Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Pantai Cibangban




























Inisukabumi.com - Sukabumi memang dianugrahi dengan sederetan pantai yang sangat indah, banyak sekali pantai yang bisa kita kunjungi di Sukabumi, dan salahsatu pantai yang sayang jika dilewatkan adalah  Pantai Cibangban. 

Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tp juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini .ok

Inisukabumi.com -  Ini dia salah satu pantai yang sayang banget kalau kawan-kawan lewatkan. Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tp juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini .ok.

For the English language version, please click here


Ini SukabumiKarang hawu begitulah panggilan untuk pantai yang indah ini, bila anda jalan jalan ke Pelabuhan Ratu rasanya ada yang kurang bila tidak berkunjung ke pantai karang hawu, masyarakat setempat beranggapan bahwa lokasi ini dipercaya sebagai lokasi singgasana bagi Lara Kadita, putri Prabu Siliwangi, atau yang lebih populer dengan Nyi Roro Kidul. Persisnya dan singgasananya  terletak di atas bukit karang yang menjorok ke lautan lepas Samudra Hindia.
Bila anda berkunjung kesana anda akan melihat tebing yang menjorok ke laut, dan banyak karang berlubang dibawahnya, sehingga masyarakat setempat memberikan nama pantai karang hawu, pantai yang jernih dan sejuk cocok buat anda yang ingin menghilangkan rasa penat di dada untuk  berdiam diri disana sambil menghirup udara segar.
Pesona alam pantai Karanghawu dengan debur ombaknya saat membentur tebing dan akan merasakan ada tantangan untuk Anda nikmati. Selain itu, Pantai Karanghawu menawarkan panorama alam yang sangat eksotik, dengan udaranya yang sejuk, karang-karang yang memagari pantai, serta hamparan pasirnya yang luas dan lembut. Berbagai aktivitas dapat Anda lakukan di sini, seperti berenang dan memancing yang sering dilakukan setiap pagi dan menjelang sore, serta aktivitas berselancar. 

Ini Sukabumi - Siapa sih yang tidak kenal dengan Pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal dengan mitosnya yaitu Nyi Roro Kidul. Sampe-sampe artis sekelas Julia Perez pun ikut eksis pengen ketitisan Suzzana dan Nyi Roro Kidul *hmmm jupe jupe...*
Namun tidak banyak yang tahu kalau ternyata di pelabuhan ratu ada sebuah wihara yang sangat indah sekali, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa itulah namanya, atau biasa dipanggil oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Kuil Dewi Kwan Im *bener gak ya nulisnya* hehehee


Vihara NAM XAI KWAN SE IM PU SA atau lebih dikenal Vihara DEWI KWAN IM. Vihara ini didirikan oleh Ibu Airin atau lebih dikenal dengan nama Mamah Airin oleh masyarakat di sekitar kampung Loji. Beliau mendirikan Vihara ini pada tahun 2000.

Asal muasal beliau mendirikan Vihara ini karena mimpi tentang keinginan Ratu Laut Kidul untuk memindahkan Vihara yang terletak di daerah Malang, Jawa Timur.

Bangunan Vihara ini berdiri di sebuah tebing diatas pantai Loji, terdiri dari 5 bangunan ibadah dimana masing-masing bangunan mempunyai nama, salah satunya adalah pendopo Prabu Siliwangi. Vihara ini sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah untuk beribadah, ada juga yang bertujuan untuk mencari obat. Pengunjung Vihara ini sebagian besar adalah mereka yang beragama Budha.

Kegiatan yang rutin dilakukan pada Vihara ini adalah Blessing yaitu untuk membuka aura, biasa dilakukan setiap jum’at kliwon. Ada juga pemandian Air Suci, biasa dilakukan setiap penanggalan cap go atau setiap tanggal 15 penanggalan Cina dengan tujuan untuk membuka rezeki, kesehatan dan lain sebagainya.



Regulation of Ascent

· Reporting to the clerk at the entrance and at the exit . Officers will check your luggage and equipment before and after you SIMAKSI ascent .

· Illegal to take animals and plants from outside the region into TNGGP .

· Prohibited feed the animals .

· Not allowed to make a fire in the region , except in locations that are already permitted .

· Non- destructive , move , doodling facilities and infrastructure in the region .

· Non- picking , moving , and taking plants from the region .

· Do not walk outside the lines / main track which has been determined .

· Do not throw garbage inside and leave the area , take your trash when it comes down from the mountain .

· Prohibited bring shampoo , soap , toothpaste and other detergent ingredients that can pollute ground water .

· Prohibited bring radios , musical instruments , alcohol , and drugs into the area .

For anyone who wants to climb to Mount Gede and Pangrango SIMAKSI obliged to obtain a permit in the Great Hall of the Office of the National Park of Mount Gede Pangrango ( TNGGP ) to make booking in advance . The maximum long ascent is 2 days 1 night .

To reduce the negative impact on the environment and that a satisfactory experience while climbing , then TNGGP establishes a quota , which is 600 climbers per day through 3 entrances to the division : Cibodas 300 people , Gunung Putri 200 people , and 100 people Selabintana .

Ini Sukabumi - Orang Sukabumi meski nyobain deh mendaki gunung ini. Eit, maksudnya bagi yang mampu plus berani :D :D
Nah di postingan kali ini, ane mau nge-share tentang Pendakian Gunung Gede Pangrango Sukabumi, semoga bisa bermanfaat ya :)


Peraturan Pendakian

· Melapor kepada petugas di pintu masuk dan di pintu keluar. Petugas akan memeriksa perlengkapan    bawaan Anda dan SIMAKSI anda sebelum dan setelah pendakian.

· Dilarang membawa binatang dan tumbuhan dari luar kedalam kawasan TNGGP.

· Dilarang memberi makanan kepada satwa.

· Tidak diijinkan membuat api di dalam kawasan, kecuali pada lokasi yang sudah diijinkan.

· Dilarang merusak, memindahkan, mencoret-coret sarana dan prasarana di dalam kawasan.

· Dilarang memetik, memindahkan, dan mengambil tumbuhan dari dalam kawasan.

· Jangan berjalan di luar jalur / track utama yang sudah ditentukan.

· Jangan membuang dan meninggalkan sampah di dalam kawasan, bawa sampah Anda ketika turun dari gunung.

· Dilarang membawa shampo, sabun, odol dan bahan detergen lain yang dapat mencemari air tanah.

· Dilarang membawa radio, alat musik, minuman beralkohol, dan narkoba kedalam kawasan.

Bagi siapa saja yang ingin mendaki ke Gunung Gede dan Pangrango wajib untuk mendapatkan ijin SIMAKSI di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan melakukan booking sebelumnya. Lama maksimum pendakian adalah 2 hari 1 malam.

Untuk mengurangi dampak negatif kepada lingkungan dan agar pengalaman saat mendaki memuaskan, maka TNGGP menetapkan sistem kuota,yaitu 600 orang pendaki per hari melalui 3 pintu masuk dengan pembagian: Cibodas 300 orang, Gunung Putri 200 orang, dan Selabintana 100 orang.

Persyaratan:

1. Setiap pendaki harus menunjukkan SIMAKSI, dan SIMAKSI dapat diperoleh di Kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas. Pengajuan SIMAKSI pendakian menggunakan sistem booking dengan batas waktu minimum pengajuan adalah 3 (tiga) hari dan maksimum 1 (satu) bulan sebelum tanggal pendakian.

Catatan: Turis Mancanegara disarankan untuk melakukan booking sebelumnya, namun dalam rangka meningkatkan kunjungan turis mancanegara dan menimbang waktu kunjungan wisman yang terbatas, maka wisman dapat memperoleh SIMAKSI di Kantor Balai Besar TNGGP pada hari saat ingin mendaki.

2. Tiket dan Asuransi

- Wisatawan Domestik

Tiket masuk: Rp. 2.500/hari/orang

Asuransi : Rp. 2.000/orang

- Wisatawan Asing

Tiket masuk: Rp. 20.000/hari/orang

Asuransi : Rp. 2.000/orang

Orang asing yang menunjukkan KTP atau KITAS dapat memperoleh harga tiket yang sama dengan wisatawan lokal.

3. Menyerahkan fotocopy Identitas resmi (Passport/KTP/KITAS/SIM/Kartu Mahasiswa/Pelajar). Fotocopy tidak akan dikembalikan.

4. Jika anda berumur < 17 tahun, diwajibkan menyerahkan surat ijin dari orang tua yang ditanda tangani diatas materai Rp. 6.000,- dan melampirkan fotocopy Identitas resmi orang tua yang masih berlaku.

Perlengkapan yang perlu dibawa :

* Untuk pendakian 1 hari (tanpa kemping), bawalah jaket hujan, lampu senter, dan makanan dan minuman yang cukup.

* Jika ingin kemping di kandang badak atau alun-alun, selain barang-barang diatas, persiapkan juga tenda, perlengkapan memasak, kantong tidur, matras, dan pakaian hangat. Anda dapat menyewa perlengkapan diatas di beberapa toko peralatan kemping di Cibodas. Bawalah kantong plastik besar yang dapat dipergunakan misalnya untuk membawa sampah-sampah anda kembali.

Pemandu, Porter:

Disarankan untuk menyewa porter dan pemandu bagi yang pertama kali ke puncak Gede dan Pangrango. Khusus untuk wisatawan asing yang akan melakukan pendakian wajib didampingi oleh pemandu atau porter. Tanya petugas TNGGP bila ingin menyewa porter dan pemandu. Tarif 1 (satu) orang pemandu untuk pendakian 2 hari 1 malam adalah Rp. 300.000,-, sedangkan untuk porter Rp. 250.000,-. Beberapa toko peralatan camping di Cibodas juga menawarkan jasa pemanduan dan porter.

Sample itineraries:

Pendakian 1 hari ke Air Panas
- 6 jam pulang pergi -

Cibodas
Telaga Biru
Air Terjun Cibeureum
Air Panas

Pendakian 1 hari ke Puncak Gunung Gede
- 11 jam pulang pergi -

Sama dengan perjalanan sampai Air Panas, kemudian…

Kandang Badak
Sampai di Puncak Gunung Gede dan kembali ke Cibodas

2 hari 1 malam Pendakian ke Puncak Gede (Cibodas - Cibodas)

- Hari ke 1 ( 5 jam) -
CibodasTelaga Biru
Air Terjun Cibeureum
Air Panas
Kandang Badak

- Hari ke 2 (8 jam) -
Sampai di Puncak Gunung Gede dan kembali ke Cibodas

2 hari 1 malam ke Puncak Gunung Gede (Cibodas- Gunung Putri)

- Hari ke 1 (8 jam) -
Cibodas
Telaga Biru
Air Terjun Cibeureum
Air Panas
Kandang Badak
Puncak Gunung Gede
Alun-Alun Suryakencana

- Hari ke 2 (4 jam) -

Istirahat di Alun-Alun Suryakencana dan turun ke Gunung Putri. Walaupun jalan sedikit curam, tapi butuh waktu lebih pendek ketika menurun.

Satu upacara yang tidak boleh Anda lewatkan selama di Sukabumi adalah Pesta Nelayan Palabuhanratu. Sebagai salah satu acara ritual masyarakat nelayan Palabuhanratu, inti dari pesta ini adalah persembahan rasa syukur atas segala rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam acara ini, wisatawan dapat menyaksikan acara ritual berupa tari-tarian yang mengiringi sepasang raja dan ratu yang diarak di atas pedati sebagai simbol penguasa Ratu Pantai Selatan. Sedangkan acara puncaknya adalah  pelepasan ribuan Tukik ( anak penyu ) ke dalam laut.
Hari syukuran nelayan yang selalu di adakan pada tanggal 6 april adalah kebiasaawan rutin setiap tahunnya, buat teman-teman yang ingin melihat acara syukuran nelayan sebaiknya ada tips khusus, pertama anda datang di awal waktu, sebaiknya anda datang tgl 5 april, cari penginapan yang sesuai dengan uang saku anda. di jamin kujungan anda akan serasa tidak di buru-buru karena sempitnya waktu.



Sasakala Pantai Minajaya

Tepatnya sebelah selatan dari arah Surade merupakan tempat pariwisata yang berada di Kecamatan Surade. Pantainya subur dengan rumput laut yang melimpah sehingga bisa memberikan penghidupan bagi masyarakat sekitar. Selain itu pantai Minajaya kaya akan ikan laut.
 
Pantai Minajaya merupakan tempat rekreasi warga masyarakat Surade dan sekitarnya bahkan dari luar kota Sukabumi maupun mancanegara. Pantainya indah dan rindang dengan tumbuhnya pepohonan di pinggir pantai. Panoramanya sangat indah sekali terutama pada saat sore hari. Kita bisa melihat Sunset yang menghias pantai minajaya. Semilir angin pantai begitu nikmat, hingga kalau kita duduk di tenda-tenda yang tersedia tanpa terasa sering tertidur lelap. Pesisir pantainya memang hampar, ombaknya tidak besar sehingga anak-anak kecil dengan bebas bisa mandi sepuas-puasnya tanpa ada rasa kekhawatiran. Di sana terdapat mata air. Masyarakatnya begitu bersahabat. Kita bisa memesan nasi dan ikan bakar dengan harga yang sangat murah.

Pantai Minajaya semula bernama Pantai Kutamara. Sejak tahun 1964 berubah menjadi Pantai Minajaya yang diberikan oleh sebuah pasukan pramuka. Adapun sejarahnya sebagai berikut :

Tanggal 12 April 1964 warga masyarakat pantai Kutamara dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar yang menyeruak ombak pantai menuju ke pesisir. Suara pluit panjang tiada henti-hentinya berbunyi. Menambah ketakutan masyarakat yang ada di sana saat itu. Apalagi setelah kapal merapat ke pantai yang disusul dengan turunnya para awak kapal yang membawa jangkar. Masyarakat yang ada di pantai Kutamara kocar kacir mencari perlindungan. Mereka menyangka bahwa kapal itu kapal perang Malaysia yang sengaja menyerang dari arah selatan. Berita itu langsung tersebar ke seluruh wilayah Surade, Ciracap dan Jampangkulon.

Mendengar kejadian itu kepala Desa Pasiripis Bapak Yahya Cholil melaporkan kedatangan kapal tersebut ke kantor kecamatan, Polisi dan BODM (sekarang Koramil). Semua instansi dan lembaga disibukkan atas kejadian itu. Terutama BODM sebagai Tentara Darat yang harus siap setiap saat mempertaruhkan harta dan nyawa demi negara Indonesia.

Pemerintah Kecamatan Ciracap yang saat itu pemerintahannya dijabat oleh Bapak Adeng segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Sukabumi, Bapak Kudi. Pada saat itu kantor pemerintahan kecamatan Ciracap berada di Surade tepatnya di prapatan arah  Lapang Lodaya Setra (sekarang Bunderan Surade) dekat Mesjid kaum Al-Jalil. Para upas dan para pemimpin disemua tingkatan berusaha menenangkan rakyat. Sedangkan Juru Penerangan Bapak Jahid, menyarankan agar setiap mesjid mengadakan doa bersama supaya masyarakat Surade selamat dan selalu hati-hati terhadap serangan Malaysia.

Begitu juga dengan kepolisian Sektor Ciracap yang dikomando oleh Bapak Juhro bersiap siaga dan segera melaporkan hal tersebut ke Kapolres Sukabumi. Tidak hanya itu semua guru pun berkumpul untuk ikut menjaga stabilitas keamanan, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Di bawah komando Bapak Saleh Somapraja mereka bertindak. Begitu juga dengan TNI-AURI dengan PGT (Pasukan Gerak Tjepat) nya di bawah komando Bapak AULADI siap siaga untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi. Semua masyarakat Surade menyangka bahwa kapal tersebut kapal musuh dari Malaysia. Semua warga siap siaga dengan segala macam peralatan yang ada. Mulai dari para pemuda, orang tua bahkan pejuang veteran siap bertempur melawan Malaysia.  Karena pada saat itu sedang terjadi konfrontasi antara negara Indonesia dengan negara Malaysia memperebutkan Irian Jaya dari tangan Belanda.

Berkat kesigapan dan kerja keras pasukan TNI-AU dan TNI-AD (BODM) dapat diketahui bahwa kapal yang datang tersebut kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut sehingga terombang-ambing dan terdampar ke pesisir pantai Kutamara.

Tiga hari kemudian setelah pemberitahuan dari pemerintah setempat, masyarakat Surade dan sekitarnya datang ke pantai Kutamara untuk menyaksikan sendiri kapal tersebut. Ternyata benar kapal tersebut terdampar pada sebuah karang kurang lebih 300 meter dari pesisir pantai. Pada badan kapal tertulis Minajaya 2. Sehingga tanpa disadari dan peresmian yang syah dari pemerintah pengakuan Minajaya bagi pantai Kutamara terjadi akibat sering terucap dan teringat nama Minajaya.

Seminggu kemudian, tepatnya hari Minggu, 19 April 1964, guru, murid bersama rombongan Gerakan Kepanduan (Gerakan Pramuka) datang ke pantai Kutamara untuk melihat kapal yang karam tersebut. Gerakan Pramuka dibawah pimpinan Bapak Munadi, kemudian menulis pada papan kayu dengan menggunakan cat meni berwarna merah. Di samping papan kayu tersebut ditanam 3 (tiga) macam kelapa, yaitu kelapa hijau, kelapa merah dan kelapa gading (putih kekuning-kuningan). Tulisan tersebut berbunyi : 
Dengan karamnya kapal Minjaya tanggal 12 April 1964
 di pesisir pantai ini,
 maka sejak peristiwa itu kami abadikan kau
di pantai ini dengan nama
"PANTAI MINJAYA"
Kapal Minajaya yang terdampar di pantai Kutamara tidak bisa bertahan lama karena semua isi dan peralatan penting segera diamankan dan langsung diangkat ke Jakarta untuk dikembalikan pada empunya. Sedangkan jasad kapal tersebut oleh masyarakat dibiarkan bahkan sampai lenyapnya pun tidak ada yang bertanggung jawab atasnya. Sampai sekarang pantai Minajaya menjadi tempat yang mengesankan bagi masyarakat.

Sumber: http://baladaka.org/sejarah-wisata/41-sasakala-pantai-minajaya.html














Pantai Citepus merupakan bagian dari Kecamatan Pelabuhan Ratu, berjarak sekitar 60 km dari kota Sukabumi, dan diperuntukan untuk wisata pantai dikarenakan kondisi dasar pantai yang cukup aman dan kondisi ombak yang relatif Kecil, biasanya pada waktu libur sekolah banyak sekali wisatawan dari Sukabumi ataupun dari luar kota yang mengunjungi pantai Citepus.

Transportasi
Untuk anda yang hendak berwisata ke Pantai Citepus dengan kendaraan umum anda bisa naik bus jurusan Cisolok dari terminal sukabumi kemudian sambung menggunaan angkot unuk sampai ke lokasi, atau anda yang datang dari arah Jakarta anda berhenti di Cibadak kemudian naik bus yang menuju Cisolok.

Jika anda dari arah Jakarta perlu anda perhatikan ketika sampai di Cibadak ambil jalan belok kanan yang menuju pantai Pelabuhan Ratu, untuk anda yang datang dari arah Bandung anda bisa menggunkan jalan pelabuhan dua yang kondisi lalu lintasnya relatif lancar.

Fasilitas
Ada banyak hotel atuapun guest host yang terdapat di sekitaran pantai Citepus, untuk tarif cukup murah ada yang sekitar 200rb per malam anda sudah bisa mneginap dengan nyaman, terdapat pula Hotel Bintang yang tersedia tidak jauh dari lokasi pantai Citepus.

Di sekitar pantai citepus terdapat tempat makan yang tentunya dengan menu utama seafood entah itu berupa lesehan, atau dengan konsep restoran, untuk tempat makan dengan model lesehan rata-rata pemandangan langsung ke pantai tentunya ini menjadi nilai tambah.

Untuk fasilits lainnya terdapat pula MCK, mushala, tempat parkir. Dimalam hari anda pun bisa menikmati suasana pantai masih tetap menarik untuk dinikmati, terutama jika malam pergantian tahun akan sangata ramai sekali.

- Sumbert: http://sukabumiku.com/tempat-wisata/pantai-citepus/#sthash.9lrmnXhz.dpuf

Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng merupkana salah satu objek yang menarik menjadi daerah tujuan Wisata. Pantai ini berjarak sekitar 5 kilometer ke arah barat dari Pantai Ujung Genteng, dan 70 kilometer ke arah Selatan Kota Sukabumi Jawa Barat.

Di daerah Ujung Genteng memang banyak lokasi wisata pantai, Seperti Pantai Ujung Genteng, Pantai Akuarium, Pantai Cibuaya, Pantai Citereum, Pantai Ombak Tujuh, dan Pantai Pangumbahan.

Pantai Ombak Tujuh terkenal akan ombaknya yang tinggi, dan sering digunakan para peselancar mancanegara untuk bermain selancar atau "surfing". Sedangkan pantai yang sangat teristimewa adalah Pantai Pangumbahan.

Pantai Pangumbahan dianggap istimewa dikarenakan pantai ini merupakan tempat konservasi dan penangkaran penyu hijau. Konservasi dan penangkaran  penyu hijau ini dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat.

Lokasi Pantai Pangumbahan memang sangat eksotis, disini masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang dan lebat yang juga menjadi tempat dan kriteria para penyu hijau bertelur.

Seperti banyak kita ketahui penyu hijau merupakan salah satu hewan yang hampir punah dan patut dilestarikan. Supaya bisa menyaksikan Penyu Hijau bertelur secara langsung dari alam sebaiknya persiapkanlah diri anda dengan perlengkapan seperti Sweater yang berfungsi menahan terpaan angin malam, lampu senter, minuman dan makanan kecil.

Di Pantai Pangumbahan kita bisa melihat penyu hijau bertelur antara jam 23.00 sampai 04.00 dini hari. Biasanya para penyu hijau bertelur antara bulan Agustus hingga bulan maret. Bisanya pada bulan itu kita bisa melihat belasan bahkan puluhan induk penyu hijau bertelur.

Pusat penangkaran penyu hijau kini telah dikelola oleh Pemerintah daerah setempat dengan cara membangun sekitar 6 posko pengamatan. Para pengunjung tidak sembarangan bebas melihat para penyu hijau bertelur. Di sini para pengunjung akan ditemani oleh para petugas untuk berjalan-jalan melihat penyu hijau bertelur.
( eko "teckoajaib" )

Sumber: http://edmuid.blogspot.com/2013/10/tempat-penangkaran-penyu-hijau-di.html

Apakabar sahabatku?
Setelah sebelumnya saya memasang artikel tentang Pantai Pelabuhan Ratu, kali ini saya mau berbagi informasi lagi, yaitu tentang Pantai Loji  Sukabumi.
Banyak hal tentang sejarah yang akan didapatkan jika berkunjung ke Pantai Loji, diantaranya adalah sejarah vihara..

Pantai Loji terbilang indah, plus wisata vihara/ Foto-foto: Susi TNOLPantai Loji terbilang indah, plus wisata vihara/ Foto-foto: Susi TNOLBagi Anda, mungkin pergi ke objek wisata Pantai Pelabuhan Ratu sudah hal biasa. Tapi, tahukah, sebenarnya Anda telah melewatkan objek wisata yang lain yang tidak jauh dari Pelabuhan Ratu.

Di tempat ini, ternyata tak hanya dapat menikmati keindahan laut. Namun,  khususnya, bagi pengunjung yang beragama Budha, bisa beribadah.

Ya, Loji nama Pantai dan tempat ibadah tersebut.  Pantai Loji ini terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya dari Pelabuhan Ratu kurang lebih 30 km.

Jalur untuk ke sana dari Pelabuhan Ratu cukup mudah, karena tersedia kendaraan umum baik ojek maupun angkot. Namun, yang disayangkan adalah jalannya yang sangat tidak terawat dan berlubang, bahkan sempit.

Sepertinya, pemerintah setempat kurang memperhatikan objek wisata ini. Padahal, objek wisata ini berpotensi. Keindahan pantai dan udaranya begitu sejuk. Belum lagi terdapat Vihara, yang tak hanya tempat ibadah. Tapi, juga bisa dibilang sejarah kebudayaan Indonesia.

Nama vihara ini adalah vihara Nam Hai Kwan Im Pu Sa atau bisa disebut dengan lebih singkat sebagai Vihara Loji. Vihara Loji menjadi tempat ibadah bagi umat Budhisme Thailand.

Menurut sejarah, vihara ini dibangun  oleh seseorang kebangsaan Thailand bernama Anothai Kamonwathin, yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia. Selama 30 tahun dengan nama kebesarannya yaitu Ibu atau Mama “Airin” berusia (62 tahun) dan membaur dengan warga setempat maupun warga-warga masyarakat lainnya.

Mama Airin, merupakan satu-satunya penggagas  bangunan Vihara sebagai tempat Ibadah yang didirikan pada tanggal 08 Agustus Tahun 2000 yang diberi nama Vihara “Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa”

Menurut penduduk setempat, bahwa jauh sebelum vihara ini dibangun mama Airin mengaku mendapat mimpi  dan di lokasi Vihara inilah yang menjadi sarananya. Konon 600 tahun silam, saat zaman Dinasti Ching, Vihara ini telah ada. Namun, karena termakan waktu dan usia menjadi sangat tidak terlihat bentuk aslinya. Makanya vihara ini dibangun kembali.

Padepokan Prabu SiliwangiPadepokan Prabu SiliwangiVihara Nam Hai memiliki simbol Naga yang melambangkan energi (Chi) dan permulaan yang baru. Ada dua patung naga berkepala tujuh yang akan menyambut pengunjung di pintu masuk, yang merupakan titik awal dari sekitar 300 anak tangga untuk mencapai puncak vihara. Namun, sepertinya belum ada pengunjung yang berhasil menghitung tepat 300 tangga, bahkan ada yang bilang 400 tangga.

Memang, untuk menaiki tangga ini butuh energi yang kuat. Jika lelah, maka menghitung tangga pun akan kacau, seperti yang terjadi pada TNOL saat berkunjung ke sana.

Di tempat peribadatan umat Budha ini, ada 8 lapisan pada masing-masing lantai. Diantaranya, Dewi Bumi, Dewa Bumi,Budha Maetra / Milefo, Dewi Kwan Im, Padepokan Eyang Semar, Padepokan Prabu Siliwangi, Budha Four Face / Se Mien Fo dan Padepokan Ratu Pantai Selatan (Nyi Roro Kidul).

Nama hotel di Pelabuhan Ratu yang berlambang NagaNama hotel di Pelabuhan Ratu yang berlambang NagaNamun, saat datang ke padepokan Nyi Roro Kidul, ternyata tidak banyak pengunjung yang mendekat, bahkan masuk. Konon, katanya untuk masuk dan memotret ke alam harus izin penjaganya terlebih dahulu.

TNOL pun mendatangi salah satu penjaganya dan meminta izin masuk untuk memotret ke dalam. Namun, penjaga mengatakan untuk memotret harus disertai dengan keberanian, jika tidak berani alias merasa takut, lebih baik niat tersebut diurungkan.

Akhirnya, setelah mencoba masuk, ternyata di dalam sangat terasa kekuatan mistiknya. Bau bunga melati pun tercium dengan kuatnya. Di sana terdapat kamar tempat peristirahatan sang Ratu yang di tata indah dan sangat rapi.

Sumber: http://www.tnol.co.id/wisata-griya/15766-pantai-loji-wisata-vihara-yang-mistis.html?device=desktop

Bagi kawan-kawan yang ingin belajar desain, atau blog, silahkan Klik disini





Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Pantai Pelabuhan Ratu yang terletak l.k. 60 km arah selatan dari Kota Sukabumi, adalah sebuah tempat Wisata di di pesisir selatan Jawa Barat, di Samudra Hindia. Ombaknya terkenal sangat kuat dan karena itu bisa berbahaya.


Pantai ini terkenal karena terdiri dari perpaduan antara pantai yang curam dan landai, batu-batu karang yang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam.

Tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, sehingga Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 19660 di Tanjo Resmi. Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Inna Samudra Beach Hotel (SBH), salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada “Sarinah”, yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Fasilitas Rekreasi
Selain hotel besar dan mewah Samudera Beach Hotel, di daerah ini terdapat pula sejumlah hotel dan losmen kecil, Pondok Dewata resor adalah salah satu villa mewah yang cukup laris dikunjungi wisatawan. Tidak berapa jauh dari pantai Pelabuhan Ratu terdapat beberapa lokasi wisata lainnya, seperti pantai Karang Hawu yang letaknya sekitar 20 km dari kota Pelabuhan Ratu terdapat pantai karang yang menjorok ke laut dan berlubang di beberapa bagian itu. Bentuk karangnya lebih mirip tungku, dalam bahasa Sunda disebut “Hawu”. Karena itulah tempat ini dinamai orang Pantai Karang Hawu. Pantai-pantai lain yang terletak di daerah ini antara lain adalah pantai Cibareno, Cimaja, Cibangban, Break Water, Citepus Kebon Kelapa dan Tanjo Resmi.

Sekitar 17 km dari Pantai Pelabuhan Ratu terdapat sumber air panas di Cisolok, yang airnya mengandung Belerang yang tinggi dan berguna bagi kesehatan.

Di seputar Pelabuhan Ratu, paling tidak ada sembilan titik lokasi untuk Berselancar, yaitu di Batu Guram, Karang Sari, Samudra Beach, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh sampai Ujung Genteng. Masing-masing pantai mempunyai ombak dengan karakteristiknya sendiri.

mitos
Menurut kepercayaan rakyat setempat, Pantai Pelabuhan Ratu dihuni oleh  Nyai Roro Kidul, yang diakui sebagai penguasa Pantai Selatan. Kepercayaan ini begitu kuatnya sehingga konon di Samudera Beach Hotel disediakan sebuah kamar khusus untuk tempat kediaman sang penguasa.

Orang juga percaya bahwa di pantai Karang Hawu terdapat makam Nyai Roro Kidul.

Pelestarian fauna
Pantai Pelabuhan Ratu juga terkenal sebagai tempat bertelur dan berbiaknya  Penyu yang terancam punah, dan karenanya termasuk salah satu binatang yang dilindungi di dunia. Namun demikian penyu-penyu di Pantai Pelabuhan Ratu masih sering ditangkapi untuk dimakan dagingnya sementara badannya dan kulitnya dijadikan cendera mata dan telurnya diambil untuk dikonsumsi masyarakat.

Sumber Asli wikipedia
Diberdayakan oleh Blogger.