Tampilkan postingan dengan label Kab Sukabumi. Tampilkan semua postingan

Gado Bangkong
Foto dari google :)
Ini Sukabumi - Sob, dulu sebelum saya datang langsung kesana, banyak pikiran dan khayalan tentang apakah dan bagaimanakah Gado Bangkong itu.
Ternyata begitu kesana, saya pun tahu Gado Bangkong itu seperti apa. 
Gado Bangkong terletak di Pusat Kota Pelabuhan Ratu, merupakan sebuah jembatan tua yang meenjorok ke laut, persis di belakang gedung Tourism Information Center (TIC).
Kondisinya sekarang memang begitu mengkhawatirkan, tiang betonnya sudah mulai rapuh, dinding batu mulai ambruk hampir memutus akses ke darat.

Di kawasan ini terdapat dermaga dan tempat penjualan ikan hasil tangkapan para nelayan. Pada dermaga ini wisatawan dapat menyaksikan jual beli dan belanja berbagai ikan segar dan ikan yang sudah dikeringkan.

Menengok kebelakang, keberadaan Gado Bangkong dari masa pendudukan Belanda sangatlah penting selain untuk docking kapal dagang dan kapal-kapal nelayan dari Bugis dsb. Di era tahun 1970-an karena akses jalan belumlah sebaik sekarang, warga luar Palabuhanratu seperti dari Jampang, Ciemas, maupun perbatasan Banten memanfaatkan Gado Bagkong untuk bongkar muat kapal barang kebutuhan pokok, dari mulai garam dan hasil panen seperti cengkeh, beras dan buah-buahan lainnya ke pasar Palabuhanratu yg letaknya berdekatan.(visitsukabumi.com)





Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng, Sukabumi
Pantai Ujung Genteng, Sukabumi
Tinjauan

Keindahan pantai selatan menanti Anda dimana debur ombak ditemani cakrawala bersih dan pasir putih menyuguhkan keterasingan yang mengasyikkan. Ujung Genteng menyajikan simfoni alam yang menentramkan dan melerai segala kepenatan. Sapalah keindahannya dalam kombinasi debur ombak dan spektrum langit dan laut yang beradu biru.

Lokasi Pantai Ujung Genteng berada di wilayah Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 km dari Jakarta dan 230 km dari Kota Bandung, serta 120 km dari kota Sukabumi.  Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan. 

Ujung Genteng letaknya memang cukup jauh tetapi keindahannya sungguh lengkap hingga membuatnya begitu dekat dengan hati Anda. Butuh kesabaran untuk sampai ke tempat ini. Sebelum sampai garis pantainya, Anda harus melalui jalan berkelok-kelok namun ketika kaki menginjak garis pantainya maka riak ombak Samudera Hindia akan membuat Anda melupakan kelelahan. Karang-karang yang terhampar luas bersama pasir putih yang menyilaukan mata membuat hati terpesona kemolekannya.

Di sinilah Anda akan menikmati jernihnya air laut dan pantai yang bersih. Di pantai ini pula Anda bisa ikut nelayan menangkap lobster. Walaupun menghadap ke Samudera Hindia namun ombaknya yang besar tak membahayakan karena lebih dulu pecah berserak terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai. Tempat ini akan memanjakan Anda dengan alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman.

Dengan panjang garis pantai sekitar 16 km mengarah ke Barat menjadikan Ujung Genteng sebagai obyek wisata terindah sepanjang pesisir pantai selatan. Keindahannya tak kalah dari Pantai Pelabuhan Ratu yang telah lebih dulu terkenal.

Di Ujung Genteng, selain deburan ombak yang menggulung, batu karang yang terjal, dan pasir putih yang terhampar luas, ada juga Muara Cipanarikan. Muara ini tempat bertemunya Sungai Cipanarikan yang membelah Suaka Marga Satwa Cikepuh dengan air laut. Sebelum masuk ke laut, air sungainya berbelok-belok membentuk alur yang menyerupai ular yang sedang berjalan, sehingga terbentuk hamparan pasir yang sangat luas.

Tidak sedikit wisatawan yang datang dari luar wilayah Kabupaten Sukabumi seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan sebagainya. Mereka datang berombongan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor (touring). Hal ini mengingat dengan bersepeda motor sepanjang perjalanan menuju tempat wisata ini melewati tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Rute Sukabumi, Palabuhan Ratu, Cigaru merupakan rute favorit bagi rombongan touring wisata ini. Dari Cisarakan Anda dapat menikmati lanskap yang luar biasa dan hamparan pesisir pantai Palabuan Ratu yang terlihat jelas.

Pada masa kolonial, Ujung Genteng merupakan dermaga bagi kapal-kapal Belanda yang berlayar di Samudera Hindia. Ketika Jepang berkuasa, memanfaatkan pantai ini untuk mengangkut hasil alam Sukabumi. Saat ini yang tersisa hanya puing-puing saja. Hanya tembok kokoh pemecah ombak dan pondasi mercusuar yang masih terlihat.


Kegiatan

Keindahan pantai ini sungguh menyegarkan, pinggang pantai yang luas sudah cukup membentangkan perasaan Anda. Bertelanjang kaki-lah dan rasakan pasir pantai menyeruap di sela jemari. Telinga Anda benar-benar disusupi hanya deburan ombak dan deru angin yang riuh rendah.

Di Ujung Genteng Anda dapat  melihat langsung penyu hijau (Chelonia mydas) tepatnya di pantai Pangumbahan. Setiap kali bertelur, seekor penyu bisa menghasilkan 100 butir telur. Biasanya penyu yang akan bertelur naik ke darat malam hari untuk membuat lubang. Peristiwa bertelurnya penyu merupakan pertunjukkan yang sangat ditunggu-tunggu pengunjung. Di tempat ini terdapat empat jenis penyu endemik Ujung Genteng. Namun, habitat mereka mulai berkurang, hanya Penyu Hijau yang sering dijumpai bertelur. Bila Anda ingin menyaksikan penyu bertelur disarankan jangan membuat keributan, karena hal ini akan membuat penyu enggan bertelur. Setelah penyu bertelur dengan bantuan senter dan tongkat Anda dapat menggali lubang tempat bertelurnya. Kedalamannya bisa mencapai 1 meter bahkan lebih.

Temukan lokasi berselancar di ”Ombak Tujuh” yang merupakan kawasan favorit selancar bagi wisatawan mancanegara. Sebutan Ombak Tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak berukuran besar. Di sekitar Ombak Tujuh terdapat beberapa pulau kecil yang memiliki pantai yang jarang terjamah. 

Untuk Anda yang suka memancing maka Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.

Ujung Genteng juga memiliki objek wisata proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana dengan memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Kunjungi juga Cibuaya yaitu tempat yang sangat pas untuk berendam atau berenang. Bentuknya berupa cekungan pantai dengan kedalaman bervariasi antara 0,5 meter sampai 6 meter. Anda akan dapati di dalamnya terumbu karang yang indah dan menikmati matahari terbit dari balik hutan Cikepuh atau terbenam di ujung samudera. Bagi yang hobi mancing, Cibuaya merupakan tempat yang sangat cocok sebab ikan kakap dan krapu banyak berkeliaran di lokasi ini.

Muara Cipanarikan ada butiran pasir yang halus kerap jadi arena mainan anak-anak. Mereka berlari-larian atau membentuk gambar atau tulisan namanya sendiri. Bila Anda menelusuri sisi pantainya banyak pula dijumpai ikan-ikan hias berenang bebas di antara sela-sela karang terjal. Di muara ini banyak pula terdapat binatang laut, seperti kepiting, belibis, biawak, dan ikan-ikan muara.


Transportasi

Pantai Ujung Genteng berada di Kabupaten Sukabumi. Tempat ini dapat dicapai melalui Jampangkulon-Surade, ibu kota kecamatan yang terdekat. Kendaraan dapat dengan mudah mencapai Pantai Ujung Genteng, bahkan juga sudah terdapat angkutan umum menuju ke Ujung Genteng. 

Perjalanan menuju Ujung Genteng dapat ditempuh selama 6-8 jam, tergantung kemacetan di Sukabumi, Jalur ke arah puncak. Jalanannya beras


Kuliner

Sebagian besar warung makan di Ujung Genteng menu makanannya berbahan makanan laut. Anda bisa membeli sendiri ikan dari nelayan atau di tempat pelelangan ikan kemudian meminta tolong pada pemilik warung atau tempat kita bermalam untuk mengolahnya sesuai menu yang kita inginkan. Anda juga bisa memilih menu makanan yang sudah disediakan oleh warung-warung di sekitar Pantai Ujung Genteng.


Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/612/pantai-ujung-genteng-sukabumi

Arung Gelombang di Pantai Citepus
Foto : Dinas Pariwisata Kab. Sukabumi
Ini Sukabumi - Sob, pasti sudah tahu kan tentang serunya bermain Arung Jeram, di Sukabumi juga kan ada dua tempat yang menjadi tempat bermain Arung Jeram, yaitu :


Nah ternyata, ada lagi tempat bermain dengan gelombang air, tapi bukan di sungai seperti biasanya, melainkan langsung diatas gelombang ombak laut.

Ya, permainan tersebut biasa di sebut "Arung Gelombang".
Di Sukabumi sendiri, pantai yang udah dijadikan tempat bermain Arung Gelombang adalah Pantai Citepus, jadi kalau sobat semua mau merasakan tantangan baru, Arung Gelombang ini bisa jadi solusinya.

Nah kalau sobat mau tahu tentang Pantai Citepusnya sendiri, sobat bisa membaca artikel Pantai Citepus Sukabumi

Kesenian Asli Dari Kabupaten Sukabumi

Kesenian  Dari Kabupaten Sukabumi
Keseniann Dogdog Lojor

Di Kabupaten Sukabumi terdapat 8 jenis model kesenian tradisional yang tersebar di 7 kecamatan, diantaranya adalah:

  1. Seni Parebut Se’eng
  2. Jipeng,
  3. Dog-dog Lojor
  4. Topeng,
  5. Gondang Buhun
  6. Gekbreng
  7. Putri Kadita
  8. Pakujajar

Selain itu terdapat 101 organisasi kesenian yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

*Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi

Daftar Pantai di Kabupaten Sukabumi

 Pantai di Kabupaten Sukabumi


Sebenarnya ada banyak sekali pantai di Kabupaten Sukabumi, tapi kali ini saya baru nulis 19 pantai, nanti di update lagi deh, oke :D

Ini dia Daftar Pantainya :

  1. Pantai Pelabuhan Ratu
  2. Pantai Palangpang / Pantai Ciwaru 
  3. Pantai Ujung genteng
  4. Pantai Minajaya
  5. Pantai Karang Embe
  6. Pantai Cibareno
  7. Pantai Cibangban
  8. Pantai Karanghawu I
  9. Pantai Cimaja
  10. Pantai Karangnaya
  11. Pantai Citepus 
  12. Pantai Cikakak
  13. Pantai Batu Kaca
  14. Cihaur
  15. Pantai Gadobangkong
  16. Pantai Loji
  17. Pantai Palangpang
  18. Pantai Ombak Tujuh
  19. Pantai Pangumbahan


CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN SUKABUMI


No
Nama Cagar Budaya
Alamat/ Letak
Jenis Cagar Budaya
1
Goa Gunung Sungging
DS. Waluran,Kec.Waluran
Goa Alam
2
Batu Puter
Ds. Gunungbatu
Kec. Ciracap
Batu Karang Bentuk Mahkota
3
Makam Kramat Rd. Puspadinata
Ds. Gunungsugging
Kec. Surade
Kujang,Pedang,Keris,Trisula,Golok,Makam Tua
4
Bangunan Tua
Ds. Ciracap, Kec. Ciracap
Benteng Pertahanan Tentara Jepang
5
Makam keramatRd. Wirasantri/Eyang santridalem
Ds. Sukamukti
Kec. Waluran
Keris Singabarang,Saung Kuluntung,Batu Wulung,Perkakas Kuningan,Tulisan Kuno, Makam Tua.
6
Makam keramat Rd. Wirakanti Kusumah (Embah Kopral)
Ds. Kedaleman
Kec. Surade
Golok Embah Kopral, Goong Kecil, Makam Tua
7
Situs Ciawi tali
Ds. Simarasa
Menhir
8
Situs Megalit Gunung Rompang
Ds. Kertajaya
Kec. Simpenan
Batu Kursi, Menhir, Batu Telapak Tangan
9
Makam Keramat Embah Goong
Ds. Parakansalak
Kec. Parakansalak
Makam Tua, Menhir
10
Situs Sumur Tujuh Gunung Bentang
Ds. Gn. Bentang Kec.Cicurug
6 buah lubang berbentuk bulat, 4 buah lubang berbentuk segi empat,2 buah goa
11
Megalit Batu Gedongan
Ds. Cipurut
 Kec. Cireunghas
Makam Tua, Menhir
12
Situs Garuda Mupuk
Ds. Cisaat, Kec. Cicurug
Menhir, Batu Bergores,Batu Kursi, Dolmen
13
Goa Cipucung
Ds. Waluran Kec. Waluran
Goa Batu Alam
14
Goa Gelam
Ds. Cikarang, Kec. Cidolog
Goa Alam
15
Curug Caweni
Ds. Cidolog, Kec. Cidolog
Air Terjun, Patung Batu
16
Situs Tugu Gede Cengkuk
Ds.Margalaksana Kec.Cikakak
Batu Gores,Batu Dakon
17
Punden Berundak Pangguyangan
Desa Sirnarasa,
 Kec. Cikakak
Punden Berundak, Menhir
18
Situs Ciarca
Desa Margalaksana
 Kec. Cikakak
Menhir,Dolmen,Batu Lojang,Patung Batu
19
Situs Salak Datar
Desa Cimaja, Kec. Cikakak
Menhir,Dolmen, Batu dakon
20
Batu Lumpang
Desa Karangpapak
Kec. Cisolok
Lumpang Batu ,Menhir,Dolmen, Batu Umpang
21
Batu Kujang I Dan II
Desa Cisaat, Kec. Cicurug
Menhir, Batu Kolam,Dolmen
22
Batu Bergores
Desa Kutajaya, Kec. Cicurug
Menhir, Dolmen
23
Tugu Sukaraja
Desa Pasir Halang
Kec. Sukaraja
Batu Tugu Menhir
24
Makam Kramat Gn. Sunda
Desa Cimaja, Kec. Cikakak
Makam Tua:1. Wali Sakti Kudratullah2. Punden Berundak3. Embah Tadjimalela4. Embah Djaga Raksa
5. Embah Dalem Raksayuda
25
Makam Kramat Gunung Gobong
Desa Cijurey
Kec. Gegerbitung
Makam Tua Tempat Peristirahatan Syekh Maulana Yusuf
26
Megalitik Embah Doong
Desa Parakansalak
Kec.  Parakansalak
Menhir, Makam Tua
27
Curug Sawer
Desa Cipamingkis
Kec. Cidolog
Air Terjun, Tempat Bersejarah
28
Makam Keramat Syech Spmadullah
Desa Sirnaresmi
Kec. Gunung Guruh
Makam Tua, Menhir, Batu Telapak Tangan
29
Situs Kujang Cicurug
Desa Tenjo ayu
Kec. Cicurug
-
30
Situs Megalitik Pra Sejarah
Desa Kertajaya, Kec.Cicurug
-
31
Goa Kutamaneh
Kec. Gunung Guruh
-

Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi

Sumber : Dinas Pariwisata dan Budaya Propinsi Jawa Barat

Angguk Rengkong
Foto: Disparbud Jabar
Angguk Rengkong yaitu alat pemikul padi yang di pergunakan pada pertunjukan Rengkong. Angguk Rengkong terbuat dari Awi Guluntungan (Bambu Gelondongan), terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda.   

Ketika Angguk Rengkong di pergunakan untuk memikul padi sambil berjalan atau bergerak akan mengeluarkan bunyi yang di sebabkan oleh gesekan antara pemikul (Angguk Rengkong) dengan tali pengikat padinya (Salang). Tali pengikat padi ini pun terbuat dari bambu yaitu Awi Tali.   

Dua gantungan pada satu pikulan akan menyebabkan perpaduan bunyi. Apa bila pikulannya Iebih dari satu maka gesekan Angguk Rengkong dengan Salang (tali pengikat padi) pun akan menimbulkan berbagai bunyi serta iramanya akan menyebabkan paduan bunyi berirama yang cukup enak untuk di dengar walau pun tidak ada nada atau pun lagu yang tersajikan. Apa lagi bila ada lebih dari satu pikulan, mereka berjalan secara bersama­sama.   

Perkembangan seni Helaran Rengkong tidak akan terlepas dari Angguk Rengkongnya sendiri. Karena itu di daerah yang warganya bertani, sebagian warganya ada yang menyisihkan lahan tanahnya untuk menanam bambu sebagai bahan pembuat Angguk Rengkong, seperti di daerah pesawahan, terutama di Kampung Adat Ciptarasa (dahulu Sirnaresmi) di kabupaten Sukabumi Selatan. Juga di daerah Priangan seperti di Banjaran dan Ciwidey            kabupaten Bandung. Rengkong selalu di sertakan pada Upacara Seren Taun atau Pesta Rakyat Iainnya yang ada kaitannya dengan Talari.   

Angguk Rengkong pada Seni Helaran, papa pemikulnya akan berada paling depan. Di ikuti oleh rombongan Angklung dan Dogdog serta pemikul peralatan mengolah sawah., seperti Cangkul, Garu, Waluku dan barisan petani yang kadang­kadang    berjingrak mengikuti alunan Angklung yang di sertai irama  dan bunyi Angguk Rengkong.   

Angguk Rengkong itu di beri hiasan dengan potongan bambu sebesar jari tangan yang panjangnya sekitar 50 cm, di pasang di kedua ujungnya menunjuk ke atas serta pada setiap ujung atasnya di beri hiasan Bunga asli atau Bunga dari kertas berwarna atau dari kain berwarna. Bila para pemain Rengkong berjalan atau menggerakkan pikulannya maka batang-batang bambu itu akan bergoyang serta bunga-bunganya pun ikut bergoyang menambah menariknya pemandangan. Namun kini Ranggeuyan (tangkai) pada Angguk Rengkong sudah jarang di dapat sehingga Rengkongnya di jadikan sebagai barang Iangka.

Nara Sumber : Achmad Juniarto, Wikipedia
Penulis : Nunik Sumasni, Tangguh Sutjaksono, Ardiatmiko

Museum Palagan Bojongkokosan
Foto : Kaskus.co.id
Museum Palagan Bojongkokosan, terletak di Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi yang dikenal dengan nama Palagan Bojongkokosan. Tepatnya di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi.

Museum Palagan Bojongkokosan dibangun sebagai tanda penghargaan bagi para pahlawan yang gugur pada Peristiwa Bojongkokosan yang terjadi pada tanggal 9 Desember 1945, yaitu pertempuran antara para pejuang Sukabumi melawan tentara Inggris dan Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA).

Di dalam museum tersebut terdapat 4 (empat) buah vitrin, baling-baling dan kaca jendela pesawat serta foto nama-nama pahlawan yang gugur dalam Peristiwa Bojongkokosan. Ada juga tujuh buah maket yang menggambarkan tentang peristiwa di Bojongkokosan, mulai dari penyusunan kekuatan para pejuang sampai pemakaman Jenazah para pahlawan.

Pertempuran Bojongkokosan memang kalah terkenal jika di bandingkan dengan peristiwa tanggal 10 Nopember di Surabaya namun bagi masyarakat sekitar kejadian, lebih nyata karena masih ada beberapa saksi hidup yang mengalami langsung peristiwa tersebut yang tidak jemu-jemu menceritakan kembali kisah kepahlawanan tersebut kepada para generasi muda.

Sungguh membanggakan terutama bagi masyarakat Sukabumi khususnya, karena ternyata Sukabumi memiliki pejuang-pejuang yang tak kalah dengan daerah lainnya di Nusantara. Sayangnya peristiwa tersebut yang merupakan perang besar belum tercatat dalam sejarah nasional bangsa Indonesia. terbukti di buku-buku pelajaran para siswa, tidak ada yang secara spesifik menceritakan peristiwa Bojongkokosan.

Pembelajaran hidup yang perlu kita teladani dan dijadikan momentum untuk tetap memelihara jiwa dan semangat kepahlawanan pejuang-pejuang bangsa di daerah yang tak kalah heroik dengan semangat kedaerahannya.
Memang, banyak hal yang bisa dipelajari dari generasi pejuang di negeri tercinta Indonesia, antara lain semangat berjuang, keikhlasan, keteguhan hati, semangat pantang menyerah, keberanian, tidak mengejar imbalan dan seterusnya.

Kita generasi muda banyak berhutang kepada generasi pejuang. Generasi yang tidak membutuhkan pamrih, penghormatan dan fasilitas Negara. Karena berjuang memang butuh kesabaran dan pengorbanan baik harta maupun jiwa raga.

Sebuah tonggak sejarah perjuangan di tanah Cibadak, dimana puluhan pejuang dan ratusan rakyat yang dengan gagah berani memperjuangkan bangsa dan negara Indonesia dengan mempertaruhkan jiwa serta raganya. MERDEKA!!!



Nara Sumber : Achmad Juniarto, Wikipedia 
Penulis : Nunik Sumasni, Tangguh Sutjaksono, Ardiatmiko 

Bojongkokosan
Foto : Kaskus.co.id
Orang yang tidak tahu sejarah, tidak akan mengerti hari ini dan tidak memiliki konsep untuk masa depan” demikianlah kutipan pernyataan R.H. Eddie Soekardi selaku tokoh sejarah pada peristiwa pertempuran Bojongkokosan.

Peristiwa Bojongkokosan pada tanggal 9 Desember 1945 merupakan awal dari serangan-serangan yang disusun oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pimpinan Letnan Kolonel Eddie Sukardi. Peristiwa tersebut kemudian menjadi pemicu awal dalam peristiwa yang dikenal dengan Perang Konvoy dan merupakan perang Konvoy pertama (The First Convoy Battle) tanggal 9 hingga tanggal 12 Desember 1945. Sedangkan Perang Konvoy kedua terjadi pada tanggal 10 hingga tanggal14 Maret 1946.

Penghadangan sepanjang 81 km mulai dari Cigombong, Bogor hingga Ciranjang, Cianjur, telah mengakibatkan banyak korban dari kedua belah pihak :
  •  Pihak sekutu, 50 orang meninggal, 100 orang luka berat dan 30 orang menyerah
  •  Pihak pejuang, 37 orang meninggal
Pertempuran melawan Sekutu di Gekbrong merupakan pertempuran yang pertama antara barisan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan tentara Inggris (Sekutu) di daerah Sukabumi yang telah menyisakan rasa penasaran bagi para pejuang karena belum berhasil mengalahkan pihak Sekutu.

Kesempatan untuk menggempur musuh terbuka pada tanggal 2 Desember 1945 di Desa Bojongkokosan. Di desa tersebut terjadi dua kali pertempuran. Pertempuran pertama tidak menimbulkan banyak korban tetapi pertempuran ke dua, Minggu tanggal 9 Desember 1945, merupakan pertempuran yang menggemparkan dunia, karena banyaknya korban yang gugur dari pihak tentara Inggris (sekutu).

Pertempuran Bojong Kokosan adalah pertempuran yang terjadi saat iring-iringan tentara Inggris (Sekutu) ketika hendak memperkuat pasukannya di Bandung, disergap oleh para pejuang Indonesia di Bojongkokosan, Sukabumi.

Para pejuang menyebutkan bahwa pasukan Sekutu yang hendak menuju Bandung, hanya terdiri dari ratusan tentara dan dikawal oleh tank jenis Stuart serta persenjataan modern. Sekitar pukul 15.00,

Kendaraan pengawal iring-iringan tentara Inggris (Sekutu) terjebak lubang yang disiapkan oleh para pejuang di jalan yang diapit oleh dua tebing di Bojongkokosan.

Pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan rakyat Sukabumi menyergap iring-iringan tentara Inggris (sekutu). Tercatat, 50 tentara Inggris (sekutu) tewas, 100 terluka dan 30 lainnya hilang.
Peristiwa penyergapan tentara sekutu oleh para pejuang di desa Bojongkokosan memberi inspirasi dan menambah motivasi bagi para pejuang di Bandung dalam melawan tentara sekutu hingga akhirnya timbul peristiwa bersejarah lain yaitu “Bandung Lautan Api”.

Sementara di Inggris, terjadi kehebohan karena jumlah korban yang jatuh di pihak sekutu dianggap cukup besar dan salah satu yang tewas ada seorang perwira tinggi tentara kerajaan Inggris hingga terjadilah perdebatan di parlemen Inggris yang juga menarik perhatian dunia.

Akhirnya Inggris membalas perbuatan para pejuang tersebut dengan menugaskan angkatan udaranya untuk membombardir kawasan Cibadak dan Cisaat. Desa-desa di sekitar arena pertempuran yang ditinggalkan kemudian dibombardir oleh pasukan udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force).

Ratusan rumah hancur, setelah Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) melakukan serangan balasan. Inggris (Sekutu) membombardir beberapa desa di Kompa, Parungkuda dan Cibadak hingga hancur dan rata dengan tanah.

Pada peristiwa pertempuran , 73 pejuang gugur dan nama para pejuang yang gugur, sebagian diabadikan dalam catatan di museum Bojongkokosan.

Berikut Kilas Balik Peristiwa Bojongkokosan :
.
Peristiwa Bojongkokosan berawal dari berita yang diterima oleh para pejuang Sukabumi di Pos Cigombong. Ada serombongan iring-iringan truk berisi tentara Inggris (sekutu) menuju Sukabumi. Mendengar berita tersebut, Kompi III pimpinan Kapten Murad dan Laskar Rakyat Sukabumi segera menduduki tempat pertahanan di pinggir (tebing) utara dan selatan jalan di Bojongkokosan.

Barisan pejuang yang terlibat dalam peristiwa Bojongkokosan diperkuat senjata rampasan dari tentara Jepang. Selain penghadangan laju kendaraan pasukan Sekutu dilakukan pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Laskar Rakyat seperti Barisan Banteng pimpinan Haji Toha, Hisbullah pimpinan Haji Akbar dan Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) langsung ikut bergabung.

Menjelang sore, iring-iringan tentara Inggris (sekutu) datang dari arah Bogor. Mereka diperkuat dengan puluhan tank, panser wagon dan truk berisi ribuan pasukan Gurkha. Iring-iringan tersebut masuk garis pertahanan Tentara keamanan Rakyat (TKR). Saat mendekati tebing Bojongkokosan, pejuang dan rakyat melepaskan tembakan. Pasukan Tentara keamanan Rakyat (TKR) dan Laskar Rakyat melakukan penyerangan secara sporadis.

Menyadari ada serangan, pasukan sekutu bersenjatakan peralatan perang modern melakukan pembalasan. Mereka membombadir pertahanan pejuang dengan tank baja dan senapan mesin. Balasan serangan sekutu membuat pertahanan pejuang menjadi sasaran lesatan peluru dan mortir.

Para pejuang berhasil lolos setelah beberapa jam melakukan penyergapan. Mereka meloloskan diri dari serangan balasan setelah hujan deras disertai kabut mengguyur kawasan tersebut.

Melihat pejuang berhasil lolos, pasukan Inggris (sekutu) marah dan menyerang dengan membabi buta. Karena tidak terima, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Laskar Rakyat kembali melakukan penyerangan terhadap iring-iringan tentara Inggris (sekutu) yang diboncengi oleh tentara Belanda.

Pertempuran kembali terjadi di sepanjang jalan Bojongkokosan hingga perbatasan Cianjur seperti Ungkrak, Selakopi, Cikukulu, Situawi, Ciseureuh hingga Degung. Pertempuran juga meluas hingga lintasan Ngaweng, Cimahpardi, Pasekon, Sukaraja, hingga Gekbrong di perbatasan Sukabumi-Cianjur.

Tentara sekutu yang dalam perjalanan ke Bandung dibuat gentar. Akhirnya komandan sekutu mengajak berunding dengan pemimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pemerintah setempat. Diwakili Komandan Resimen III, Letnan Kolonel (Letkol) Edi Sukardi, akhirnya disetujuilah usulan gencatan senjata.

Gencatan senjata berlangsung hanya sehari. Tentara sekutu melakukan tindakan tidak terpuji. Tepat tanggal 10 Desember 1945, tentara sekutu kembali membombardir Kecamatan Cibadak. Pengeboman tersebut tercatat dalam majalah Belanda Fighting Cocks karangan Kolonel Doulton. Serangan pesawat-pesawat tempur itu bahkan tercatat sebagai yang terbesar sepanjang Perang Dunia II. Sekutu melakukan pengeboman udara setelah mengetahui puluhan tetaranya tewas di tangan pejuang dan rakyat.


Upacara Labuh Saji
Foto : Disparbud Jabar
Ini Sukabumi - Sob, sudah seharusnya kita mempeertahankan dan melestarikan budaya di negeri kita ini, karena kalau tidak dilestarikan, lambat laun pasti akan menghilang.
Di Sukabumi sendiri banyak budaya-budaya dan juga tradisi-tradisi yang patut dilestarikan, dan juga bisa dijadikan untuk menarik wisatawan, diantaranya adalah Upacara Adat Labuh Saji.

Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan. 
Mayangsagara mulai melakukan upacara labuh saji sebagai tradisi tahunan sejak abad ke-15 untuk memberikan bingkisan kepada Nyi Roro Kidul yang waktu itu dipercaya sebagai penguasa laut selatan. 
Mayangsagara melakukan upacara itu agar rakyatnya mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan.   Mitos yang berkembang menyatakan, Nyi Putri Mayangsagara merupakan putri Raden Kumbang Bagus Setra dan Ratu Puun Purnamasari yang berkuasa di Kerajaan Dadap Malang (kini masuk wilayah Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi). 

Bagus Setra adalah keturunan Kerajaan Pakuan (Bogor) yang meninggalkan kerajaan dan memilih berdiam di Dadap Malang karena konflik internal.   Dalam syukuran nelayan, sepasang ayah dan putrinya yang digambarkan sebagai Mayangsagara dan Bagus Setra diarak dari Pendapa Kabupaten Sukabumi ke dermaga Palabuhanratu. 
Mayangsagara dan Bagus Setra yang naik delman menjadi pusat perhatian ribuan pengunjung dalam setiap kali perayaan syukuran nelayan.    

Berlokasi di Kelurahan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi, dilaksanakan setiap tanggal 6 April (Hari Nelayan). Labuh (melabuh/menjatuhkan ) sesajen ke laut dengan harapan agar hasil tangkapan berlimpah setiap tahun dan memelihara hubungan baik  dengan Nyi Roro Kidul.    

Dahulu sesajen yang digunakan berupa kepala kerbau/kambing, namun sekarang diganti dengan menaburkan benih ikan, benur (bibit udang), dan tukik (anak penyu) ke tengah teluk Pelabuhanratu.   
Tukik dan sidad adalah wujud kesuburan laut. Untuk itulah, nelayan menebarnya ke laut dengan harapan laut Palabuhanratu tetap subur dan memberikan banyak ikan bagi setiap nelayan yang turun ke laut.

Batu Bergores Kutajaya
Foto : Dinas Pariwisata Jabar
Ini Sukabumi - Sob, ternyata di Sukabumi itu terdapat beberapa peninggalan peradaban masa lalu, diantaranya adalah Situs Batu Bergores Kutajaya.
Situs ini terletak di Kampung Kutajaya, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Batu bergores berada di tanah milik keluarga H. Sukardi, dan sekarang situs ini dipagar kawat berukuran 12,5 m x 5 m. Di sekeliling situs ini terdapat pemukiman dan juga perkebunan warga. Asalnya batu bergores ini terletak di lahan sebelahnya yang permukaannya lebih tinggi, namun karena ada penggalian dibawahnya, akhirnya batu ini terbawa longsor.

Di tempat semula, terdapat peninggalan kehidupan manusia dimasa lampau lainnya, yaitu sebuah menhir setinggi 118 cm.

Batu tersebut merupakan peninggalan manusia yang hidup di masa pra sejarah. Dinamai batu bergores karena adanya goresan-goresan pada permukaannya.
Semula goresan tersebut berada di bagian atas, namun sekarang, goresan tersebut berada disisi barat batu.
Goresan-goresan yang terdapat pada batu tersebut berupa 5 mata tombak, bulatan-bulatan, serta garis-garis vertikal dan horizontal.


Wisata Budaya Kabupaten Sukabumi

Ini Sukabumi - Sob, ada banyak sekali Wisata Budaya di Kabupaten Sukabumi yang berpotensi untuk menarik wisatawan, obyek wisata budaya tersebut adalah:
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya.Lokasinya berada di Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, dengan titik Koordinatnya adalah 06 47` 10,4`` S, 106 29` 52 E

Sejumlah barang ditemukan di Situs Megalitik Cengkuk, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan ini menguatkan dugaan Cengkuk pernah menjadi pusat kebudayaan zaman megalitik yang terus berlanjut pada zaman logam.

Sebagai salah satu acara ritual masyarakat nelayan Palabuhanratu, inti dari pesta ini adalah persembahan rasa syukur atas segala rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Seren Taun, yang dilaksanakan setiap bulan Agustus, merupakan upacara peyerahan hasil bumi berupa padi yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan di leuit . 

Secara geografis, Desa Sirnaresmi terletak di 6 48' 54" BT dan 106 33' 3" LS. Secara administrasi, Desa Sirnaresmi termasuk dalam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.

Secara administratif terletak di Kampung Tenjolaya Girang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug. Situs ini terletak di lereng Gunung Salak di areal yang bergelombang. Secara astronomis terletak pada koordinat 645 09 LS dan 10644 39 BT.

-Situs Batu Bergores Kutajaya
Batu Bergores Kutajaya , secara administratif terletak di Kampung Kutajaya, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. 

-Situs Tugu Sukaraja
Secara administratif terletak di Kampung Tugu, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja. Kampung ini terletak pada daerah perbukitan dengan permukaan tanah yang bergelombang. Secara astronomis terletak pada koordinat 655 02 LS dan 10658 33 BT. 

-Situs Tugu Gede
Secara administratif situs Tugu Gede terletak di Kampung Cengkuk, Kelurahan Margalaksana, Kecamatan Cikakak. Secara astronomis situs ini terletak pada koordinat 653 45 LS dan 10630 34 BT. 

-Upacara Labuh Saji
Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan.

-Kerajinan Batu Mulya
Sebagai barang berharga yang banyak diminati, saat ini Batu Aji tidak hanya berupa batu cincin saja tetapi juga dalam bentuk berbagai jenis barang, mulai dari perhiasan wanita, cinderamata, dan berbagai barang kerajinan lainnya.Lokasinya berada di Kawasan Sukaraja dengan titik Koordinatnya 654,657'S 10658,59'E

Kesenian hasil revitalisasi Anis Djatisunda, dari teater Uyeg Abah Ita Citepus Sukabumi, ini merupakan pertunjukan Uyeg sangat berbeda dengan genre teater rakyat lainnya. Hal itu disebabkan karena hadirnya tokoh sakral Sanghyang Raja Uyeg di panggung pertunjukan.

-Situs Museum Palagan Bojongkokosan
Selintas Museum
Site Museum Palagan Bojongkokosan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi, sebagai tanda peringatan dan rasa hormat pada para pahlawan yang gugur pada Peristiwa Bojongkokosan .Lokasinya berada di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda dengan titikKoordinatnya 6 49' 42" S, 106.760452 E

Lokasi dan Lingkungan
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya.

-Angguk Rengkong
Angguk Rengkong yaitu alat pemikul padi yang di pergunakan pada pertunjukan Rengkong. Angguk Rengkong terbuat dari Awi Guluntungan (Bambu Gelondongan), terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda.

Legenda "Nyai Loro Kidul "
Inna Samudra Beach adalah satu dari 16 unit Inna Hotel Group dibawah naungan PT.Hotel Indonesia Natour,berlokasi di kota Palabuhanratu - Jawa Barat, tepatnya pada kawasan pantai Laut Selatan yang dipagari oleh pegunungan dengan koordinat 657,815'S 10630,428'E, hutan tropis dengan lintasan sungai-sungai yang menggambarkan sebuah keindahan alam yang memikat serta sarat akan budaya dan legenda.

Kesenian Dogdog Lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau Kesatuan Adat Banten Kidul yang tersebar disekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor dan Lebak). 

Oleh      : Eeng Herman

Palabuhanratu Water Park Destinasi Wisata Air 

water park
Foto : sukabumidalamberita
Ini Sukabumi - Di Citepus Palabuhanratu, selain tempat untuk rekreasi wisata bahari akan keindahan pantai dan lautnya, namun disini juga telah hadir Palabuhanratu Water Park taman rekreasi air water park yang akan memberikan hiburan kepada warga Kota Palabuhanratu dan sekitarnya, karena saat ini masih terbilang minim fasilitas untuk  hiburan masyarakat.

Palabuhanratu Water Park dibangun di area seluas 1,7 hektar di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, tepatnya di kawasan objek wisata Citepus, memiliki enam wahana permainan utama. Sekeluarga bisa bermain sepuasnya di family slide, ada juga boowel, kolam sport besar dan kecil, kolam arus, dan masih banyak lagi. Tower slice merupakan permainan yang cukup menantang. Seseorang diajak bertualang dengan meluncur di ketinggian tower menuju kolam melalui spiral slides dan race slides.

Kendati Palabuhanratu Water Park sebulan lalu baru diresmikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi dan Kapolres Sukabumi, AKBP. Asep Edi Suheri, namun pengunjung dari berbagai wilayah hampir setiap harinya berdatangan untuk menikmati berbagai wahana permainan air didalamnnya. 

Menurut pengelola Palabuhanratu Water Park, Rudi A. Fridnanda, sejauh ini Palabuhanratu Water Park masih masa promosi memberikan diskon bagi pengunjung dengan harga tiket sebesar Rp15 ribu dari harga tiket yang ditetapkan. Diskon ini diperkirakan akan berlaku selama pekerjaan penambahan sarana Palabuhanratu Water Park rampung semuanya. Dimana saat ini masih tahap perampungan pekerjaan sarana penunjang lainnya. 

"Palabuhanratu Water Park merupakan salah satu wahana permainan air pertama dan terbesar di Palabuhanratu. Saat ini kita berikan diskon sebesar-besarnya untuk pengunjung," kata Rudi, kepada Sukabumi Dalam Berita, Jumat (28/2). 

Rudi mengatakan, Palabuhanratu Water Park dirancang sebagai destinasi keluarga. Untuk memberi kenyaman pada pengunjung di dalam area water park, selain wahana permainan utama, dilengkapi juga gazebo, kantin, mushola, kamar mandi, serta kamar ganti. 

"Disini juga tersedia fotografer langsung bisa dicetak dan kios yang menjajakan aneka rupa souvenir," jelasnya. 

Beroperasinya Palabuhanratu Water Park tambah dia, melengkapi sejumlah objek wisata yang ada di Palabuhanratu dan sekitarnya. Sehingga wisatawan yang sedang berkunjung ke Palabuhanratu tidak merasa bosan dengan suasana di kawasan tersebut. 

"Wahana ini merupakan destinasi keluarga yang dapat dijadikan wisata permainan air. Namun sekarang masih ada penambahan wahana permainan air lainnya untuk melengkapi sarana yang ada. Mudah-mudahan tak lama lagi bisa diselesaikan," ujarnya.

Palabuhanratu Water Park diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Palabuhanratu. Karena di kawasan tersebut, fasilitas semacam ini belum ada. Dengan demikian, Palabuhanratu Water Park dapat menghidupkan kembali gairah kepariwisataan Sukabumi agar lebih dicintai wisatawan. 

Berani Menginap di Kamar Nyai Roro Kidul?
Foto : Detik Travel
Ini Sukabumi - Beranikah Sobat menginap di Kamar 308 Hotel Inna Samudera, Pelabuhan Ratu? Kamar ini kabarnya ditempati oleh Nyai Roro Kidul. Lukisan Nyai Roro kidul, warna yang serba hijau, dan bau dupa, menghiasi kamar ini. Jika berani, cobalah!

Pelabuhan Ratu, Sukabumi, merupakan tempat bersantai dan berwisata bagi para pecinta pantai. Pantainya bersih yang indah akan memanjakan siapa pun yang datang. Akan tetapi, satu hal yang tidak kalah terkenal dari Pelabuhan Ratu adalah legenda Nyai Roro Kidul. Legenda Nyai Roro Kidul sangat terkenal di daerah ini, bahkan mitos yang melarang untuk memakai baju hijau saat ke pantai pun sangat ditaati.

Nyai Roro Kidul bersemayam di sepanjang wilayah pantai selatan Pulau jawa. Ada yang bilang, Nyai Roro Kidul mempunyai kerajaan di dasar laut. Salah satu tempat yang dipercaya sebagai tempat istirahat Nyai Roro Kidul adalah kamar 308 Hotel Inna Samudera.

Hotel Inna Samudera adalah hotel berbintang di kawasan Pelabuhan Ratu. Hotel ini mempunyai fasilitas yang lengkap, mulai dari service yang baik, kolam renang, taman bermain, hingga letaknya yang di pinggir pantai. Hotel ini didirikan pada tahun 1962 oleh Presiden Soekarno. Hotel ini sempat menyaingi beberapa hotel di Bali karena fasilitas dan kemegahannya.

Beranikanlah diri Sobat mengunjungi kamar 308, milik Nyai Roro Kidul. Kamar ini tak pernah sepi dari para pelancong, yang ingin meminta ilmu dan berdoa di kamar tersebut. Sampai Julia Perez, artis terkenal, pun menginap di tempat ini. Tenang saja, Sobat tidak harus menginap, tetapi cukup membayar biaya sukarela sekitar Rp 35.000 untuk melihat dari dekat kamar ini.

Sobat akan diantar oleh salah satu petugas hotel menuju kamar ini. Begitu masuk, suasana mencekam akan langsung menghampiri Sobat. Warna hijau dan bau-bau dupa serta sesajen dapat Sobat rasakan. Kamar ini cukup simple, hanya memiliki satu kasur serta kamar mandi. Akan tetapi, kebersihan kamar ini tetap terjaga, karena untuk menghormati Nyai Roro Kidul.

Di dekat kasur, terpampang lukisan Nyai Roro Kidul yang besar, konon ia biasanya beristirahat di tempat ini. Di kamar ini pun, Sobat dapat melihat banyaknya surat-surat dari hasil doa dan pertapaan orang-orang. Isinya, banyak yang meminta rezeki dan jodoh.

Selain itu, juga terdapat banyak perhiasan, baju, dan pemberian-pemberian orang-orang yang bertapa untuk Nyai Roro Kidul. Sobat pun diperbolehkan untuk mengambil gambar di sini, tapi ingat, jangan pernah berkata-kata kasar dan senonoh.

Dijamin, Sobat tidak dapat berlama-lama di kamar ini, sebab banyak orang yang berkunjung untuk menginap. Harga untuk menginap, diperkirakan sekitar jutaan rupiah. Jadi, apakah Sobat berani menginap di kamar 308 Hotel Inna Samudera malam Jumat ini?
Sumber : Detik Travel


Geopark Ciletuh 'Tersembunyi' di Selatan Sukabumi
Foto Ciletuh geopark dapet jepretan kang Dedi Suhendra
Ini Sukabumi - Di Ciletuh inilah, terdapat kelompok bebatuan berumur paling tua di Pulau Jawa. Keberadaan taman bumi (geopark) menjadikan daerah ini sangat unik dan langka secara geologi.

Selain di tempat ini, masih ada dua tempat serupa di Pulau Jawa. Yakni di Karangsambung, Kebumen yang telah diresmikan sebagai cagar alam geologi serta di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Batuan yang tersingkap di permukaan Ciletuh memperlihatkan pemandangan yang sangat eksotis, baik dari segi komposisi batuannya maupun dari segi alamnya. Ini menjadikan Ciletuh sangat unik dan menarik buat dikunjungi dan dipelajari.

Gugus batuan di sini yaitu batuan bancuh yang berumur pra-tersier atau zaman kapur sekitar 55 juta hingga 65 juta tahun lalu, kandungan fosil, proses, dan bentang alam, serta proses geotektonik yang jarang ditemukan. Semua itu merupakan bukti proses alam khususnya geologi yang dapat diunggulkan dan dibanggakan Provinsi Jabar.

Geopark Ciletuh ini memiliki karakteristik yang khas, unik, sekaligus langka. Kawasan ini memperlihatkan dua penggalan kerak bumi yang berbeda sifatnya karena tersusun dari batuan yang berasal dari lempeng samudera dan lempeng benua. Adapun singkapan batuan atau fenomena lainnya dapat ditemukan di daerah komplek Gunung Beas, Gunung Badak, dan Gunung Citireun.

Pada akhir pekan lalu, Bio Farma bersama Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (Papsi) dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar memperkenalkan keunikan dan keunggulan Geopark Ciletuh.

Direktur Utama Bio Farma Iskandar mengatakan, kawasan ini memiliki potensi wisata geologi yang unik dan eksotik. Bio Farma, katanya, memiliki desa binaan baru di kawasan ini, yakni Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas.

Dia menilai kawasan Ciletuh sangat penting sebagai lokasi untuk mempelajari ilmu geologi, khususnya aspek tektonik, petrologi, stratigrafi, mikropaleontologi, dan geomorfologi. Selain itu, Geopark Cilteuh juga memiliki masyarakat yang masih mempertahankan budaya dan kearifan lokal.


Batu Unik dan Curug Tersebar di Geopark Ciletuh

“Untuk itulah Bio Farma bersama Pemprov Jabar dan komunitas Papsi berinisiatif mengembangkan Kawasan Ciletuh menjadi kawasan percontohan untuk kelengkapan wisata geologi di Jawa Barat,” paparnya.

Kawasan Ciletuh berjarak sekitar 135 km Dari Kota Sukabumi. Kontur jalan yang naik turun, menikung, ditambah sempitnya jalan dan kerusakan di sejumlah titik, membuat waktu tempuh dari Kota Sukabumi ke Ciletuh baru dapat dicapai sekitar enam jam.

Namun, perjalanan panjang itu akan terbayarkan saat kita sudah tiba di kawasan tersebut. Teluk Ciletuh, Pulau Mandra dan keindahan alam lainnya, berupa batu-batu tua dan air terjun, seolah-olah menjadi obat penghilang lelah.

Ketua Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (Papsi) Endang Sutisna memaparkan, di Ciletuh para wisatawan bisa melihat batu dengan relief menyerupai batik. Relief di batu yang berusia jutaan tahun lalu itu, kata Endang, merupakan hasil buatan alam.

Selain itu, lanjutnya, ada Batu Kasur yang berbentuk menyerupai kasur, Batu Jendela yang berbentuk menyerupai jendela, dan Batu Haok yang bisa memantulkan bunyi ketika kita berteriak.

Keindahan alam di wilayah itu, dilengkapi dengan masih adanya banteng khas Sukabumi bagian selatan. Meski makin jarang dijumpai, Endang meyakinkan kalau banteng itu masih hidup di Ciletuh.

“Yang menarik bagi wisatawan, di daerah sini juga ada sejumlah air terjun, misalnya Curug Awang plus gua yang banyak burung waletnya, Curug Tengah yang memiliki dua undak air terjun pendek, dan Curug Puncakmanik yang memiliki tinggi 100 meter,” jelasnya, Minggu (15/9).

Geopark Ciletuh meliputi sejumlah desa, seperti Tamanjaya, Ciwaru, Mekarsari, Mandrajaya, dan Sidamulya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. Selain warga Sukabumi dan sekitarnya, Endang mengemukakan wisatawan dari Bandung dan Jakarta juga kerap mengunjungi Ciletuh. Selain itu, sejumlah akademisi pun kerap datang untuk melakukan penelitian di kawasan ini.

Dia berharap, Geopark Ciletuh bisa semakin dikenal dan menjadi salah satu Taman Bumi yang dilindungi. Dengan begitu, lanjut Endang, kawasan ini bisa menjadi salah satu andalan wisata alam bagi Sukabumi, atau Jawa Barat.

“Untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah ini sejumlah aspek memang perlu pembenahan, seperti kondisi alam yang saat ini coba kami tingkatkan dengan penghijauan. Selain itu, akses jalan menuju ke Ciletuh juga harus menjadi perhatian,” harapnya.[jul]
Sumber : inilahkoran

Palangpang
Foto : Wisatapantaiselatan
Inisukabumi.com - Pantai Palangpang merupakan salah satu potensi obyek wisata yang memiliki beberapa sarana penunjang dan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Di pantai ini selain dapat menyaksikan keindahan alam para pengunjung dapat menikmati tangkapan ikan para nelayan yang dijual di tempat pelelangan ikan dengan jenis yang bervariasi.

Suasana alam pantai yang memiliki keindahan tersendiri karena di pantai ini vegetasi alam sangat mendukung, air laut cukup jernih dan hembusan angin tidak terlalu besar, gelombang laut yang bersahabat membuat wisatawan yang datang ke pantai ini merasa nyaman, walaupun masih belum didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang memadai, pengunjung ke pantai ini bisa menikmati keindahan wisata yang disediakan secara alami. Jika kita hendak menyebranng turun ke air laut… kita juga bisa mendarat di salah satu pulau kecil yang penduduk setempat meyebutnya dengan nama Pulau Mandra. Pulau ini memang sangat kecil, dan dominasi plataranannya adalah batu karang. Namun jika kita kesana kita bisa menikmati suasana laut yang sesungguhnya dengan demuran ombak menghantam karangnya sangat besar, karena rahnya langsung menuju laut lepas. tapi disini juga kita bisa untuk sekedar memancing ikan kecil-kecilan. Kesebelah selatannya ada tambak udang dan pulau kunti, atau ke sebelah utara ada pasir putih yang cocok untuk kita mancing ikan dari bibir pantai.

Arung Jeram Sungai Citatih Sukabumi
Ini Sukabumi - Jika Sobat suka dengan tantangan, coba saja arung jeram di Sungai Citatih, Sukabumi. Selain mampu memompa andrenalin, juga membuat jantung berdegup kencang. Cocok untuk liburan seru akhir pekan bersama teman atau keluarga.

Arung jeram atau rafting di sungai Citatih, Sukabumi, adalah salah satu perjalanan yang paling menantang juga menyenangkan. Walau sudah cukup lama kejadiannya, tapi saya harap belum cukup basi untuk diceritakan.

Sungai Citatih memiliki arus yang lumayan deras dan kuat, terutama di musim-musim penghujan seperti bulan Desember tahun kemarin. Namun menurut guidenya, waktu yang tepat untuk berarung jeram justru di saat-saat seperti itu. Saat dimana hujan turun dan debit air sungai pasang, sehingga arung jeram semakin menantang.

Tambahan informasi, sungai ini memiliki Grade dari I – IV. Ada yang 9 KM, 12 KM, dan 40 KM. Sedangkan kami lebih memilih jeram 12 KM dengan waktu 2,5 jam.

Kami tiba di sana tengah hari, lalu istirahat dan makan sejenak sembari menunggu jemputan angkot yang akan membawa kami ke titik start arung jeramnya.

Jangan lupa untuk menitipkan barang-barang berharga di bagian penitipan saja (misalnya handphone, kamera dan dompet). Tapi kalau baju dan perlengkapan mandi, titip di tas besar saja yang akan diambil setelah selesai arung jeram.

Sobat tidak perlu membawa kamera, selain karena tidak ada tempat aman (nggak lucu kan bawa kamera saat lagi arung jeram), ada juru foto khusus untuk mengambil momen–momen penting saat arung jeram nanti.

Sungai Citarik
Foto : Detik Tavel
Ini Sukabumi - Jika Sobat belum memiliki rencana untuk libur akhir pekan ini, datang saja ke Citarik. Sungai yang mengalir di Kota Sukabumi ini punya wahana baru yang seru, yaitu berselancar!

Tidak hanya di pantai saja, ternyata surfing atau berselancar juga bisa dilakukan di derasnya arus sungai. Tidak percaya? Datang saja ke Sungai Citarik yang berada di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan yang sudah dikenal dengan wisata arung jeramnya ini juga punya wahana air yang tak kalah menarik.

Sungai ini berada sekitar 30 km arah selatan Sukabumi. Selain itu, objek wisata ini juga tidak jauh jika ditempuh dari Pelabuhan Ratu.

Berselancar di Sungai Citarik

Nah, sesampainya di Citarik, Sobat bisa langsung minta diperkenalkan dengan wahana air yang belum lama dibuka, yaitu river boarding. Wahana yang satu ini cukup mirip dengan surfing dan body boarding di pantai. Hanya saja bedanya papan yang digunakan lebih kecil dan permainannya dimainkan di sungai.

Permainan ini pertama kali ditemukan di Perancis, tepatnya pada tahun 1970-an. Kemudian baru masuk ke Indonesia pada tahun 2000. Hingga sekarang surfing di sungai ini mulai dijadikan sebagai wahana seru di Sungai Citarik.

Sebelum memulai permainan, Sobat diwajibkan untuk melakukan pamanasan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar terhindar dari cedera otot saat melakukan river boarding. Jika sudah siap, Sobat juga diharuskan memakai rompi pelampung dan helm. Pasang dengan kencang, agar aman selama bermain.

Papan yang digunakan juga cukup aman. Berbahan dasar sponge, papan ini cukup lunak. Ukurannya lebih kecil dari papan untuk surfing sekitar 150 x 60 cm, seperti yang dikutip detikTravel dari Visit Sukabumi, Kamis (18/10/2012).

Setelah perlengkapan sudah dikenakan, Sobat bisa langsung mengambil papan dan masuk ke sungai. Tenang saja, pertama kali bermain, Sobat akan diajarkan terlebih dahulu oleh pengelola river boarding. Pertama, papan harus diletakkan persis di depan kita. Kemudian naikkan badan dengan posisi telungkup. Untuk mengarahkan papan, Sobat bisa mengayuh tangan. Semua kendali ada di tangan Sobat.

Jika sudah cukup mahir, Sobat akan dilepas sendirian. Biarkan badan Sobat terbawa arus Sungai Citarik yang deras. Berhubung saat ini sudah memasuki musim hujan, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencoba serunya river boarding.

Ets, keseruan tidak hanya sampai di situ. Nantinya Sobat juga akan dibawa menuju jeram yang cukup menantang. Derasnya air bisa membawa Sobat pada kecepatan hingga 30 km per jam. Wow!

Tetap jaga keseimbangan Sobat dan jangan sampai terjatuh. Caranya, letakkan badan Sobat tepat di tengah-tengah papan. Dengan cara ini, keseimbangan Sobat dijamin jauh lebih kuat.

Jika Sobat sudah cukup 'berteman' dengan jeram di sungai ini. Tak ada salahnya untuk mencoba berselancar di sungai dengan gaya baru, yaitu berdiri. Posisi seperti ini sudah pasti jauh lebih sulit. Untuk menjaga keseimbangan, Sobat cukup merentangkan tangan saja. Tapi, jangan coba berdiri dekat bebatuan, karena terlalu berbahaya untuk keselamatan.

Pada akhir pekan dan libur nasional, river boarding akan ramai dikunjungi. Setiap orang mendapatkan jatah 30 menit bermain dengan biaya Rp 75.000. Bagaimana, apa Sobat tertarik? Yuk, surfing di Sungai Citarik akhir pekan ini!
Sumber : Detik Travel


Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar

Ciptagelar
Foto : Detik Travel
Ini Sukabumi - Kalau mau traveling yang berbeda, kenapa tidak pergi ke desa adat. Cobalah datang ke Kasepuhan Ciptagelar, sebuah kampung adat Sunda di Gunung Halimun. Ini adalah desa yang tidak berubah selama ratusan tahun.

Kasepuhan Ciptagelar adalah kampung adat Sunda yang berada di kawasan Gunung Halimun. Desa adat ini merupakan bagian dari Kasepuhan Banten Kidul.

Kasepuhan Banten Kidul daerahnya menyebar meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor di Jawa Barat dan Kabupaten Lebak di Banten. Desa Ciptagelar yang menjadi bagian dari Banten Kidul ini berada di Sukabumi. Disebutkan mereka berhasil menjaga tradisi selama 600 tahun. (Dikutif dari Detik Travel)

Kampung GedeCiptagelar
Foto : Detik Travel
Kalau sobt semua ingin lebih tahu tentang apa aja kegiatan di Desa Adat Ciptagelar, silahkan baca artikel Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar

Diberdayakan oleh Blogger.