Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan


Inisukabumi.com - Berbicara tentang destinasi wisata pegunungan di Sukabumi, nampaknya belum semua saya tuangkan di situs ini, salah satu yang akan saya bahas sekarang adalah Puncak Buluh. Selamat membaca ya.

Lokasi Puncak Buluh

Puncak Buluh berada di Desa Karanganyar Kecamatan Jampangkulon berseblahan dengan kecmatan Lengkong, Waluran dan Pabuaran. Dengan lokasi yang strategis, tempat ini cocok untuk menikmati indahnya panorama wilayah pajampangan.




Tiket Masuk dan Pengelola Puncak Buluh

Untuk masuk ke area Puncak Buluh ini, kamu cukup membayar uang retribusi sebesar Rp. 7000,- per orang. Uang hasil retribusi tersebut dibagi ke dua pihak pengelola, yakni Perhutani dan Pemerintah Desa Karang Anyar.

Gerbang Masuk Puncak Buluh
Gerbang Masuk Puncak Buluh

Perhutani mendapatkan bagian sekitar 70 persen, dikarenakan tanah yang pakai tempat wisata Puncak Bukuh adalah milik perhutani. Perhutani juga bertindak sebagai pemodal. Sedangkan Pemerintah Desa dan Karangtaruna Desa Karang Anyar hanya mendapat bagian 30 persen sebagai pengelola harian.

Groufie didepan nama Puncak Buluh
Groufie didepan nama Puncak Buluh


Rute Menuju Puncak Buluh

Untuk menuju ke Puncak Buluh, kamu bisa mengambil rute dari pertigaan Lengkong arah mataram atau dari Alun-alun Jampangkulon ambil ke kiri yaitu ke arah Cijaksa lalu ke kiri lagi ke arah Puncak buluh. Kalau kamu sudah berada di daerah Jampangkulon, bisa langsung coba tanya saja ke warga disana, kemungkinan mereka sudah pada tahu ko.

Salah satu view dari Puncak Buluh
Jalanan ke arah Puncak Buluh dari arah Cijaksa sudah bagus
(24 Juni 2018) Jalanan ke arah Puncak Buluh dari arah Cijaksa sudah bagus, sedangkan dari arah Jampang kulon sedang dalam perbaikan


Inisukabumi.com - Sahabatku, setelah Sukabumi diramaikan dengan berbagai wisata alam bernuansa bebukitan seperti Puncak Tugu, Puncak Pilar, Puncak Darma dan Puncak Angin, kini warganet sukabumi juga dihebohkan dengan dibukanya wisata alam baru yang bernama Puncak Heas Sukabumi. Beberapa pegiat wisata Sukabumi seperti kang Imex Putra dan kang Hidayat Asep memposting foto-foto keindahan Puncak Heas di akun facebook mereka.

Perahu di Puncak Heas Sukabumi, photo via facebook Hidayat Asep

Lokasi Puncak Heas Sukabumi

Puncak Heas Sukabumi ini terleta di Kp. Cihaur Desa Bojongsari Kec. Jampangkulon Kab. Sukabumi. Lokasinya cukup berdekatan dengan Curug banteng karena rutenya hampir sama, namun untuk menuju Puncak Heas ini sebelum ke Curug Banteng ada jalan menuju Cihaur. Dari alun-alun Jampang kulon, sekitar empat Kilometer arah ke Pasar Cinagen, dari arah Kiara Dua, belok kiri dan sebaliknya arah dari Surade, belok kanan, masuk jalur ke arah Desa Bojongsari, setelah lewat kantor desa, ada perempatan ambil kiri, lurus, lalu ambil kanan, ada mesjid, sekitar dua Km ke lokasi.

Puncak Heas di Google Maps



Kalau masih bingung, setelah sahabat nyampe di Desa Bojongsari tinggal tanya saja ke warga setempat, semuanya pasti tau kok, soalnya Puncak Heas dan Curug Banteng ini jadi icon dari Desa Bojongsari, dan hebatnya, Pak Kades Bojongsari sepenuhnya mendukung keberadaan kedua tempat wisata ini. Jadi kalau sahabat berkunjung ke Desa Bojongsari, sahabat akan mendapatkan dua wisata, selain menikmati air terjun, sahabat juga bisa melihat panorama alam yang begitu indah.

Bahtera diatas pegunungan, photo via facebook Imex Putra
Kalau kamu hendak kesini, jangan lupa kosongkan memory HP dan penuhkan batrenya, karena keindahan dari Puncak Heas ini akan membatmu banyak mengambil photo, hehe.

Cocok nih buat berselfie, photo via facebook Imex Putra

Prkiran dan gerbang masuk Puncak Heas, photo via facebook Imex Putra

Okesob, itu sedikit tulisan saya tentang Puncak Heas Sukabumi, karena saya belum sempat datang langsung, jadi baru itu yang bisa saya share ke sahabat semunya. Kalau sahabat hendak ke Puncak Heas ini, jangan sampai buang sampah sembarangan ya..


Sumber dan Referensi:

Keyword :
Puncak Heas, Puncak Heas Sukabumi, Wisata Alam Puncak Heas, Wisata Alam Bojongsari, Jampang Kulon, Wisata Alam Jampang Kulon


Jembatan I Love U di Puncak Tugu yang Akan Membuat Liburanmu Lebih Seru
Foto bersama di Jembatan I Love U itu sungguh seru
Inisukabumi.com - Sahabatku, beberapa waktu lalu saya diajak jalan-jalan seru ke Geopark Ciletuh Pelabuhanratu oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yaitu oleh Ibu Reny Sukmawani, jalan-jalan seru ini sepenuhnya di fasilitasi dan dibiayai oleh beliau. Salah satu spot yang kami kunjungi adalah Puncak Tugu. Puncak Tugu ini terletak di lahan perkebunan Sawit Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dengan jarak 2,5 kilometer dari akses utama Palltilu Tamanjaya dan kurang lebih 6 kilometer dari Tamanjaya.

Dengan posisi yang berada di atas tebing Ampitheater akan membuat semua orang yang baru datang ke tempat ini takjub seketika dibuatnya. Di Puncak Tugu ini terdapat sebuah spot yang paling difavoritkan oleh para pengunjung, spot tersebut adalah Jembatan I Love U. Dari spot tersebut sahabat bisa menikmati indahnya hamparan laut, sawah, dan pegunungan yang begitu asri dan mengagumkan. Sungguh indah ciptaan Tuhan Y.M.E. ini.

Puncak Tugu on Google Maps



Keyword:
Jembatan I Love U, Puncak Tugu, Wisata Puncak Tugu, Geopark Ciletuh


Kecamatan Takokak, Sebuah Kecamatan di CIanjur yang Lebih Dekat dengan Sukabumi
Indahnya perkebunan teh Cisujen Kecamatan Takokak
Inisukabumi.com - Sahabatku, di artikel ini saya akan sedikit bercerita tentang sebuah kecamatan yang berada di Cianjur tetapi lebih dekat dengan Sukabumi. Mungkin aga sedikit melenceng dari pembahasan utama situs ini karena situs ini saya pokuskan untuk membahas berbagai macam tentang Sukabumi, tetapi unek-unek di pikiran saya ini sepertinya tidak akan hilang sebelum saya tuangkan di situs ini.
Menikmati kebun teh di Kecamatan Takokak itu sungguh luarbiasa, apalagi dengan istri tercinta
Menikmati kebun teh di Kecamatan Takokak itu sungguh luarbiasa, apalagi dengan istri tercinta
Alasan utama saya sedikit membahas tentang Kecamatan Takokak ini karena saya adalah asli kelahiran Takokak, tepatnya di Kampung Cibuluh RT 01 RW 04 Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jadi meskipun saya mengelola situs dan sekarang tinggal di Sukabumi tetapi sampai saat tulisan ini saya buat saya masih mempunyai KTP Cianjur dengan alamat rumah seperti yang telah dituliskan diatas.
Kecamatan Takokak, Sebuah Kecamatan di CIanjur yang Lebih Dekat dengan Sukabumi
Ketika pulang ke kampung halaman tidak lagi sendiri, inilah yang saya bawa

Kalau selama ini sahabat mengenal nama Takokak yang identik dengan nama lalapan, tetapi sebelarnya ada juga kecamatan yang bernama Takokak. Takokak adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cianjur Selatan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terletak di ujung selatan Cianjur dan ujung Sukabumi. Merupakan kecamatan perbatasan antara Sukabumi dan Cianjur yang dipisahkan oleh sebuah sungai yang bernama sungai Cibeber.
Yang saya tahu selama ini kecamatan Takokak mempunya 9 desa, yaitu :
  1. Bungbangsari
  2. Cisujen
  3. Hegarmanah
  4. Pasawahan
  5. Simpang
  6. Sindanghayu
  7. Sindangresmi
  8. Sukagalih
  9. Waringinsari
Secara administratif sudah jelas bahwa kecamatan Takokak ini berada dibawah Kabupaten Cianjur, tetapi dalam kehidupan sehari-hari nyatanya orang-orang di Kecamatan Takokak lebih bertolak ukur ke Sukabumi baik Sukabumi Kota ataupun Kabupaten Sukabumi. Hal ini dikarenakan jalan utama yang menuju ke kecamatan Takokak bermuara di Sukabumi, sehingga tidak aneh kalau perekonomian warga Takokak lebih cenderung terarah ke Sukabumi.

Dibeberapa desa seperti desa Bungbangsari, Cisujen, Hegarmanah dan Pasawahan penduduknya banyak yang berprofesi sebagai pekebun, mereka banyak mengelola perkebunan sayur dan kebutuhan pangan lainnya. Hasil dari perkebunan tersebut saat ini lebih banyak didistribusikan ke Sukabumi daripada ke Cianjur. Bagaimana tidak karena untuk menuju Cianjur dengan menempuh jalan yang bagus diharuskan untuk melewat Sukabumi terlebih dahulu. Kadang saya juga merasa lucu, dari kabupaten Cianjur menuju Cianjur Kota itu harus melewati daerah lain dulu yaitu Sukabumi. Ketika saya dulu saya mau ke SMA yang letaknya di Jl. Raya Bandung Km. 3 sana, saya lewat Sukabumi dulu untuk naik Bis. 

Takokak Jago (Jalan Goreng)



Tetapi dibalik keindahan dan kekayaan alamnya, Kecamatan Takokak masih mempunyai permasalahan besar dibidang insfrastruktur, jalan-jalan di Kecamatan Takokak masih dibilang sangat buruk, entah karena apakah penyebab pemenrintah daerah dan pihak terkait kurang memperhatikan jalanan di Takokak ini.
Semoga kedepannya jalanan di Kecamatan Takokak bisa menjadi lebih baik inimal seperti di daerah pelosok Sukabumi yang hampir semuanya sudah di aspal. Aamiin.

Selamat hari raya idul adha.. via IG @wisephamdan
Inisukabumi.com - Memang tidak ada habisnya kalau membicarakan tentang tempat wisata di Sukabumi, baik itu gunung, rimba, laut, pantai atau juga sungai yang sering disingkat GURIPLAPS semuanya ada di Sukabumi. Saat ini ada lagi tempat wisata baru yang lagi ngehits dikalangan para pencari spot untuk berselfie demi meramaikan dunia instagram, tempat tersebut adalah Bukit Karang Numpang Sukabumi.

Kebahagiaan yang timbul karena merasakan keindahan alam.. via IG @igit_17
Sebelumnya tahukah kamu kenapa bukit tersebut dinakaman Karang Numpang engga Karang Gantung atau sebagainya? Untuk nama mungkin ada yang sudah dari dulu bahkan semenjak Firaun pacaran juga sudah bernama seperti itu, tetapi untuk bukit Karang Numpang sendiri diberi nama seperti itu belum terlalu lama, melainkan semenjak tempat tersebut mulai diekspos ke media sosial. Pemberian nama Karang Numpang sendiri tidak terlepas dari keadaan tempatnya, karena disitu terdapat banyak batu karang yang kalau kata orang sunda disebut "numpang", jadi disebutlah tempat tersebut sebagai Karang Numpang.

Karena alam juga untuk dicintai bukan untuk disakiti.. Via IG @firdanabdullah

Lokasi Bukit Karang Numpang




Bukit Karang Numpang ini terletak di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dengan letaknya yang berada sekian mdpl diatas permukaan laut menjadikannya nyaman untuk melihat pemandangan alam dibawahnya yang begitu luas. Disini kamu bisa menikmatai keindahan alam berupa bebatuan gunung karang, padang ilalang, dan view sebagian wilayah Kota Sukabumi yang masih asri.

Alam, ciptaan Allah yang sungguh luar bisasa.. Via IG @borahkkj

Jalan Menuju Karang Numpang Sukabumi

Untuk menuju bukit indah di Sukabumi ini, kamu bisa mengambil rute dari jalur utama tepatnya ruas Jalan Mangkalaya-Cisaat, dari situ kamu harus melewati jalan berbatu sekitar 1 kilo meter untuk mencapai puncak Bukit Karang Numpang tersebut, maklum karena objek pariwisata ini masih tergolong baru sehingga akses ketempat tersebut belum terlalu bagus. Bagi kamu yang mengendarai motor dan mobil tidak usah khawatir. Jalan tersebut bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Tapi untuk kendaraan roda empat sebaiknya menggunakan jenis offroad karena jalanannya berbatu dan menanjak. Sebelum masuk ke areal gunung, kamu harus melewati portal yang dijaga warga sekitar. Untuk sekarang tarifnya masih belum ditentukan. Kebanyakan pengunjung membayar rata-rata dua ribu rupiah.

Bersepeda ke Bukit Karang Numpang? Bisa..! via IG @adoy234sc
Ini adalah link dari google maps untuk menuju Bukit Karang Numpang :

https://www.google.co.id/maps/dir/-6.918957,106.9342169/Gunung+Karang+Numpang+Sukabumi,+Cibolang,+Kecamatan+Gunungguruh,+Cibolang,+Sukabumi,+Jawa+Barat+43156/@-6.9348631,106.8829175,14.75z/data=!4m10!4m9!1m1!4e1!1m5!1m1!1s0x2e68378eb61088db:0xb0877152fa1beede!2m2!1d106.8813169!2d-6.9498035!3e0

Bukit Karang Numpang merupakan salah satu dari sekian banyak bebukitan yang ada di Sukabumi, kamu bisa membaca artikel 4 Destinasi Wisata Pegunungan Di Sukabumi Ini Patut Anda Kunjungi untuk mengetahui sebagian laginya.

Keyword :
jalan menuju karang numpang sukabumi, alamat karang numpang mangkalaya, karang gantung sukabumi, bukit sunda sukabumi, lokasi bukit karang numpang, gunung karang numpang jawa barat, karang numpang gunungguruh, bukit sabak sukabumi,


#SAVEGnSunda #SAVEGunungSunda, Jangan Biarkan Hanya Tinggal Sejarah
#SAVEGnSunda, Jangan Biarkan Hanya Tinggal Sejarah
Inisukabumi.com - Gunung Sunda adalah sebuah bukit yang berada tepat di Desa Padaasih, Kec Cisaat Kab. Sukabumi Provinsi Jawa Barat.  Gunung Sunda adalah salah satu wisata alam yang menjadi primadona di daerah Sukabumi, letaknya yang tidak jauh dari pusat kota membuatnya mudah dijangkau oleh siapapun. Dari atas gunung ini kita dapat melihat gunung gede pangrango dengan jelas tanpa ada halangan dan tentu nya wilayah Sukabumi dari ketinggian. Tidak hanya keindahan pemandangan alam yang bisa memanjakan mata di siang hari, malam hari juga gunung sunda menyuguhkan pemendangan yang begitu indah dengan kerlap-kerlip lampu dari perumahan warga dan juga kota dibawahnya.

Gunung Sunda mulai dikelola dan dibuka untuk umum sekitar tahun 2014, saat itu pemuda dan masyarakat disana yang peduli dengan lingkungan dan juga keindahan alam mulai sadar akan potensi pariwisata yang berada di Gunung Sunda, sedangkan saat itu hak milik dari Gunung Sunda sendiri sudah menjadi milik PT Holcim yang akan menjadikan Gunung Sunda tersebut sebagai lahan tambang. Tetapi ibarat pepatah, "Lebih baik terlambat daripada tidak", akhirnya para warga dan pemuda yang peduli akan keberadaan Gunung Sunda mulai mengurus dan mengelolanya dengan sangat baik.


Keindahan Gunung Sunda Mulai Terancam

Saat ini keindahan Gunung Sunda mulai terancam, dikeluarkannya surat pelarangan segala bentuk aktifitas oleh PT. Holchim Indonesia kepada pengelola wisata Gunung Sunda pada 6 September 2016 silam membuat para masyarakat dan juga netizen gaungkan gerakan Save Gunung Sunda. Dalam surat bernomor 24/LCA.CEM/IX/2016, PT. Holchim menegaskan akses jalan yang selama ini digunakan oleh warga untuk berwisata, dan sebagian area tempat wisata merupakan areal pertambangan pasir kuarsa yang dalam penguasaan perusahaan.

Foto tersebut adalah foto hasil jepretan kang IMAN FIRMANSYAH menjadi juara umum perlombaan #PESONAALAMINDONESIA, foto yang diambil dari Gunung Sunda Sukabumi memang sangat indah dan keindahannyapun bisa kamu nikmati secara langsung dari Gunung Sunda. Seandainya PT. Holcim tetap pada pendiriannya untuk melakukan kegiatan tambang di Gunung Sunda ini pastinya semua keindahan yang tersaji dari Gunung Sunda akan hilang dan hanya menyisakan sejarah.


Gerakan #SAVEGnSunda Memenuhi Grup-Grup Facebook Sukabumi

#SAVEGnSunda | Jangan biarkan Sukabumi menangis via Dedi Sundra
Super admin SUKABUMI FACEBOOK, kang Dedi Suhendra menginstruksikan agar seluruh member yang berada dalag grup facebook yang beliau keloa untuk menggunakan hastag #SAVEGnSunda, instruksi tersebut ditanggapi positif oleh para anggota grup. Selain berbagai diskusi dan dukungan moral yang dilakukan di dalam grup facebook, masyarakat yang melek sosial media dan peduli akan keberadaan Gunung Sunda ini ikut melakukan kampanye #SAVEGnSunda di akun sosialnya masing-masing, baik itu facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya.

Warga Sukabumi Membuat Petisi Online : Jangan Biarkan Gunung Sunda Sukabumi "Hanya Cerita"

Petisi Online : Jangan Biarkan Gunung Sunda Sukabumi "Hanya Cerita"
Petisi Online : Jangan Biarkan Gunung Sunda Sukabumi "Hanya Cerita"
Tidak hanya di sosial media, masyarakat juga membuat petisi dengan judul."Jangan biarkan Gunung Sunda Sukabumi "Hanya cerita". Petisi tersebut di kirimkan ke Kementrian Pariwisata dan dalam waktu yang tidak begitu lama petisi sudah di isi oleh 750 pendukung di mualai dari Febi Nugraha Cahyana yang di unggah dalam waktu sekitar 24 jam.
Bagi kamu yang peduli akan keberadaan Gunung Sunda ini, silahkan untuk ikut serta mendukung petisi tersebut di link berikut:

Selama Gunung Sunda berdiri kokoh, sebelum semua yang tidak kita inginkan terjadi, mrilah kita sama-sama mencari solusi supaya Gunung Sunda ini tetap lestari!
Teruntuk PT Holcim, Tolong Batalkan Penambangan di Gunung Sunda, dan Jadikan Kawasan Ini Sebagai Tempat Wisada dari CSR Anda

Berkemah di Gunung Sunda Sukabumi


Inisukabumi.com - Sahabatku, di artikel kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang salah satu kegiatan asyik yang pernah saya lakukan, kegiatan tersebut adalah Berkemah di Gunung Sunda Sukabumi. Berkemah di ketinggian ini pertama kali saya lakukan, asalnya saya diajak teman-teman untuk mendaki Gunung Gede, tetapi saya memang belum pernah mendaki, jadi saya tidak begitu saja mengikuti ajakan teman-teman saya, karena saya tahu tentang resiko yang harus dihadapi ketika mendaki gunung tinggi untuk pertama kali, sehingga saya putuskan untuk berkemah di tempat yang tidak terlalu tinggi tetapi pemandangannya indah, dan Gunung Sunda adalah pilihannya.

Saya pergi Gunung Sunda berlima dengan teman saya, mereka adalah Hendra Dzulkarnain, Putri Laksana Pamungkas, Pipin, dan Mutiar. Mereka adalah teman-teman saya ketika mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karangjaya Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi.


Kami berangkat setelah ashar, kami berkumpul di Alun-Alun Cisaat sekitar pukul 4 sore dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Sunda dengan naik angkot. Kami beristirahat sambil ngobrol-ngobrol terlebih dahulu dibawah Gunung Sunda, dan pukul setengah 6 barulah kami naik ke atas, karena perjalanan ke atas hanya memakan waktu sekitar 15 menit, jadi kami masih bisa menikmati sunsheet.


Setelah adzan magrib berkumandang, kami turun kembali kebawah untuk mengambil air wudhu dan juga melaksanakan shalat magrib di mushola terdekat, setelah itu kamu naik kembali keatas dan mulai memasang tenda. Adzan isya mulai berkumandang kembali, dan kami putuskan untuk shalat isya diatas karena kami masih mempunyai wudhu.


Hari mulai malam, dan perut pun mulai memanggil, akhirnya kami membuka persediaan makanan kami dan memakannya bersama-sama, sembari menikmati indahnya bintang-bintang dan juga gemerlap lampu dari daerah Sukabumi dibawah,  kami bercanda ria dan saling berbagi cerita.


Hari pun mulai malam, dan rasa ngantuk disertai dinginnya udara malam mulai melanda. Kami akhirnya memutuskan untuk tidur. Perempuan tidur di dalam tenda dan laki-laki tidur sambil berjaga di luar tenda. Sebenarnya tanpa perlu kami berjaga juga sudah aman, kerena ada beberapa pengelola Gunung Sunda yang berjaga disana. Malam hari sekitar jam 10, kami kedatangan penjaga, kami di absen untuk memastikan keadaan kami aman. Sungguh pengelolaan tempat weisata yang begitu baik.

Hari pun ternyata sudah berganti, adzan subuh terdengar berkumandang dimana-mana, kami terbangun dan memutuskan untuk turun kebawah untuk melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat subuh, kami membeli nasi kuning dan juga gorengan untuk dibawa kembali keatas, dan kami bergegas naik keatas supaya bisa menikmati indahnya matahari terbit. 







Selesai menikmati indahnya matahari terbit, kami mulai menyantap sarapan pagi yang telah kami beli sebelumnya ketika selesai shalat subuh, setelah itu kami mengemasi barang-barang kami dan juga membongkar tenda.

Hari sudah mulai siang, dan pengunjung pun sudah mulai berdatangan, akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan mengakhiri kegiatan perkemahan ini.

Owh iya, biaya untuk berkemah di gunung sunda ini hanya Rp. 5000,- per orang loh, dan kalau hanya untuk berkunjung di siang hari saja hanya dikenakan biaya pemeliharaan dan pelestarian tempat sebesar Rp. 2000,-.

Bagi sahabat yang ingin berkemah dan ingin menikmati indahnya malam tapi malas mendaki ketinggian, coba saja berkemah di Gunung Sunda Sukabumi, dijamin tiak akam menyesal deh.



Inisukabumi.com - Sahabat-sahabatku semua, di Sukabumi terdapat tempat wisata yang bisa disebut baru terpublikasi dan sempat menjadi trending topik di media sosial khususnya bagi orang Sukabumi dan sekitarnya. Tahukah sahabat tempat-tempat manakah yang dimaksud itu? Berikut adalah tempatnya.

1. Danau Hijau Atau Dikenal Juga Dengan Sebutan Danau Bacan

Danau Bacan via news.detik.com
Danau Bacan ini berlokasi di Desa Bojongharja, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. Sebenarnya tempat ini bukanlah sebuah danau, melainkan sebuah galian tambang  yang airnya tidak di sedot, sehingga menjadi sebuah genangan air yang berwaarna hijau. Air ini sendiri berasal dari air hujan yang turun, dalam kurun waktu satu tahun lebih akhirnya air hujan yang tidak dibuang ini menggenangi area tambang dan menghasilkan sebuah danau yang sangat indah dan mempunyai keunikan tersendiri.

Dengan pesonanya yang begitu eksotis, tempat ini mampu menarik para wisatawan untuk datang dan berfoto disini. Mereka kemuadian mengupload foto-fotonya di media sosial seperti facebook, instagram, twitter dan lainnya, sehingga tempat ini sempat menjadi trending topik di Sukabumi.

2. Melihat Indahnya Alam Sukabumi Dari Bukit Karang Numpang

Memanjakan mata di Bukit Karang Numpang,, Foto by @asep_saprudin via ngadem.com
Bukit ini berada di Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Bukit yang beberapa waktu belakangan tengah trend di media sosial ini, terbilang baru bagi para wisatawan. Kian hari, kian banyak pendaki yang mengujungi Bukit Karang Numpang. Dari sini, sahabat bisa melihat indahnya Sukabumi dari ketinggian, barisan rumah dan hamparan alam seolah berada didalam dunia lukisan yang begitu indah. Kalau sahabat berkunjung kesini, jangan sampai membuang sampah sembarangan ya, karena nyampah itu ga asik.! Jadi, ayo kita jaga kebersihan dan keindahan tempat ini.


3. Menyanjung Curug Cimarinjung

Densu dan David di Curug Cimarinjung via MTMA
Curug Cimarinjung terletak di Desa Ciwaru, Sukabumi, Jawa Barat. Curug Cimarinjung ini memiliki ketinggian sekitar 45 meter dan mengalir di Sungai Cimarinjung. Curug Cimarinjung ini masih berada di kawasan Geopark Ciletuh, Akses menuju Curug Cimarinjung masih dapat dikatakan cukup menantang. Curug Cimarinjung ini menjadi semakin dikenal dan menjadi salah satu trending topik di media sosial orang Sukabumi setelah kedatangan para tim MTMA TRANS TV.


Wisata Alam Sukabumi

Inisukabumi.com - Alam memang memang menjadi salah satu tujuan berwisata, karena di alam terbuka yang hijau kita bisa mendapatkan sebuah ketenangan jiwa sekaligus memanjakan mata. Melihat alam akan menjadi lebih indah kalau dari ketinggian, sehingga pegununganlah yang bisa kita kunjungi untuk mendapatkan keindahan tersebut.

Di Sukabumi sendiri terdapat beberapa wisata pegunungan yang patut ana kunjungi, berikut adalah wisata pegunungan tersebut.

1. Bukit Sabak Sukabumi

Bukit Sabak Sukabumi
Pesona keindahan Bukit Sabak Sukabumi via Twitter @ilovesukabumi
Bukit Sabak adalah salah satu bukit di Sukabumi yang menawarkan pemandangan yang menawan dengan puncak bukit ditumbuhi pohon pinus yang rimbun. Bukit ini tergolong bukit pendek dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl.

Bukit Sabak terletak di daerah Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perjalanan menuju bukit sabak bisa kita tempuh dua jam dengan berjalan kaki, walau jalan menuju bukit terbilang  terjal dan menanjak, tetapi semua itu akan terbayar dengan keindahan yang sangat luar biasa saat kita mencapai puncak bukit. Selama perjalanan, sobat akan disuguhi pemandangan alam yang hijau dan udara yang sejuk. Tak hanya itu saja, sobat juga akan bertemu dengan penduduk sekitar yang mencari kayu bakar dan membawa hasil panen getah pinus.

Di Bukit Sabak Sukabumi ini kita bisa bekemah dengan aman, hamparan cahaya Kota Sukabumi di malam hari akan memberikan nuansa tersendiri yang membuat kita terkagum-kagum akan keindahannya. Untuk berkemah di Bukit Sabak ini jangan lupa sobat membawa perlengkapan yang cukup, karena di tempat ini agak jauh dari perumahan warga.

2. Gunung Sunda Sukabumi

Memandang Gunung Gede dari Gunung Sunda
Gunung Sunda ini berada tepat di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kec Cisaat Kab. Sukabumi. Hanya berjarak sekitar 3 KM dari alun-alun cisaat, dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya sudah menggunakan aspal. Gunung Sunda ini juga cukup dekat dengan Jalur lingkar selatan Sukabumi via Cibolang, sehingga kalau sobat melewati jalur ini, sobat pasti bisa melihat dengan jelas Gunung Sunda ini dari bawah.

Untuk menuju Gunung Sunda ini, sobat bisa menggunakan sepeda, sepeda motor, ataupun juga mobil. Kalau mau menggunakan jasa transportasi juga bisa, sobat bisa menggunakan jasa tukang ojek, atau juga pake angkot. Hanya saja kalau pake angkot harus carter dulu, soalnya ga ada angkot khusus menuju sana, biaya angkot juga cuman sekitar Rp.7000; per orangnya, sedangkan untuk ojek sekitar Rp.15.000;.

Di Gunung Sunda ini sahabat bisa melihat view ke segala arah tanpa halangan, hamparan sawah dan pedesaan akan bisa sahabat saksikan dari Gunung Sunda ini. Gunung Sunda ini juga berhadapan langsung dengan Gunung Gede, sehingga pemandangan alam di area bawah antara Gunung Sunda dan Gunung Gede bisa terlihat jelas.

3. Puncak Darma Sukabumi

Hamparan pemandangan yang begitu eksotis bisa kita lihat dari Puncak Darma Sukabumi via travel.detik.com
Puncak Darma adalah bukit berketinggian 230 mdpl yang terletak di Desa Girimukti, Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Dari ketinggian bukit ini, sahabat bisa melihat Pelabuhan Ratu di kejauhan. Pantai Palangpang dengan Batu Belah berada tepat 230 meter di bawah. Saking indahnya pemandangan yang bisa kita lihat dari sini, jadi susah diungkapkan dengan kata-kata.

4. Taman Nasional Gede Pangrango


Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kalinya diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Keadaan alamnya yang khas dan unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. (dephut.go.id)

Keadaan alamnya yang khas dan unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. Kawasan ini memiliki dua puncak yakni Gunung Gede 2.958 mdpl dan Gunung Pangrango 3.019 mdpl. Kedua puncak ini dihubungkan sebuah pelana lembah dinamai Kandang Badak 2.393 mdpl. 

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau, rawa, dan savana. Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium).

Satwa primata yang terancam punah dan terdapat di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yaitu owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), dan lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus); dan satwa langka lainnya seperti macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning (Martes flavigula).

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae).


Hastag Terkait:
#Wisata #Alam #Gunung

Sebuah puisi tentang Lembah Kasih, Lembah Mandalawangi 

Soe Hok Gie (duduk di altar) bersama teman-temannya Puncak Gunung Pangrango. (sumber: google.com)

Mandalawangi-Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966
Soe Hok Gie


Yang perlu anda ketahui juga :
Hastag Terkait:


Alun-Alun Mandalawangi

Mandalawangi Gunung Pangrango, Salah Satu Tempat Favorit Soe Hok Gie
Alun-alun Mandalawangi via jarikurakura.deviantart.com
Inisukabumi.com - Sob, sewaktu saya berkunjung ke website detik travel, ada satu artikel yang membuat saya sedikit kaget. Artikel yang berjudul "Napak Tilas Soe Hok Gie ke Gunung Pangrango" membuat saya langsung terfokus untuk membacanya, dan setelah itu saya langsung mengumpulkan data tetang Soe Hok Gie ke Gunung Pangrango dari berbagai sumber, dan berikut adalah hasilnya.

Berbicara tentang Soe Hok Gie bukan saja mengenai Sejarah, pemikiran dan sikapnya melalui tulisan, dalam mimbar diskusi, rapat senat mahasiswa sampai berdiri di barisan terdepan dalam demonstrasi menentang rezim Soekarno.. Disisi lain ia adalah seorang sosok yang naturalis, seorang yang haus akan tantangan. Kecintaannya akan mendaki gunung tergambarkan pada sosok dirinya. Ia tergolong aktivis yang unik, yang lebih memilih mendaki gunung dari pada berpolitik praktis, menyendiri ke puncak gunung agar bisa keluar dari begitu banyak penderitan dan kegelisahan pribadinya. Bagi Soe Hok Gie, gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang. Ia juga mengatakan: “Hanya di puncak gunung aku merasa bersih.” Tapi lebih dari itu, kecintaannya pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah Airnya. -Mochammad Insan Kamil

Dalam masanya dulu jaman mahasiswa, suasana politik yang berkecamuk di Universitas Indonesia dengan berbagai intrik politik gerakan mahasiswa yang sangat membosankan, Soe Hok Gie mencetuskan untuk membentuk kelompok pecinta alam yang bernama Mapala (dulu bernama Mapala Sastra Prajnaparamitha yang pada perkembangannya berubah menjadi Mapala UI) sebagai salah satu cara untuk mengenal Indonesia. Soe Hok Gie sangat cinta dengan Lembah Mandalawangi dan sering mengunjunginya saat masih hidup. Kadang sendiri dan kadang bersama teman-temannya. Seperti yang tertulis dalam puisinya “aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi“, jelas dia nyatakan kecintaannya pada Pangrango. -Wahyu Adityo Prodjo

Lembah kasih ini yang begitu menyejukkan jiwa. Keasrian belum begitu berubah, alas lembahnya yang landai masih ditumbuhi rerumputan hijau yang lembut. Diatas alas rumput masih subur ditumbuhi beribu - ribu pohon edelweis yang tingginya rata - rata satu meter, terdapat sumber mata air jernih yang mengalir. Jarak yang ditempuh menuju Lembah Mandalawangi dari puncak Pangrango tidak terlalu lama, sekitar lima belas menit untuk menuju kesana.
Dan, Mandalawangi - Pangrango adalah tempat yang membuat Soe Hok Gie mencintainya. Sehingga tercipta sebuah puisi untuk Mandalawangi - Pangrango. Alun - alun Mandalawangi di gunung Pangrango adalah tempat favoritnya. -www.belantaraindonesia.org


Gunung Sunda Sukabumi

Ini Sukabumi - Setelah sebelumnya saya menuliskan tentang gambaran umum Gunung Sunda, di postingan ini saya kembali coba berbagi informasi tentang Gunung Sunda dalam bentuk vidio. Vidio ini saya ambil dan saya susun sendiri, jadi mohon maaf kalau kualitasnya kurang bagus. :)

Berikut ini videonya:







Itu sob sedikit vidio tentang Gunung Sunda, semoga bisa bermanfaat.. #Salam :)


Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda Sukabumi

Ini Sukabumi - Sob, Udah sebulan lebih saya tidak menulis artiel ataupun perjalanan di blog ini, soalnya beberapa watu lalu (02-02-2015) saya fokus dulu buat ngikutin Ujian Akhir Semester, karena saya sekarang baru selesai menjalani perkuliahan di semester lima, dan melanjutkan kembali ke semester enam. Untuk itu saya memohon keikhlasan do'anya dari sobat semua supaya saya bisa segera mendapakan apa yang saya cita-citakan selama ini. Aamiinn... :)
Oke sob, di kesempatan kali ini saya mau berbagi informasi tentang salah satu bukit / gunung yang pemandangannya itu indah bangeettt deehhh. Tempat itu adalah Gunung Sunda Sukabumi.
Sebenarnya, belum banyak orang yang tahu tentang keindahan alam yang bisa dilihat dari sini, soalnya gunung ini kalau dilihat dari bawah, terlihat biasa-biasa aja. Tetapi kalau sudah sampai diatas, hamparan pemandangan yang begitu indahnya siap memanjakan mata sobat semua.
Gunung Sunda Sukabumi

Lokasi Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda ini berada tepat di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kec Cisaat Kab. Sukabumi. Hanya berjarak sekitar 3 KM dari alun-alun cisaat, dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya sudah menggunakan aspal. Gunung Sunda ini juga cukup dekat dengan Jalur lingkar selatan Sukabumi via Cibolang, sehingga kalau sobat melewati jalur ini, sobat pasti bisa melihat dengan jelas Gunung Sunda ini dari bawah.


Cerita dan Legenda Seputar Gunung Sunda

Didalam petisi yang dituliskan oleh Febi Nugraha Sifa Cahyana yang berjudul Jangan Biarkan Gunung Sunda Sukabumi " Hanya Cerita ", Gunung Sunda ini mengandung banyak legenda dan cerita yang tersebar dari mulut ke mulut dari warga sekitar, diantaranya adalah:
  • Gunung Sunda merupkn salah 1 tempat yg pernah disinggahi oleh Prabu Siliwangi, dan ini semua dapat dibuktikan dengan jalan yg menuju Gunung Sunda yaitu di beri nama JL. Siliwangi (Cibatu-Babakan-Cipancur-Ciroyom). Dan arah menuju Kadudampit itu diberi nama Surya Kencana.
  • Tepat di puncak Gunung Sunda begitu banyak cerita yg mengatakan bahwa dipuncak Gn sunda itu terbagi menjadi dua kawasan, yakni kawasan pertama itu di duduki oleh JIN (timur) dan kawasan kedua (barat) oleh Kerjaan Padjajaran. (Itu cerita mitos yang berkembang dari nenek moyang turun temurun hingga saat ini).
  • Terdapat banyak macam-macam batu dengan bentuk dan keanehan yg ber beda-beda, dari mulai Batu Lulumpang (bentuknya seperti lulumpang berikut dengan halu nya), Batu Buruy (bentuknya seperti buruy) yang anehnya pada batu tersebut ada lubang dan diisi air yg sampe kpnpun air tsb tdk prnh habis, batu bilik, batu kasur, dll.

Alat Transportasi Menuju Gunung Sunda Sukabumi

Untuk menuju Gunung Sunda ini, sobat bisa menggunakan sepeda, sepeda motor, ataupun juga mobil. Kalau mau menggunakan jasa transportasi juga bisa, sobat bisa menggunakan jasa tukang ojek, atau juga pake angkot. Hanya saja kalau pake angkot harus carter dulu, soalnya ga ada angkot khusus menuju sana, biaya angkot juga cuman Rp.5000; per orangnya, sedangkan untuk ojek sekitar Rp.10.000;.
Untuk menjaga kebersihan dan mengembangkan Gunung Sunda ini, diperlukak kepedulian sosial dan juga keuangan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kan kita membagi sedikit uang kita untuk ikut memelihara dan mengembangkan spot indah ini. Untuk tiketnya sendiri sebenarnya belum ditetapkan berapa-berapanya, tetapi secara globalnya bisa sekitar Rp.5000; per orang.
Gunung Sunda Sukabumi
Pembelian mesin pangkas rumput dan pembuatan tempat istiraha (saung)
yang salah satu sumber keuangannya berasal dari pembayaran tiket masuk
Sob, ini baru sedikit keindahan dari Gunung Sunda, selanjutnya silahkan sobat lanjut membaca artikel --> Inilah Yang Bisa Kita Nikmati Dari Gunung Sunda Sukabumi
Tapi artikel itu masih dalam antrian, jadi tetap kunjungi terus blog ini yaa.. :)
LDK AL-UMM TRIP TO GUNUNG SUNDA
Sebenarnya, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Gunung Sunda ini bukan siang hari, tetapi yang tepat itu adalah brangkat sore hari, karena bisa melihan matahari terbenam (sore), berkemah sambil melihat gemerlapnya cahaya malam di daerah Cisaat dan sekitarnya (malam), dan juga melihat indahnya matahari terbit diantara pegunungan (pagi).




Yang perlu anda ketahui juga :
Hastag Terkait:
#Wisata #Alam #Gunung


Foto : Obyekwisatasukabumi
Ini Sukabumi - Sob, alam merupakan karunia Tuhan yang sungguh indah, disanalah kita tinggal dan menjalani hidup ini. Akan tetapi, ada beberapa tempat yang di ciptakan Tuhan dengan bentuk dan suasana yang indah, salah satu tempat tersebut adalah Wana Wisata Cangkuang. Wana wisata ini memang cocok untuk berlibur ataupun sekedar bermain dialam, jadi tidak heran kalau menjadi salah satu tempat paforit untuk berwisata di Sukabumi.

Lokasi wana wisata Cangkuang berada di desa Cidahu Kabupaten Sukabumi, kurang lebih 12 Km dari pinggir jalan Raya Sukabumi. Dilengkapi beberapa penginapan dua lantai berjajar ke atas dengan fasilitas lengkap. Dari teras penginapan dapat dilihat pesona Gunung Salak diantara hamparan sawah-sawah bertingkat.

Jalan setapak 4 km dari Penginapan, membawa Anda ke salah satu obyek wisata yang menakjubkan, yaitu Kawah Ratu seluas 30 hektar. Di dalamnya mengalir air panas dan dingin. Terdapat letupan sumber air panas, menyembur seperti air mendidih. Begitu juga asap tebal putih keluar dari sela batu-batu kawah berwarna hitam.

Selain itu terdapat pula Curug Dua Unak, obyek wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi selain Kawah Ratu. Lokasinya berjarak 2 km dari penginapan. Selain itu, Anda dapat juga menikmati jernihnya air Curug Sawer, Curug Aul, Curug Supit yang masing-masing berjarak 1 km dari penginapan dengan jalan setapak yang menurun. (PV)

Alamat : Desa Cidahu Kabupaten Sukabumi KPH Sukabumi: Jl. R Martadinata 27, Sukabumi
Phone : 0266- 221560 Fax. 0266-226045
Sumber : Puncakview

Ini Sukabumi - Berwisata ke cipelang memang sanagat mengasikkan sob,cipelang adalah objek wisata yang berada di daerah sukabumi tepatnya di desa Gunung Pangrango, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
Wana wisata ini luasnya sekitar 3 ha, dan dikelola oleh pengelola hutan yang terletak di RPH Bacang BKPH Gede Barat KPH Sukabumi.
Cpelang terletak pada ketinggian 1025 m dpl.Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700mm/tahun dengan suhu udara antara 12-290 C.di cipelang terdapat air terjun,beberapa anak sungai yang jernih dan bumi perkemahan,serta out bond,disana juga kita dapat melihat hutam alam yang indah, yaitu di kaki gunung pangrango,biasanya para pendaki juga bisa mendaki lewat jalur ini.

Jarak cipelang dari Sukabumi sekitar15 km. Kalau dari terminal sukabumi kita naik angkot putih kearah mall Yogya, naik lagi angkot merah ke arah salabintana, tapi tanya dulu ya, apakah angkotnya sampai ke puncak atau tidak, biasanya suka ada rombongan yang menuju kesana, jadi bisa nebeng deh, lumayan ngurangin ongkos juga, paling jadi hanya Rp.5000, beda halnya kalau ngojek, haduh itumah bisa berkali kali lipat sob.
Di sepanjang perjalanan ke cipelang kita akan disugukan.melewati perkampungan warga dan perkebunan warga. Mantep deh pokonya.

Menikmati Birunya Langit Di Cipelang 

Sepanjang mata memandang kita akan melihat perbukitan dengan hamparan kebunteh yang luas dengan latar belakang puncak gede pangrango yang berdiri dengan megahnya,labgit yang membiru kontras dengan hijaunya perkebunanteh, awan putih yang membumbung,di sebelah selatan hamparan kota sukabumi terlihat jelas,dengan perbukitan yang menjulang di belakangnya.kita berjlan berkelok kelok naik dan turun bukit.Lembah di penuhi pohon teh ada beberapa warung di pinggir bukit,berhentilah sejenak untuk menikmati pemandangan di sana,jangan lupa abadikan pemandangan disana dengan kamera anda.Dari kejauhan tampak puncah gede pangrango begitu indah ga bosan2 mata ini memandang kemegahannya,betapa besarnya kuasa Allah swt.Suasana dimalam hari cipelang juga tidak kalah indahnya disana kalau malam dingin sekali bisa mencapai 10 derajat celcius ,bahkan mulut kita akan keluar asap bila bicara,langit malam di cipelang juga di taburi bintang2 yang begitu indah menghiasi pekatnya langit di cipelang.oh iya di sepanjang jalan banyak pasangan muda mudi yang memadu kasih di atas motor sambil menikmati pemandangan.jalanmenuju wana wisata lumayan bagus walau terkadang ada lubang.setelah jalan beberapa menit anda akan sampai di pos penjagaan cukup bayar Rp 2000 per orang.

Nah setelah sampai di cipelang, kita akan di jimau oleh air terjun yang udah sangat terkenal banget deh, yaitu Air Terjun Cibeureum, tapi untuk penjelasannya engga ane jelasin sekarang ya, tapi nanti di postingan khusus "Serunya Wisata Air Terjun Cibeureum", hehe
Selain bermain di Curug Cibeureum, kita juga disana bisa berkemah sob, karena ada tempat yang keren banget buat berkemah, tapi penjelasannya juga nanti ya di postingan "Asyiknya Berkemah di Cipelang". Wkwkwk

Oke sob, itu dulu ya yang bisa ane share sekarang, jangan bosan bosan-bosan deh berkeliling di blog ini ya, insyaAllah infonya cukup lengkap ko :)

Sumber : Orchid3

Hastag terkait:
#Wisata #Alam #Kabupaten #Sukabumi

Diberdayakan oleh Blogger.