingan-postingan yang semoga aja bisa menambah ilmu dan wawasan sobat semua, hehe


Inisukabumi.com - Sob, semuanya pasti pada tahu kan tentang Pantai Pelabuhan Ratu. Tapi ada satu tempat lagi di daerah pelabuhan ratu yang mungkin hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya, namanya adalah "Pantai Cimaja".
Pantai ini sangatlah berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di daerah sukabumi, so'alnya pantai ini memiliki ombak yang tinggi, sehingga kurang cocok untuk berenang. Namun dibalik tingginya ombak-ombak disana, terdapat suatu potensi wisata yang sangat dahsyat, yaitu untuk berselancar.

Ya, pantai ini memang sangatlah indah, ditambah airnya yang jernih dan bersih dari sampah, sehingga tidak heran kalau pantai ini disebut "Surganya Para Pesellancar".
Ini bukan hanya teori atau pun satement saya, karena faktanya, setiap hari selalu ada wisatawan asing yang berselancar di pantai ini. 
Mungkin untuk warga Sukabumi sendiri pantai ini kurang mengasikan, karena kurang cocok untuk berenang bebas. Tapi beda halnya untuk para peselancar, mereka akan merasa berada di surga dunianya.

Pantai Cimaja, Bali-nya Sukabumi

Dengan panorama yang indah desertai deburan ombak yang tinggi dan jernih, pantai ini pun sering dijuluki "Bali-nya Sukabumi".
Selain untuk berselancar seperti biasanya, pantai ini pun kerap kali dijadikan tempat untuk Kompetisi Selancar, khususnya Jawabarat, sehingga tidak aneh kalau sering dijuluki Bali-nya Sukabumi.

Untuk sobat semua yang belum bisa berselancar, tenang aja, disana kita bisa kursus kilat ko, dengan pemandu yang sudah propesional, dijamin sobat semua pasti buisa berselancar, jadi jangan khawatir ya :)

Kalau misalkan nanti kesorean disana, tenang aja, banyak ko penginapan ataupun hotel yang pastinya keren dan nyaman.
Jadi kalau misalkan ada waktu dan kesempatan, mending nyempetina aja ya main ke pantai ini, dijamain ga bakalan nyesel deh :)

Kemping Bersama Keluarga di Batu Tapak
Ini Sukabumi - Batu Tapak Camping Ground, terletak di Gunung Salak, tepatnya di Desa Cidahu, Sukabumi. Kalau dari Jakarta sih sekitar 2-3 jam juga bisa nyampe :)
Disana kita bisa kemping bersama keluarga tercinta, karena tempat tersebut aman bagi siapapun, termasuk juga anak-anak.

Bagi kawan-kawan yang mungkin udah punya anak, tempat ini bisa menjadi pilihan yang cocok buat ngasih pengalaman baru bagi anak-anaknya, karena kita bisa asik menyaksikan kelap kelip cahaya bintang ditemani hangatnya udara dari api unggun, kebayang kan asik nya, hehe

Untuk kemping juga terdiri dari beberapa paket ko. Ada yang VIP dengan fasilitas sangat nyaman, tenda dilengkapi dengan kasur, selimut, meja dan kursi serta sarapan pada pagi harinya. Ada juga yang hanya menggunakan sleeping bag. Untuk MCK, kondisi kamar mandi baik dan bersih, lokasinya dekat dengan perkemahan dan dilengkapi pula dengan air panas. 
Jadi ga usah khawatir deh so'al fasillitas :)

Nah untuk pagi harinya, beragam kegiatan bisa dijalani. Mulai dari menikmati sunrise di balik Gunung Gede, trekking menuju air terjun, berjalan di pematang sawah sambil menikmati segarnya udara pagi dan hijaunya pepohonan, dan diakhiri dengan berenang di dinginnya air terjun. Back to nature!
.Wuuuiiiiihhhh..., muantep deh pokoknya sob..
Jadi tunggu apa lagi, kalau mau kemping bareng keluarga, 
Batu Tapak Camping Ground tempatnya. :)

Pantai Cibangban




























Inisukabumi.com - Sukabumi memang dianugrahi dengan sederetan pantai yang sangat indah, banyak sekali pantai yang bisa kita kunjungi di Sukabumi, dan salahsatu pantai yang sayang jika dilewatkan adalah  Pantai Cibangban. 

Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tp juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini .ok

sukarame
Ini Sukabumi-  Situ Sukarame berada tepat di kaki Gunung Salak. Dikelilingi hamparan kebun teh yang menyerupai permadani hijau di areal PT.Perkebunan Teh NusantaraVIII, tak salah jika situ ini menjadi primadona wisata. Pemandangan di sana cukup asri dan elok. Sejuknya udara menjadi penambah segar suasana.

Tidak sulit mencapai lokasi danau tersebut. Perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. Pelancong hanya memakan waktu satu kilometeran dari jalan utama untuk menjangkau situ yang terletak di antara lembah kebun teh.

Jauh dari keramaian dan pedesaan yang tidak terlalu padat penduduk. Situ yang berada di kampung Parakansalak Desa/Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi, sangat mudah dijangkau dengan kendaraan, sebab akses jalan satu-satunya yang mengarah ke lokasi situ.
Kendati berada jauh dari jalan provinsi, namun Situ tersebut banyak dikunjungi. Hanya membayar karcis masuk Seribu rupiah, yang dipungut masyarakat, Situ seluas +/- 20ha dapat dinikmati. hampir setiap hari dikunjungi, khusnya hari libur, banyak digunakan kelompok kelompok dari Pramuka, Sekolah, maupun kelompok komunitas mengadakan perkemahan ataupun acara-acara lainnya.
Khusus pada hari-hari libur tersebut , biasanya ada penyewaan perahu untuk berkeliling setu. Bagi yang ingin mencoba wahana menantang, tersedia Flayingfox, Berselancar dengan tali melintasi Situ. Semua fasilitas hanya dengan bayaran yang murah.
Bagi mancing mania, Situ merupakan lokasi yang tepat untuk kegiatan tersebut, ikan yang terdapat di situ cukup banyak.
Pengunjung yang datang disediakan pondok-pondok di pinggir Situ, yang dapat digunakan untuk istirahat. Selain itu banyak pengunjung tidak mesti kesulitan mencari makanan, karena banyak warung yang menyajikan makanan dan berbagai jajanan.
Keberadaan Situ berawal dari danau alam yang difungsikan untuk irigasi atau pengairan. Sebab di daerahnya, penduduk masih bergantung pada aktifitas bertani. Di samping jadi objek wisata, situ masih digunakan sebagai sumber irigasi.
Namun, Keberadaan Situ tersebut belum di optimalkan potensinya. Salah satunya fasilitas penunjang, seperti jalan, lahan parkir, mushola dan lain sebagianya. Padahal Situ Sukarame dapat menjadi daya tarik wisatawan yang berpengaruh terhadap kemajuan wilayah tersebut.(dri) (Radar Sukabumi )
Sumber : Radar Sukabumi

Inisukabumi.com -  Ini dia salah satu pantai yang sayang banget kalau kawan-kawan lewatkan. Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tp juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini .ok.

For the English language version, please click here


Ini SukabumiKarang hawu begitulah panggilan untuk pantai yang indah ini, bila anda jalan jalan ke Pelabuhan Ratu rasanya ada yang kurang bila tidak berkunjung ke pantai karang hawu, masyarakat setempat beranggapan bahwa lokasi ini dipercaya sebagai lokasi singgasana bagi Lara Kadita, putri Prabu Siliwangi, atau yang lebih populer dengan Nyi Roro Kidul. Persisnya dan singgasananya  terletak di atas bukit karang yang menjorok ke lautan lepas Samudra Hindia.
Bila anda berkunjung kesana anda akan melihat tebing yang menjorok ke laut, dan banyak karang berlubang dibawahnya, sehingga masyarakat setempat memberikan nama pantai karang hawu, pantai yang jernih dan sejuk cocok buat anda yang ingin menghilangkan rasa penat di dada untuk  berdiam diri disana sambil menghirup udara segar.
Pesona alam pantai Karanghawu dengan debur ombaknya saat membentur tebing dan akan merasakan ada tantangan untuk Anda nikmati. Selain itu, Pantai Karanghawu menawarkan panorama alam yang sangat eksotik, dengan udaranya yang sejuk, karang-karang yang memagari pantai, serta hamparan pasirnya yang luas dan lembut. Berbagai aktivitas dapat Anda lakukan di sini, seperti berenang dan memancing yang sering dilakukan setiap pagi dan menjelang sore, serta aktivitas berselancar. 

Ini Sukabumi - Siapa sih yang tidak kenal dengan Pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal dengan mitosnya yaitu Nyi Roro Kidul. Sampe-sampe artis sekelas Julia Perez pun ikut eksis pengen ketitisan Suzzana dan Nyi Roro Kidul *hmmm jupe jupe...*
Namun tidak banyak yang tahu kalau ternyata di pelabuhan ratu ada sebuah wihara yang sangat indah sekali, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa itulah namanya, atau biasa dipanggil oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Kuil Dewi Kwan Im *bener gak ya nulisnya* hehehee


Vihara NAM XAI KWAN SE IM PU SA atau lebih dikenal Vihara DEWI KWAN IM. Vihara ini didirikan oleh Ibu Airin atau lebih dikenal dengan nama Mamah Airin oleh masyarakat di sekitar kampung Loji. Beliau mendirikan Vihara ini pada tahun 2000.

Asal muasal beliau mendirikan Vihara ini karena mimpi tentang keinginan Ratu Laut Kidul untuk memindahkan Vihara yang terletak di daerah Malang, Jawa Timur.

Bangunan Vihara ini berdiri di sebuah tebing diatas pantai Loji, terdiri dari 5 bangunan ibadah dimana masing-masing bangunan mempunyai nama, salah satunya adalah pendopo Prabu Siliwangi. Vihara ini sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah untuk beribadah, ada juga yang bertujuan untuk mencari obat. Pengunjung Vihara ini sebagian besar adalah mereka yang beragama Budha.

Kegiatan yang rutin dilakukan pada Vihara ini adalah Blessing yaitu untuk membuka aura, biasa dilakukan setiap jum’at kliwon. Ada juga pemandian Air Suci, biasa dilakukan setiap penanggalan cap go atau setiap tanggal 15 penanggalan Cina dengan tujuan untuk membuka rezeki, kesehatan dan lain sebagainya.


Satu upacara yang tidak boleh Anda lewatkan selama di Sukabumi adalah Pesta Nelayan Palabuhanratu. Sebagai salah satu acara ritual masyarakat nelayan Palabuhanratu, inti dari pesta ini adalah persembahan rasa syukur atas segala rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam acara ini, wisatawan dapat menyaksikan acara ritual berupa tari-tarian yang mengiringi sepasang raja dan ratu yang diarak di atas pedati sebagai simbol penguasa Ratu Pantai Selatan. Sedangkan acara puncaknya adalah  pelepasan ribuan Tukik ( anak penyu ) ke dalam laut.
Hari syukuran nelayan yang selalu di adakan pada tanggal 6 april adalah kebiasaawan rutin setiap tahunnya, buat teman-teman yang ingin melihat acara syukuran nelayan sebaiknya ada tips khusus, pertama anda datang di awal waktu, sebaiknya anda datang tgl 5 april, cari penginapan yang sesuai dengan uang saku anda. di jamin kujungan anda akan serasa tidak di buru-buru karena sempitnya waktu.



Sasakala Pantai Minajaya

Tepatnya sebelah selatan dari arah Surade merupakan tempat pariwisata yang berada di Kecamatan Surade. Pantainya subur dengan rumput laut yang melimpah sehingga bisa memberikan penghidupan bagi masyarakat sekitar. Selain itu pantai Minajaya kaya akan ikan laut.
 
Pantai Minajaya merupakan tempat rekreasi warga masyarakat Surade dan sekitarnya bahkan dari luar kota Sukabumi maupun mancanegara. Pantainya indah dan rindang dengan tumbuhnya pepohonan di pinggir pantai. Panoramanya sangat indah sekali terutama pada saat sore hari. Kita bisa melihat Sunset yang menghias pantai minajaya. Semilir angin pantai begitu nikmat, hingga kalau kita duduk di tenda-tenda yang tersedia tanpa terasa sering tertidur lelap. Pesisir pantainya memang hampar, ombaknya tidak besar sehingga anak-anak kecil dengan bebas bisa mandi sepuas-puasnya tanpa ada rasa kekhawatiran. Di sana terdapat mata air. Masyarakatnya begitu bersahabat. Kita bisa memesan nasi dan ikan bakar dengan harga yang sangat murah.

Pantai Minajaya semula bernama Pantai Kutamara. Sejak tahun 1964 berubah menjadi Pantai Minajaya yang diberikan oleh sebuah pasukan pramuka. Adapun sejarahnya sebagai berikut :

Tanggal 12 April 1964 warga masyarakat pantai Kutamara dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar yang menyeruak ombak pantai menuju ke pesisir. Suara pluit panjang tiada henti-hentinya berbunyi. Menambah ketakutan masyarakat yang ada di sana saat itu. Apalagi setelah kapal merapat ke pantai yang disusul dengan turunnya para awak kapal yang membawa jangkar. Masyarakat yang ada di pantai Kutamara kocar kacir mencari perlindungan. Mereka menyangka bahwa kapal itu kapal perang Malaysia yang sengaja menyerang dari arah selatan. Berita itu langsung tersebar ke seluruh wilayah Surade, Ciracap dan Jampangkulon.

Mendengar kejadian itu kepala Desa Pasiripis Bapak Yahya Cholil melaporkan kedatangan kapal tersebut ke kantor kecamatan, Polisi dan BODM (sekarang Koramil). Semua instansi dan lembaga disibukkan atas kejadian itu. Terutama BODM sebagai Tentara Darat yang harus siap setiap saat mempertaruhkan harta dan nyawa demi negara Indonesia.

Pemerintah Kecamatan Ciracap yang saat itu pemerintahannya dijabat oleh Bapak Adeng segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Sukabumi, Bapak Kudi. Pada saat itu kantor pemerintahan kecamatan Ciracap berada di Surade tepatnya di prapatan arah  Lapang Lodaya Setra (sekarang Bunderan Surade) dekat Mesjid kaum Al-Jalil. Para upas dan para pemimpin disemua tingkatan berusaha menenangkan rakyat. Sedangkan Juru Penerangan Bapak Jahid, menyarankan agar setiap mesjid mengadakan doa bersama supaya masyarakat Surade selamat dan selalu hati-hati terhadap serangan Malaysia.

Begitu juga dengan kepolisian Sektor Ciracap yang dikomando oleh Bapak Juhro bersiap siaga dan segera melaporkan hal tersebut ke Kapolres Sukabumi. Tidak hanya itu semua guru pun berkumpul untuk ikut menjaga stabilitas keamanan, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Di bawah komando Bapak Saleh Somapraja mereka bertindak. Begitu juga dengan TNI-AURI dengan PGT (Pasukan Gerak Tjepat) nya di bawah komando Bapak AULADI siap siaga untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi. Semua masyarakat Surade menyangka bahwa kapal tersebut kapal musuh dari Malaysia. Semua warga siap siaga dengan segala macam peralatan yang ada. Mulai dari para pemuda, orang tua bahkan pejuang veteran siap bertempur melawan Malaysia.  Karena pada saat itu sedang terjadi konfrontasi antara negara Indonesia dengan negara Malaysia memperebutkan Irian Jaya dari tangan Belanda.

Berkat kesigapan dan kerja keras pasukan TNI-AU dan TNI-AD (BODM) dapat diketahui bahwa kapal yang datang tersebut kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut sehingga terombang-ambing dan terdampar ke pesisir pantai Kutamara.

Tiga hari kemudian setelah pemberitahuan dari pemerintah setempat, masyarakat Surade dan sekitarnya datang ke pantai Kutamara untuk menyaksikan sendiri kapal tersebut. Ternyata benar kapal tersebut terdampar pada sebuah karang kurang lebih 300 meter dari pesisir pantai. Pada badan kapal tertulis Minajaya 2. Sehingga tanpa disadari dan peresmian yang syah dari pemerintah pengakuan Minajaya bagi pantai Kutamara terjadi akibat sering terucap dan teringat nama Minajaya.

Seminggu kemudian, tepatnya hari Minggu, 19 April 1964, guru, murid bersama rombongan Gerakan Kepanduan (Gerakan Pramuka) datang ke pantai Kutamara untuk melihat kapal yang karam tersebut. Gerakan Pramuka dibawah pimpinan Bapak Munadi, kemudian menulis pada papan kayu dengan menggunakan cat meni berwarna merah. Di samping papan kayu tersebut ditanam 3 (tiga) macam kelapa, yaitu kelapa hijau, kelapa merah dan kelapa gading (putih kekuning-kuningan). Tulisan tersebut berbunyi : 
Dengan karamnya kapal Minjaya tanggal 12 April 1964
 di pesisir pantai ini,
 maka sejak peristiwa itu kami abadikan kau
di pantai ini dengan nama
"PANTAI MINJAYA"
Kapal Minajaya yang terdampar di pantai Kutamara tidak bisa bertahan lama karena semua isi dan peralatan penting segera diamankan dan langsung diangkat ke Jakarta untuk dikembalikan pada empunya. Sedangkan jasad kapal tersebut oleh masyarakat dibiarkan bahkan sampai lenyapnya pun tidak ada yang bertanggung jawab atasnya. Sampai sekarang pantai Minajaya menjadi tempat yang mengesankan bagi masyarakat.

Sumber: http://baladaka.org/sejarah-wisata/41-sasakala-pantai-minajaya.html

Tempat Rekreasi Situ Gunung - Sukabumi

Situ Gunung terletak di kaki Gunung Pangrango, Kecamatan Kadu Dampit lebih kurang 16 Km sebelah Barat laut kota Sukabumi, dengan luas 120 ha dan ketinggian 850 M dpl. Jalan berkelok, diantara pohon Pinus dan Damar mengantar Anda memasuki area danau Situ Gunung, sambil merasakan sejuknya udara gunung, Anda dapat berjalan-jalan mengitari danau, melihat canda ria fauna yang ada seperti lutung, monyet, surili dan satwa lainnya. Untuk Anda yang hobi memancing, disini sering diadakan perlombaan memancing.

Terdapat Curug Cimanaracun, yang merupakan sumber air danau Situ Gunung yang dapat ditempuh lebih kurang 1,5 Km dari danau. Selain itu terdapat juga Curug Sawer. Ditempat inilah Anda dapat beristirahat menikmati gemericik air curug Sawer, sambil berkemah dengan berbagai tingkat fasilitas sesuai keinginan pengunjung.

Romantika pegunungan di malam hari dengan munculnya satwa hutan, dapat Anda alami jika bermalam di Situ Gunung. Penginapan yang cukup nyaman dan tenang dengan fasilitas AC, water heater bahkan ruang tamu dan gazebo telah tersedia disini guna memanjakan Anda yang akan bermalam di lokasi wisata Situ Gunung.
Tempat Rekreasi Situ Gunung
Eksis dikit ah, hehe














Pantai Citepus merupakan bagian dari Kecamatan Pelabuhan Ratu, berjarak sekitar 60 km dari kota Sukabumi, dan diperuntukan untuk wisata pantai dikarenakan kondisi dasar pantai yang cukup aman dan kondisi ombak yang relatif Kecil, biasanya pada waktu libur sekolah banyak sekali wisatawan dari Sukabumi ataupun dari luar kota yang mengunjungi pantai Citepus.

Transportasi
Untuk anda yang hendak berwisata ke Pantai Citepus dengan kendaraan umum anda bisa naik bus jurusan Cisolok dari terminal sukabumi kemudian sambung menggunaan angkot unuk sampai ke lokasi, atau anda yang datang dari arah Jakarta anda berhenti di Cibadak kemudian naik bus yang menuju Cisolok.

Jika anda dari arah Jakarta perlu anda perhatikan ketika sampai di Cibadak ambil jalan belok kanan yang menuju pantai Pelabuhan Ratu, untuk anda yang datang dari arah Bandung anda bisa menggunkan jalan pelabuhan dua yang kondisi lalu lintasnya relatif lancar.

Fasilitas
Ada banyak hotel atuapun guest host yang terdapat di sekitaran pantai Citepus, untuk tarif cukup murah ada yang sekitar 200rb per malam anda sudah bisa mneginap dengan nyaman, terdapat pula Hotel Bintang yang tersedia tidak jauh dari lokasi pantai Citepus.

Di sekitar pantai citepus terdapat tempat makan yang tentunya dengan menu utama seafood entah itu berupa lesehan, atau dengan konsep restoran, untuk tempat makan dengan model lesehan rata-rata pemandangan langsung ke pantai tentunya ini menjadi nilai tambah.

Untuk fasilits lainnya terdapat pula MCK, mushala, tempat parkir. Dimalam hari anda pun bisa menikmati suasana pantai masih tetap menarik untuk dinikmati, terutama jika malam pergantian tahun akan sangata ramai sekali.

- Sumbert: http://sukabumiku.com/tempat-wisata/pantai-citepus/#sthash.9lrmnXhz.dpuf

Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng merupkana salah satu objek yang menarik menjadi daerah tujuan Wisata. Pantai ini berjarak sekitar 5 kilometer ke arah barat dari Pantai Ujung Genteng, dan 70 kilometer ke arah Selatan Kota Sukabumi Jawa Barat.

Di daerah Ujung Genteng memang banyak lokasi wisata pantai, Seperti Pantai Ujung Genteng, Pantai Akuarium, Pantai Cibuaya, Pantai Citereum, Pantai Ombak Tujuh, dan Pantai Pangumbahan.

Pantai Ombak Tujuh terkenal akan ombaknya yang tinggi, dan sering digunakan para peselancar mancanegara untuk bermain selancar atau "surfing". Sedangkan pantai yang sangat teristimewa adalah Pantai Pangumbahan.

Pantai Pangumbahan dianggap istimewa dikarenakan pantai ini merupakan tempat konservasi dan penangkaran penyu hijau. Konservasi dan penangkaran  penyu hijau ini dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat.

Lokasi Pantai Pangumbahan memang sangat eksotis, disini masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang dan lebat yang juga menjadi tempat dan kriteria para penyu hijau bertelur.

Seperti banyak kita ketahui penyu hijau merupakan salah satu hewan yang hampir punah dan patut dilestarikan. Supaya bisa menyaksikan Penyu Hijau bertelur secara langsung dari alam sebaiknya persiapkanlah diri anda dengan perlengkapan seperti Sweater yang berfungsi menahan terpaan angin malam, lampu senter, minuman dan makanan kecil.

Di Pantai Pangumbahan kita bisa melihat penyu hijau bertelur antara jam 23.00 sampai 04.00 dini hari. Biasanya para penyu hijau bertelur antara bulan Agustus hingga bulan maret. Bisanya pada bulan itu kita bisa melihat belasan bahkan puluhan induk penyu hijau bertelur.

Pusat penangkaran penyu hijau kini telah dikelola oleh Pemerintah daerah setempat dengan cara membangun sekitar 6 posko pengamatan. Para pengunjung tidak sembarangan bebas melihat para penyu hijau bertelur. Di sini para pengunjung akan ditemani oleh para petugas untuk berjalan-jalan melihat penyu hijau bertelur.
( eko "teckoajaib" )

Sumber: http://edmuid.blogspot.com/2013/10/tempat-penangkaran-penyu-hijau-di.html

Apakabar sahabatku?
Setelah sebelumnya saya memasang artikel tentang Pantai Pelabuhan Ratu, kali ini saya mau berbagi informasi lagi, yaitu tentang Pantai Loji  Sukabumi.
Banyak hal tentang sejarah yang akan didapatkan jika berkunjung ke Pantai Loji, diantaranya adalah sejarah vihara..

Pantai Loji terbilang indah, plus wisata vihara/ Foto-foto: Susi TNOLPantai Loji terbilang indah, plus wisata vihara/ Foto-foto: Susi TNOLBagi Anda, mungkin pergi ke objek wisata Pantai Pelabuhan Ratu sudah hal biasa. Tapi, tahukah, sebenarnya Anda telah melewatkan objek wisata yang lain yang tidak jauh dari Pelabuhan Ratu.

Di tempat ini, ternyata tak hanya dapat menikmati keindahan laut. Namun,  khususnya, bagi pengunjung yang beragama Budha, bisa beribadah.

Ya, Loji nama Pantai dan tempat ibadah tersebut.  Pantai Loji ini terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya dari Pelabuhan Ratu kurang lebih 30 km.

Jalur untuk ke sana dari Pelabuhan Ratu cukup mudah, karena tersedia kendaraan umum baik ojek maupun angkot. Namun, yang disayangkan adalah jalannya yang sangat tidak terawat dan berlubang, bahkan sempit.

Sepertinya, pemerintah setempat kurang memperhatikan objek wisata ini. Padahal, objek wisata ini berpotensi. Keindahan pantai dan udaranya begitu sejuk. Belum lagi terdapat Vihara, yang tak hanya tempat ibadah. Tapi, juga bisa dibilang sejarah kebudayaan Indonesia.

Nama vihara ini adalah vihara Nam Hai Kwan Im Pu Sa atau bisa disebut dengan lebih singkat sebagai Vihara Loji. Vihara Loji menjadi tempat ibadah bagi umat Budhisme Thailand.

Menurut sejarah, vihara ini dibangun  oleh seseorang kebangsaan Thailand bernama Anothai Kamonwathin, yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia. Selama 30 tahun dengan nama kebesarannya yaitu Ibu atau Mama “Airin” berusia (62 tahun) dan membaur dengan warga setempat maupun warga-warga masyarakat lainnya.

Mama Airin, merupakan satu-satunya penggagas  bangunan Vihara sebagai tempat Ibadah yang didirikan pada tanggal 08 Agustus Tahun 2000 yang diberi nama Vihara “Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa”

Menurut penduduk setempat, bahwa jauh sebelum vihara ini dibangun mama Airin mengaku mendapat mimpi  dan di lokasi Vihara inilah yang menjadi sarananya. Konon 600 tahun silam, saat zaman Dinasti Ching, Vihara ini telah ada. Namun, karena termakan waktu dan usia menjadi sangat tidak terlihat bentuk aslinya. Makanya vihara ini dibangun kembali.

Padepokan Prabu SiliwangiPadepokan Prabu SiliwangiVihara Nam Hai memiliki simbol Naga yang melambangkan energi (Chi) dan permulaan yang baru. Ada dua patung naga berkepala tujuh yang akan menyambut pengunjung di pintu masuk, yang merupakan titik awal dari sekitar 300 anak tangga untuk mencapai puncak vihara. Namun, sepertinya belum ada pengunjung yang berhasil menghitung tepat 300 tangga, bahkan ada yang bilang 400 tangga.

Memang, untuk menaiki tangga ini butuh energi yang kuat. Jika lelah, maka menghitung tangga pun akan kacau, seperti yang terjadi pada TNOL saat berkunjung ke sana.

Di tempat peribadatan umat Budha ini, ada 8 lapisan pada masing-masing lantai. Diantaranya, Dewi Bumi, Dewa Bumi,Budha Maetra / Milefo, Dewi Kwan Im, Padepokan Eyang Semar, Padepokan Prabu Siliwangi, Budha Four Face / Se Mien Fo dan Padepokan Ratu Pantai Selatan (Nyi Roro Kidul).

Nama hotel di Pelabuhan Ratu yang berlambang NagaNama hotel di Pelabuhan Ratu yang berlambang NagaNamun, saat datang ke padepokan Nyi Roro Kidul, ternyata tidak banyak pengunjung yang mendekat, bahkan masuk. Konon, katanya untuk masuk dan memotret ke alam harus izin penjaganya terlebih dahulu.

TNOL pun mendatangi salah satu penjaganya dan meminta izin masuk untuk memotret ke dalam. Namun, penjaga mengatakan untuk memotret harus disertai dengan keberanian, jika tidak berani alias merasa takut, lebih baik niat tersebut diurungkan.

Akhirnya, setelah mencoba masuk, ternyata di dalam sangat terasa kekuatan mistiknya. Bau bunga melati pun tercium dengan kuatnya. Di sana terdapat kamar tempat peristirahatan sang Ratu yang di tata indah dan sangat rapi.

Sumber: http://www.tnol.co.id/wisata-griya/15766-pantai-loji-wisata-vihara-yang-mistis.html?device=desktop

Bagi kawan-kawan yang ingin belajar desain, atau blog, silahkan Klik disini





Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Pantai Pelabuhan Ratu yang terletak l.k. 60 km arah selatan dari Kota Sukabumi, adalah sebuah tempat Wisata di di pesisir selatan Jawa Barat, di Samudra Hindia. Ombaknya terkenal sangat kuat dan karena itu bisa berbahaya.


Pantai ini terkenal karena terdiri dari perpaduan antara pantai yang curam dan landai, batu-batu karang yang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam.

Tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, sehingga Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 19660 di Tanjo Resmi. Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Inna Samudra Beach Hotel (SBH), salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada “Sarinah”, yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Fasilitas Rekreasi
Selain hotel besar dan mewah Samudera Beach Hotel, di daerah ini terdapat pula sejumlah hotel dan losmen kecil, Pondok Dewata resor adalah salah satu villa mewah yang cukup laris dikunjungi wisatawan. Tidak berapa jauh dari pantai Pelabuhan Ratu terdapat beberapa lokasi wisata lainnya, seperti pantai Karang Hawu yang letaknya sekitar 20 km dari kota Pelabuhan Ratu terdapat pantai karang yang menjorok ke laut dan berlubang di beberapa bagian itu. Bentuk karangnya lebih mirip tungku, dalam bahasa Sunda disebut “Hawu”. Karena itulah tempat ini dinamai orang Pantai Karang Hawu. Pantai-pantai lain yang terletak di daerah ini antara lain adalah pantai Cibareno, Cimaja, Cibangban, Break Water, Citepus Kebon Kelapa dan Tanjo Resmi.

Sekitar 17 km dari Pantai Pelabuhan Ratu terdapat sumber air panas di Cisolok, yang airnya mengandung Belerang yang tinggi dan berguna bagi kesehatan.

Di seputar Pelabuhan Ratu, paling tidak ada sembilan titik lokasi untuk Berselancar, yaitu di Batu Guram, Karang Sari, Samudra Beach, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh sampai Ujung Genteng. Masing-masing pantai mempunyai ombak dengan karakteristiknya sendiri.

mitos
Menurut kepercayaan rakyat setempat, Pantai Pelabuhan Ratu dihuni oleh  Nyai Roro Kidul, yang diakui sebagai penguasa Pantai Selatan. Kepercayaan ini begitu kuatnya sehingga konon di Samudera Beach Hotel disediakan sebuah kamar khusus untuk tempat kediaman sang penguasa.

Orang juga percaya bahwa di pantai Karang Hawu terdapat makam Nyai Roro Kidul.

Pelestarian fauna
Pantai Pelabuhan Ratu juga terkenal sebagai tempat bertelur dan berbiaknya  Penyu yang terancam punah, dan karenanya termasuk salah satu binatang yang dilindungi di dunia. Namun demikian penyu-penyu di Pantai Pelabuhan Ratu masih sering ditangkapi untuk dimakan dagingnya sementara badannya dan kulitnya dijadikan cendera mata dan telurnya diambil untuk dikonsumsi masyarakat.

Sumber Asli wikipedia
Diberdayakan oleh Blogger.