Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan


Pesona Indahnya Pantai Ujung Genteng, Dengan Pantainya Yang Setiap Hari Surut
Iseng coba narik tali perahu :D
Ini Sukabumi - Sob, pernahkan perkunjng ke Pantai Ujung Genteng?
Sebagai salah satu pantai terindah di Kabupaten Sukabumi, Pantai Ujung Genteng memiliki keunikan tersendiri dari pantai-pantai lain di Kabupaten Sukabumi.
Keunikan tersebut terletak pada pantainya yang ketika siang hari akan surut hingga sekitar 100 meter ke arah laut.
Surutnya pantai ini terjadi setiap hari sekitar pukul sembilan pagi, dan mulai pasang lagi setelah sore hari. Ini terjadi karena paktor alam yang disebut "Pasang Surut Laut".

Karang yang nampak ke permukaan ketika air laut surut
Nah, ketika air laut ini surut, maka sobat bisa melihat hamparan karang yang nampak ke permukaan.
Disaat itu, sobat bisa melihat jutaan bintang laut yang sedang mencari makan.

Air laut yang mulai pasang ketika sore hari
Ketika sore hari, air laut mulai pasang, dan sobat bisa menikmati indahnya matahari terbenam / sunset.
Tapi sayang, waktu saya kesana cuacanya lagi mendung, jadi sunshetnya tertutupi awan.
Nah saya saranin buat sobat semua yang mau berkunjung ke Pantai Ujung Genteng, pilihlah waktu yang tepat, yaitu musim kemarau yang bukan hari libur, biar dijalannya ga macet dan juga biar bisa melihat indahnya sunset.

Itu dulu sob yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat ya.
Jangan bosan-bosan berkunjung ke blog ini ya, insyaAllah saya akan terus memposting artikel-artikel terbaru tentang keindahan Sukabumi.

Hastag terkait :

Gado Bangkong
Foto dari google :)
Ini Sukabumi - Sob, dulu sebelum saya datang langsung kesana, banyak pikiran dan khayalan tentang apakah dan bagaimanakah Gado Bangkong itu.
Ternyata begitu kesana, saya pun tahu Gado Bangkong itu seperti apa. 
Gado Bangkong terletak di Pusat Kota Pelabuhan Ratu, merupakan sebuah jembatan tua yang meenjorok ke laut, persis di belakang gedung Tourism Information Center (TIC).
Kondisinya sekarang memang begitu mengkhawatirkan, tiang betonnya sudah mulai rapuh, dinding batu mulai ambruk hampir memutus akses ke darat.

Di kawasan ini terdapat dermaga dan tempat penjualan ikan hasil tangkapan para nelayan. Pada dermaga ini wisatawan dapat menyaksikan jual beli dan belanja berbagai ikan segar dan ikan yang sudah dikeringkan.

Menengok kebelakang, keberadaan Gado Bangkong dari masa pendudukan Belanda sangatlah penting selain untuk docking kapal dagang dan kapal-kapal nelayan dari Bugis dsb. Di era tahun 1970-an karena akses jalan belumlah sebaik sekarang, warga luar Palabuhanratu seperti dari Jampang, Ciemas, maupun perbatasan Banten memanfaatkan Gado Bagkong untuk bongkar muat kapal barang kebutuhan pokok, dari mulai garam dan hasil panen seperti cengkeh, beras dan buah-buahan lainnya ke pasar Palabuhanratu yg letaknya berdekatan.(visitsukabumi.com)





Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng, Sukabumi
Pantai Ujung Genteng, Sukabumi
Tinjauan

Keindahan pantai selatan menanti Anda dimana debur ombak ditemani cakrawala bersih dan pasir putih menyuguhkan keterasingan yang mengasyikkan. Ujung Genteng menyajikan simfoni alam yang menentramkan dan melerai segala kepenatan. Sapalah keindahannya dalam kombinasi debur ombak dan spektrum langit dan laut yang beradu biru.

Lokasi Pantai Ujung Genteng berada di wilayah Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 km dari Jakarta dan 230 km dari Kota Bandung, serta 120 km dari kota Sukabumi.  Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan. 

Ujung Genteng letaknya memang cukup jauh tetapi keindahannya sungguh lengkap hingga membuatnya begitu dekat dengan hati Anda. Butuh kesabaran untuk sampai ke tempat ini. Sebelum sampai garis pantainya, Anda harus melalui jalan berkelok-kelok namun ketika kaki menginjak garis pantainya maka riak ombak Samudera Hindia akan membuat Anda melupakan kelelahan. Karang-karang yang terhampar luas bersama pasir putih yang menyilaukan mata membuat hati terpesona kemolekannya.

Di sinilah Anda akan menikmati jernihnya air laut dan pantai yang bersih. Di pantai ini pula Anda bisa ikut nelayan menangkap lobster. Walaupun menghadap ke Samudera Hindia namun ombaknya yang besar tak membahayakan karena lebih dulu pecah berserak terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai. Tempat ini akan memanjakan Anda dengan alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman.

Dengan panjang garis pantai sekitar 16 km mengarah ke Barat menjadikan Ujung Genteng sebagai obyek wisata terindah sepanjang pesisir pantai selatan. Keindahannya tak kalah dari Pantai Pelabuhan Ratu yang telah lebih dulu terkenal.

Di Ujung Genteng, selain deburan ombak yang menggulung, batu karang yang terjal, dan pasir putih yang terhampar luas, ada juga Muara Cipanarikan. Muara ini tempat bertemunya Sungai Cipanarikan yang membelah Suaka Marga Satwa Cikepuh dengan air laut. Sebelum masuk ke laut, air sungainya berbelok-belok membentuk alur yang menyerupai ular yang sedang berjalan, sehingga terbentuk hamparan pasir yang sangat luas.

Tidak sedikit wisatawan yang datang dari luar wilayah Kabupaten Sukabumi seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan sebagainya. Mereka datang berombongan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor (touring). Hal ini mengingat dengan bersepeda motor sepanjang perjalanan menuju tempat wisata ini melewati tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Rute Sukabumi, Palabuhan Ratu, Cigaru merupakan rute favorit bagi rombongan touring wisata ini. Dari Cisarakan Anda dapat menikmati lanskap yang luar biasa dan hamparan pesisir pantai Palabuan Ratu yang terlihat jelas.

Pada masa kolonial, Ujung Genteng merupakan dermaga bagi kapal-kapal Belanda yang berlayar di Samudera Hindia. Ketika Jepang berkuasa, memanfaatkan pantai ini untuk mengangkut hasil alam Sukabumi. Saat ini yang tersisa hanya puing-puing saja. Hanya tembok kokoh pemecah ombak dan pondasi mercusuar yang masih terlihat.


Kegiatan

Keindahan pantai ini sungguh menyegarkan, pinggang pantai yang luas sudah cukup membentangkan perasaan Anda. Bertelanjang kaki-lah dan rasakan pasir pantai menyeruap di sela jemari. Telinga Anda benar-benar disusupi hanya deburan ombak dan deru angin yang riuh rendah.

Di Ujung Genteng Anda dapat  melihat langsung penyu hijau (Chelonia mydas) tepatnya di pantai Pangumbahan. Setiap kali bertelur, seekor penyu bisa menghasilkan 100 butir telur. Biasanya penyu yang akan bertelur naik ke darat malam hari untuk membuat lubang. Peristiwa bertelurnya penyu merupakan pertunjukkan yang sangat ditunggu-tunggu pengunjung. Di tempat ini terdapat empat jenis penyu endemik Ujung Genteng. Namun, habitat mereka mulai berkurang, hanya Penyu Hijau yang sering dijumpai bertelur. Bila Anda ingin menyaksikan penyu bertelur disarankan jangan membuat keributan, karena hal ini akan membuat penyu enggan bertelur. Setelah penyu bertelur dengan bantuan senter dan tongkat Anda dapat menggali lubang tempat bertelurnya. Kedalamannya bisa mencapai 1 meter bahkan lebih.

Temukan lokasi berselancar di ”Ombak Tujuh” yang merupakan kawasan favorit selancar bagi wisatawan mancanegara. Sebutan Ombak Tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak berukuran besar. Di sekitar Ombak Tujuh terdapat beberapa pulau kecil yang memiliki pantai yang jarang terjamah. 

Untuk Anda yang suka memancing maka Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.

Ujung Genteng juga memiliki objek wisata proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana dengan memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Kunjungi juga Cibuaya yaitu tempat yang sangat pas untuk berendam atau berenang. Bentuknya berupa cekungan pantai dengan kedalaman bervariasi antara 0,5 meter sampai 6 meter. Anda akan dapati di dalamnya terumbu karang yang indah dan menikmati matahari terbit dari balik hutan Cikepuh atau terbenam di ujung samudera. Bagi yang hobi mancing, Cibuaya merupakan tempat yang sangat cocok sebab ikan kakap dan krapu banyak berkeliaran di lokasi ini.

Muara Cipanarikan ada butiran pasir yang halus kerap jadi arena mainan anak-anak. Mereka berlari-larian atau membentuk gambar atau tulisan namanya sendiri. Bila Anda menelusuri sisi pantainya banyak pula dijumpai ikan-ikan hias berenang bebas di antara sela-sela karang terjal. Di muara ini banyak pula terdapat binatang laut, seperti kepiting, belibis, biawak, dan ikan-ikan muara.


Transportasi

Pantai Ujung Genteng berada di Kabupaten Sukabumi. Tempat ini dapat dicapai melalui Jampangkulon-Surade, ibu kota kecamatan yang terdekat. Kendaraan dapat dengan mudah mencapai Pantai Ujung Genteng, bahkan juga sudah terdapat angkutan umum menuju ke Ujung Genteng. 

Perjalanan menuju Ujung Genteng dapat ditempuh selama 6-8 jam, tergantung kemacetan di Sukabumi, Jalur ke arah puncak. Jalanannya beras


Kuliner

Sebagian besar warung makan di Ujung Genteng menu makanannya berbahan makanan laut. Anda bisa membeli sendiri ikan dari nelayan atau di tempat pelelangan ikan kemudian meminta tolong pada pemilik warung atau tempat kita bermalam untuk mengolahnya sesuai menu yang kita inginkan. Anda juga bisa memilih menu makanan yang sudah disediakan oleh warung-warung di sekitar Pantai Ujung Genteng.


Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/612/pantai-ujung-genteng-sukabumi

Arung Gelombang di Pantai Citepus
Foto : Dinas Pariwisata Kab. Sukabumi
Ini Sukabumi - Sob, pasti sudah tahu kan tentang serunya bermain Arung Jeram, di Sukabumi juga kan ada dua tempat yang menjadi tempat bermain Arung Jeram, yaitu :


Nah ternyata, ada lagi tempat bermain dengan gelombang air, tapi bukan di sungai seperti biasanya, melainkan langsung diatas gelombang ombak laut.

Ya, permainan tersebut biasa di sebut "Arung Gelombang".
Di Sukabumi sendiri, pantai yang udah dijadikan tempat bermain Arung Gelombang adalah Pantai Citepus, jadi kalau sobat semua mau merasakan tantangan baru, Arung Gelombang ini bisa jadi solusinya.

Nah kalau sobat mau tahu tentang Pantai Citepusnya sendiri, sobat bisa membaca artikel Pantai Citepus Sukabumi

Daftar Pantai di Kabupaten Sukabumi

 Pantai di Kabupaten Sukabumi


Sebenarnya ada banyak sekali pantai di Kabupaten Sukabumi, tapi kali ini saya baru nulis 19 pantai, nanti di update lagi deh, oke :D

Ini dia Daftar Pantainya :

  1. Pantai Pelabuhan Ratu
  2. Pantai Palangpang / Pantai Ciwaru 
  3. Pantai Ujung genteng
  4. Pantai Minajaya
  5. Pantai Karang Embe
  6. Pantai Cibareno
  7. Pantai Cibangban
  8. Pantai Karanghawu I
  9. Pantai Cimaja
  10. Pantai Karangnaya
  11. Pantai Citepus 
  12. Pantai Cikakak
  13. Pantai Batu Kaca
  14. Cihaur
  15. Pantai Gadobangkong
  16. Pantai Loji
  17. Pantai Palangpang
  18. Pantai Ombak Tujuh
  19. Pantai Pangumbahan


Karang Hawu
Foto : jawaindah.com


























Inisukabumi.com - Pantai Karang Hawu dikenal luas karena kisah mistisnya. Hal itu dikarenakan sebagian masyarakat menganggap pantai ini sebagai lokasi singgasana bagi Lara Kadita, putri Prabu Siliwangi, atau yang lebih populer dengan Nyi Roro Kidul. Persisnya, singgasananya terletak di atas bukit karang yang menjorok ke lautan lepas Samudra Hindia.  Sobat akan melihat karang dan tebing yang menjorok ke laut yang hingga kini masih menjadi ciri khas panorama alam di pantai ini. Disebut Karanghawu karena di area pantai ini terdapat sebuah karang yang menjorok ke laut dan berlubang di beberapa bagiannya, yang membentuk seperti tungku (yang dalam bahasa Sunda disebut ‘hawu’). Pesona alam pantai Karanghawu dengan debur ombaknya saat membentur tebing dapagt menantang untuk Sobat nikmati. Selain itu, Pantai Karanghawu menawarkan panorama alam yang sangat eksotik, dengan udaranya yang sejuk, karang-karang yang memagari pantai, serta hamparan pasirnya yang luas dan lembut. Berbagai aktivitas dapat Sobat lakukan di sini, seperti berenang dan memancing yang sering dilakukan setiap pagi dan menjelang sore, serta aktivitas berselancar (surfing). Lokasi:  Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok.
Sumber : disparbud

Palangpang
Foto : Wisatapantaiselatan
Inisukabumi.com - Pantai Palangpang merupakan salah satu potensi obyek wisata yang memiliki beberapa sarana penunjang dan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Di pantai ini selain dapat menyaksikan keindahan alam para pengunjung dapat menikmati tangkapan ikan para nelayan yang dijual di tempat pelelangan ikan dengan jenis yang bervariasi.

Suasana alam pantai yang memiliki keindahan tersendiri karena di pantai ini vegetasi alam sangat mendukung, air laut cukup jernih dan hembusan angin tidak terlalu besar, gelombang laut yang bersahabat membuat wisatawan yang datang ke pantai ini merasa nyaman, walaupun masih belum didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang memadai, pengunjung ke pantai ini bisa menikmati keindahan wisata yang disediakan secara alami. Jika kita hendak menyebranng turun ke air laut… kita juga bisa mendarat di salah satu pulau kecil yang penduduk setempat meyebutnya dengan nama Pulau Mandra. Pulau ini memang sangat kecil, dan dominasi plataranannya adalah batu karang. Namun jika kita kesana kita bisa menikmati suasana laut yang sesungguhnya dengan demuran ombak menghantam karangnya sangat besar, karena rahnya langsung menuju laut lepas. tapi disini juga kita bisa untuk sekedar memancing ikan kecil-kecilan. Kesebelah selatannya ada tambak udang dan pulau kunti, atau ke sebelah utara ada pasir putih yang cocok untuk kita mancing ikan dari bibir pantai.

Wisata Andalan di Ujung Genteng, Pantai Ujung Genteng


Inisukabumi.com - Sudah tahu mau ke mana liburan akhir tahun kali ini? Datang saja ke Ujung Genteng, Sukabumi, Jabar. Tempat ini adalah surganya pecinta pantai dan air terjun. Pasir putih, pantai yang landai, dan sunset cantik ada di sini.

Untuk menuju Ujung Genteng, Sobat bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jika Sobat menggunakan kendaraan umum, tujuan pertama adalah terminal Sukabumi dan carilah angkutan kota menuju terminal Lembur Situ. Setelah itu, Sobat bisa menggunakan bus atau elf jurusan Surade.

Sesampainya di Terminal Surade, Sobat bisa naik angkot warna merah jurusan Ujung Genteng. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, silakan langsung dari sukabumi menuju Ujung Genteng yang ditempuh selama 3-4 jam perjalanan.

Ujung Genteng adalah alam liar yang sungguh mempesona yang dimiliki oleh Indonesia. Sayangnya, ada beberapa tempat di sana yang kurang terawat dan kurangnya fasilitas-fasiltas pendukung. Banyak jalanan yang menuju Pantai Pangumbahan, Pasir Putih, dan Pantai Ombak 7 yang masih belum di aspal. Namun, hal ini mennjukan bahwa pantai-pantai itu masih alami. Ingat, mesin ATM juga tidak ada di sana lho!

Saya menyarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk traveling ke Ujung Genteng. Hal ini dikarenakan banyak spot pantai dan air terjun yang jaraknya lumayan berjauhan. Selain itu, fasilitas kendaraan umum juga kurang.

Ini dia spot-spot pantai dan air terjun yang indah di Ujung genteng:

1. Pantai Tenda Biru

Pantai ini masih sangat alami karena berada di kawasan hutan lindung yang dijaga pihak TNI AU. Biaya masuknya sebesar Rp 5.000 saja. Pantai ini sangat bagus, karena disaat air surut kita bisa jalan hampir 200-300 meter dari bibir pantai ke tengah. Pasir putih dan hamparan batu karang begitu mempesona, sayang kurang terawatnya pantai ini mengakibatkan banyaknya sampah yang berserakan.

Pantai Minajaya mirip seperti Pantai Tenda Biru. Jika air laut surut, kita bisa melihat ibu-ibu pencari jukut hejo (rumput hijau) di pinggiran ombak dan bapak-bapaknya mencari udang lobster. Di sini, kita bisa membeli ikan atau udang tangkapan nelayan yang masih segar untuk dimasak dan makan di saung-saung pinggir pantai. Lagi-lagi saya tidak menemukan tempat sampah di area pantai.

Wow! Saya terkesima saat datang ke pantai ini. Hamparan pasir putih menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan. Di sini banyak wisatawan asing yang bermain surfing dan adanya tempat penangkaran penyu. Bersyukur, saya bisa melihat pelepasan tukik sebanyak 150 ekor. Semua pengunjung bertepuk tangan di saat tukik-tukik penyu dilepas pemandangan yang mengharukan buat saya.

3. Pantai Amanda Ratu

Pantai ini terletak di villa Amanda Ratu. Kita bisa menikmati laut lepas Samudera Hindia dengan deboran ombak yang memikat hati.

4. Pantai Cipanarikan atau Pasir Putih

Hamparan pasir putih menghiasi pantai ini. Pemandangan yang sangat luar biasa antara pertemuan air laut dan air tawar muara di sini, seolah gurun pasir putih. Sangat alami! Untuk menuju ke pasir putih, kendaraan harus di parkir di sebuah kebun. Lalu kita jalan kurang lebih 3-5 menit menyusuri hutan lindung. Di sanalah kita disuguhi alam liar dengan hamparan pasir putih lambut yang masih perawan.

Maaf sekali saya tidak berkunjung ketempat ini karena waktu saya yang sangat singkat. Untuk menuju ke sana, menurut penduduk setempat, harus menggunakan ojek dengan tarif Rp 150 ribu lalu menyusuri hutan melewati 3 sungai dengan jalan setapak.

Jika hujan, tarif ojek bisa sampai Rp 200-250 ribu karena jalanan sangat terjal. Ombak 7 ini diberi nama oleh wisatawan asing, karena di sana ombaknya bagus untuk surfing. Mudah-mudahan saya bisa ke sana dilain waktu.

Air terjun Cikaso memiliki pemandangan yang sangat luar biasa indahnya. Letaknya memang sangat jauh dari pantai-pantai yang telah saya datangi. Jika Sobat membawa kendaraan sendiri, bisa kembali ke arah Surade dan jika anda menggunakan kendaraan umum, Sobat bisa menyewa ojek atau angkutan kota karena untuk menuju wisata air terjun Cikaso belum ada kendaraan umum.

Dari tempat parkir kendaraan, Sobat bisa naik perahu dengan membayar Rp 60.000 per rombongan. Atau, Sobat bisa jalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 5 menit, kurang lebih 200 meter.

Pertama kali melihat ini saya kurang tertarik, karena curug ini sebuah sungai. Tetapi, setelah saya turun ke bawah, pemandangannya sungguh menakjubkan. Sungai dengan dasar bebatuan menghiasi keindahan tersendiri seperti taman surga, karena saat musim kemarau air terjun ini tidak ada airnya. Ucap syukur yang begitu mendalam, saya bisa diberi kesempatan menikmati alam nusantara ini.



Demikian perjalanan saya ke Ujung Genteng, Sukabumi. Semoga bisa menjadi wawasan tersendiri buat saya dan pembaca untuk melakukan trip wisata alam liar yang ada di bumi Indonesia ini. Saya yakin wisata alam kita tidak kalah dengan negara-negara lainnya. Selalu saya mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta Alam atas keindahan bumi kami sehingga saya bisa menikmati pantai, air terjun, dan sunset yang begitu mempesona.
Sumber : Detik Travel

 Wisata Pantai Sukabumi - Pantai Ombak Tujuh

 Wisata Pantai Sukabumi - Pantai Ombak Tujuh
Foto : Panduanwisata.com
Ini Sukabumi - Berlibur ke Sukabumi jangan hanya bermain di Pantai Pelabuhan Ratu. Sebab, traveler masih bisa menemukan pantai berpasir putih yang cantik tersembunyi di sana, yang bernama Ombak Tujuh.

Mimpi jadi nyata, sangat bisa disebut seperti itu. Apa rasanya bisa meraih mimpi tersebut? Luar biasa!

Ombak tujuh, sebuah pantai di kawasan Jampang, Sukabumi di tengah Samudra Hindia. Keindahannya, udara yang masih bersih dan suasana sepi yang menenangkan membuat kita merasa berada di pantai pribadi. Pantai ini memang belum sepopuler Kuta Bali, tapi memiliki pasir pantai yang putih, jajaran batu karang, dan ombak yang saling berkejaran.

Karena pantai ini masih perawan, jalan menuju ke sana penuh lika-liku dan pendakian. Ada 2 cara untuk menuju pantai ini, yaitu melalui akses darat dan laut. Jangan pernah bayangkan kalau jalan yang akan Sobat lalui mudah.

Pantai Ombak Tujuh

Berikut Saya kasih saran buat Sobat yang ingin mencoba ke sana, terutama untuk yang ingin melalui jalan darat:

1. Jangan coba-coba pergi ke sana tanpa pemandu. Di jamin Sobat pasti stres. Hal ini karena jalur jalan setapaknya sangat banyak, sehingga membuat kepala pusing mencari jalan mana yang harus ditempuh. Tersesat di tengah hutan bukanlah sesuatu yang mengasyikkan. Setuju?

2. Jalan ke sana hanya bisa ditempuh dengan motor. Tapi jangan membawa metic karena banyak medan off road yang sangat menyusahkan bila Sobat membawa jenis motor tersebut. Lebih aman bila menyewa ojek, seharga Rp 150 ribu per orang.

3. Jangan coba-coba ke sana saat hujan. Hal ini karena jalan pasti sangat berlumpur n licin, kecuali kamu bawa motor khusus off road.

4. Bawa bekal yang cukup, terutama air minum karena di sana sulit sekali menemukan warung.

5. Jangan pakai celana pendek, atau Sobat akan merasakan sakitnya tertusuk duri dan ilalang selama perjalanan menuju sana.

6. Perjalanan ini tidak ditujukan untuk yang mentalnya lemah atau manja karena diperlukan kekuatan hati, sikap tenang dan tidak gampang panik untuk bisa mencapai lokasi ini. 

7. Selain itu, minimal Sobat harus pergi berempat. Hal ini agar bisa kerjasama dalam perjalanan sehingga lebih mudah, terutama untuk urusan dorong mendorong. hehe

8. Pada saat perjalanan, Sobat akan menyebrangi 3 buah sungai dan hati-hati di sungai yang terakhir, karena lintah bertebaran di mana-mana. Sobat pastinya tidak ingin kehabisan darah pada saat perjalanan jauh seperti itu.
Sumber : Detik Travel

Pencarian di Google :
ombak 7 ujung genteng, wisata ombak 7, rute pantai ujung genteng, pantai cipanarikan ujung genteng, pasir putih ujung genteng, kondisi jalan menuju ujung genteng 2015, harga tiket masuk pantai ujung genteng sukabumi, pantai cibuaya

Ini Sukabumi - Sob, selain di Batu Tapak, ternyata ada tempat keren lagi nih buat kemping, yaitu di Cipelang.
Lokasinya berada di lereng gunung yaitu masih dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP).
Untuk rutenya, sudah ana post ko di postingan sebelumnya yang berjudul "Menikmati Birunya Langit Di Cipelang", jadi kalau belum tahu, silahkan baca aja ya postingan tersebut, hehe

Untuk biaya kempingnya sendiri lumayan standar, yaitu Rp.25.000/orang, harga tersebut sudah menjadi ketetapan DEPHUT yang membawahi manajerial TNGP.
Harga tersebut sudah termasuk semua ongkos sewa fasilitas yang ada, dan juga biaya asuransi kecelakaan selama berkemah disana.
Tempatnyapun cukup aman sob, karena selalu ada penjaga yang berjaga bergiliran baik siang ataupun malam.

Selain berkemah, disana kita juga bisa asik mandi di bawah guyuran air terjun yang sudah sangat terkenal, yaitu Air Terjun Cibeureum.
Tapi untuk air terjunnya engga saya ceritakan sekarang ya, jadi silahkan saja buka postingan tentang "Air Terjun Cobeureum", oke sob :D

Menikmati Sunset Sambil Berrmain Di Pantai
Inisukabumi.com - Pasti Kalian Semua Pernah Main ke pantai Pelabuhan Ratu mandi di pantai ataupun Main Surfing atau main boggie (papan surfing berbentuk kotak) Pasti Seru Ya


Disini Saya Akan Berbagi cerita tentang Menikmati indahnya sunset di pantai sukawayana-pelabuhan ratu...!



Dimanakah Pantai Sukawayana...???

Pantai Sukawayana Terletak Sesudah Hotel SBH  (Samudra Beach Hotel)sebutan orang sana hotel SBH :D Hotel Tempat Nyiroro Kidul Gan Kalo Agan Ga tau Hotel SBH :)

Kembali Lagi Ke Bahasan Sesudah Melewati Tanjakan Nanti Ada jembatan Lewati jembatan itu lalu belok kiri gan disitu keliatan ada lapang bola tinggal masuk saja.....!

Agan-Agan Semua Bisa Main Bola Di pantai Situ Sama Orang Pribumi Atau Pun Mandi  Tenang aja gan Orang Sana pada ramah ko termasuk saya :) heheheh dan agan Juga Bisa Melihat Ikan-Ikan Di sebelah Barat Di Batu-Batu...!

Menikmati Sunset

Kapan Melihat Sunset nya...??
Sunset Akan Kelihatan sekitar pkl 17.30 gan kalo cuaca cerah agan bisa melihat sunset dengan jelas kalo mendung ya agan cuma bisa lihat awan hitam saja :D
Kalo Mau Lebih Jelas Lagi Melihat Sunset Silahkan Datang saja ke pantai karang papak gan letaknya sebelum pantai karang hawu
terima kasih semoga membantu :)





Inisukabumi.com - Sob, semuanya pasti pada tahu kan tentang Pantai Pelabuhan Ratu. Tapi ada satu tempat lagi di daerah pelabuhan ratu yang mungkin hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya, namanya adalah "Pantai Cimaja".
Pantai ini sangatlah berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di daerah sukabumi, so'alnya pantai ini memiliki ombak yang tinggi, sehingga kurang cocok untuk berenang. Namun dibalik tingginya ombak-ombak disana, terdapat suatu potensi wisata yang sangat dahsyat, yaitu untuk berselancar.

Ya, pantai ini memang sangatlah indah, ditambah airnya yang jernih dan bersih dari sampah, sehingga tidak heran kalau pantai ini disebut "Surganya Para Pesellancar".
Ini bukan hanya teori atau pun satement saya, karena faktanya, setiap hari selalu ada wisatawan asing yang berselancar di pantai ini. 
Mungkin untuk warga Sukabumi sendiri pantai ini kurang mengasikan, karena kurang cocok untuk berenang bebas. Tapi beda halnya untuk para peselancar, mereka akan merasa berada di surga dunianya.

Pantai Cimaja, Bali-nya Sukabumi

Dengan panorama yang indah desertai deburan ombak yang tinggi dan jernih, pantai ini pun sering dijuluki "Bali-nya Sukabumi".
Selain untuk berselancar seperti biasanya, pantai ini pun kerap kali dijadikan tempat untuk Kompetisi Selancar, khususnya Jawabarat, sehingga tidak aneh kalau sering dijuluki Bali-nya Sukabumi.

Untuk sobat semua yang belum bisa berselancar, tenang aja, disana kita bisa kursus kilat ko, dengan pemandu yang sudah propesional, dijamin sobat semua pasti buisa berselancar, jadi jangan khawatir ya :)

Kalau misalkan nanti kesorean disana, tenang aja, banyak ko penginapan ataupun hotel yang pastinya keren dan nyaman.
Jadi kalau misalkan ada waktu dan kesempatan, mending nyempetina aja ya main ke pantai ini, dijamain ga bakalan nyesel deh :)

Kemping Bersama Keluarga di Batu Tapak
Ini Sukabumi - Batu Tapak Camping Ground, terletak di Gunung Salak, tepatnya di Desa Cidahu, Sukabumi. Kalau dari Jakarta sih sekitar 2-3 jam juga bisa nyampe :)
Disana kita bisa kemping bersama keluarga tercinta, karena tempat tersebut aman bagi siapapun, termasuk juga anak-anak.

Bagi kawan-kawan yang mungkin udah punya anak, tempat ini bisa menjadi pilihan yang cocok buat ngasih pengalaman baru bagi anak-anaknya, karena kita bisa asik menyaksikan kelap kelip cahaya bintang ditemani hangatnya udara dari api unggun, kebayang kan asik nya, hehe

Untuk kemping juga terdiri dari beberapa paket ko. Ada yang VIP dengan fasilitas sangat nyaman, tenda dilengkapi dengan kasur, selimut, meja dan kursi serta sarapan pada pagi harinya. Ada juga yang hanya menggunakan sleeping bag. Untuk MCK, kondisi kamar mandi baik dan bersih, lokasinya dekat dengan perkemahan dan dilengkapi pula dengan air panas. 
Jadi ga usah khawatir deh so'al fasillitas :)

Nah untuk pagi harinya, beragam kegiatan bisa dijalani. Mulai dari menikmati sunrise di balik Gunung Gede, trekking menuju air terjun, berjalan di pematang sawah sambil menikmati segarnya udara pagi dan hijaunya pepohonan, dan diakhiri dengan berenang di dinginnya air terjun. Back to nature!
.Wuuuiiiiihhhh..., muantep deh pokoknya sob..
Jadi tunggu apa lagi, kalau mau kemping bareng keluarga, 
Batu Tapak Camping Ground tempatnya. :)

Pantai Cibangban




























Inisukabumi.com - Sukabumi memang dianugrahi dengan sederetan pantai yang sangat indah, banyak sekali pantai yang bisa kita kunjungi di Sukabumi, dan salahsatu pantai yang sayang jika dilewatkan adalah  Pantai Cibangban. 

Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tp juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini .ok

Inisukabumi.com -  Ini dia salah satu pantai yang sayang banget kalau kawan-kawan lewatkan. Pantai Cibangban terletak sekitar 10 km dari Inna Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Jawa Barat. disini jg terdapat banyak pengumpul dan pengrajin batu yang biasa di jadikan sebagai batu hias. Jika kita sedang berkunjung ke sukabumi jgn lupa untuk mampir ke pelabuhan ratu . bukan hanya untuk ke pantai nya saja tp juga jangan lupa untuk melihat pemandangan indahnya pantai Cibangban yang terlihat dari atas jalan utama Cisolok-Cibareno.

Dari atas Jalan utama terlihat air nya yang jernih di hiasi oleh perahu para nelayan. terlebih jika kita melihat pemandangan pantai ini pada malam hari akan terlihat kelap kelip lampu petromak ynag menghiasi dan menambah indah pemandangannya.
Selain itu pada siang hari ketika musim ikan kecil tiba banyak sekali para nelayan yang berkumpul di sisi pantai Cibangban untuk menangkap ikan. Ombaknya yang tidak begitu besar dengan pantai yang relatif landai bisa jg di jadikan tempat untuk berenang.
Jadi buat anda yang menyukai traveling  jangan lewatkan untuk mampir ke tempat indah ini .ok.

For the English language version, please click here


Ini SukabumiKarang hawu begitulah panggilan untuk pantai yang indah ini, bila anda jalan jalan ke Pelabuhan Ratu rasanya ada yang kurang bila tidak berkunjung ke pantai karang hawu, masyarakat setempat beranggapan bahwa lokasi ini dipercaya sebagai lokasi singgasana bagi Lara Kadita, putri Prabu Siliwangi, atau yang lebih populer dengan Nyi Roro Kidul. Persisnya dan singgasananya  terletak di atas bukit karang yang menjorok ke lautan lepas Samudra Hindia.
Bila anda berkunjung kesana anda akan melihat tebing yang menjorok ke laut, dan banyak karang berlubang dibawahnya, sehingga masyarakat setempat memberikan nama pantai karang hawu, pantai yang jernih dan sejuk cocok buat anda yang ingin menghilangkan rasa penat di dada untuk  berdiam diri disana sambil menghirup udara segar.
Pesona alam pantai Karanghawu dengan debur ombaknya saat membentur tebing dan akan merasakan ada tantangan untuk Anda nikmati. Selain itu, Pantai Karanghawu menawarkan panorama alam yang sangat eksotik, dengan udaranya yang sejuk, karang-karang yang memagari pantai, serta hamparan pasirnya yang luas dan lembut. Berbagai aktivitas dapat Anda lakukan di sini, seperti berenang dan memancing yang sering dilakukan setiap pagi dan menjelang sore, serta aktivitas berselancar. 

Ini Sukabumi - Siapa sih yang tidak kenal dengan Pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal dengan mitosnya yaitu Nyi Roro Kidul. Sampe-sampe artis sekelas Julia Perez pun ikut eksis pengen ketitisan Suzzana dan Nyi Roro Kidul *hmmm jupe jupe...*
Namun tidak banyak yang tahu kalau ternyata di pelabuhan ratu ada sebuah wihara yang sangat indah sekali, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa itulah namanya, atau biasa dipanggil oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Kuil Dewi Kwan Im *bener gak ya nulisnya* hehehee


Vihara NAM XAI KWAN SE IM PU SA atau lebih dikenal Vihara DEWI KWAN IM. Vihara ini didirikan oleh Ibu Airin atau lebih dikenal dengan nama Mamah Airin oleh masyarakat di sekitar kampung Loji. Beliau mendirikan Vihara ini pada tahun 2000.

Asal muasal beliau mendirikan Vihara ini karena mimpi tentang keinginan Ratu Laut Kidul untuk memindahkan Vihara yang terletak di daerah Malang, Jawa Timur.

Bangunan Vihara ini berdiri di sebuah tebing diatas pantai Loji, terdiri dari 5 bangunan ibadah dimana masing-masing bangunan mempunyai nama, salah satunya adalah pendopo Prabu Siliwangi. Vihara ini sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah untuk beribadah, ada juga yang bertujuan untuk mencari obat. Pengunjung Vihara ini sebagian besar adalah mereka yang beragama Budha.

Kegiatan yang rutin dilakukan pada Vihara ini adalah Blessing yaitu untuk membuka aura, biasa dilakukan setiap jum’at kliwon. Ada juga pemandian Air Suci, biasa dilakukan setiap penanggalan cap go atau setiap tanggal 15 penanggalan Cina dengan tujuan untuk membuka rezeki, kesehatan dan lain sebagainya.


Satu upacara yang tidak boleh Anda lewatkan selama di Sukabumi adalah Pesta Nelayan Palabuhanratu. Sebagai salah satu acara ritual masyarakat nelayan Palabuhanratu, inti dari pesta ini adalah persembahan rasa syukur atas segala rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam acara ini, wisatawan dapat menyaksikan acara ritual berupa tari-tarian yang mengiringi sepasang raja dan ratu yang diarak di atas pedati sebagai simbol penguasa Ratu Pantai Selatan. Sedangkan acara puncaknya adalah  pelepasan ribuan Tukik ( anak penyu ) ke dalam laut.
Hari syukuran nelayan yang selalu di adakan pada tanggal 6 april adalah kebiasaawan rutin setiap tahunnya, buat teman-teman yang ingin melihat acara syukuran nelayan sebaiknya ada tips khusus, pertama anda datang di awal waktu, sebaiknya anda datang tgl 5 april, cari penginapan yang sesuai dengan uang saku anda. di jamin kujungan anda akan serasa tidak di buru-buru karena sempitnya waktu.



Sasakala Pantai Minajaya

Tepatnya sebelah selatan dari arah Surade merupakan tempat pariwisata yang berada di Kecamatan Surade. Pantainya subur dengan rumput laut yang melimpah sehingga bisa memberikan penghidupan bagi masyarakat sekitar. Selain itu pantai Minajaya kaya akan ikan laut.
 
Pantai Minajaya merupakan tempat rekreasi warga masyarakat Surade dan sekitarnya bahkan dari luar kota Sukabumi maupun mancanegara. Pantainya indah dan rindang dengan tumbuhnya pepohonan di pinggir pantai. Panoramanya sangat indah sekali terutama pada saat sore hari. Kita bisa melihat Sunset yang menghias pantai minajaya. Semilir angin pantai begitu nikmat, hingga kalau kita duduk di tenda-tenda yang tersedia tanpa terasa sering tertidur lelap. Pesisir pantainya memang hampar, ombaknya tidak besar sehingga anak-anak kecil dengan bebas bisa mandi sepuas-puasnya tanpa ada rasa kekhawatiran. Di sana terdapat mata air. Masyarakatnya begitu bersahabat. Kita bisa memesan nasi dan ikan bakar dengan harga yang sangat murah.

Pantai Minajaya semula bernama Pantai Kutamara. Sejak tahun 1964 berubah menjadi Pantai Minajaya yang diberikan oleh sebuah pasukan pramuka. Adapun sejarahnya sebagai berikut :

Tanggal 12 April 1964 warga masyarakat pantai Kutamara dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar yang menyeruak ombak pantai menuju ke pesisir. Suara pluit panjang tiada henti-hentinya berbunyi. Menambah ketakutan masyarakat yang ada di sana saat itu. Apalagi setelah kapal merapat ke pantai yang disusul dengan turunnya para awak kapal yang membawa jangkar. Masyarakat yang ada di pantai Kutamara kocar kacir mencari perlindungan. Mereka menyangka bahwa kapal itu kapal perang Malaysia yang sengaja menyerang dari arah selatan. Berita itu langsung tersebar ke seluruh wilayah Surade, Ciracap dan Jampangkulon.

Mendengar kejadian itu kepala Desa Pasiripis Bapak Yahya Cholil melaporkan kedatangan kapal tersebut ke kantor kecamatan, Polisi dan BODM (sekarang Koramil). Semua instansi dan lembaga disibukkan atas kejadian itu. Terutama BODM sebagai Tentara Darat yang harus siap setiap saat mempertaruhkan harta dan nyawa demi negara Indonesia.

Pemerintah Kecamatan Ciracap yang saat itu pemerintahannya dijabat oleh Bapak Adeng segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Sukabumi, Bapak Kudi. Pada saat itu kantor pemerintahan kecamatan Ciracap berada di Surade tepatnya di prapatan arah  Lapang Lodaya Setra (sekarang Bunderan Surade) dekat Mesjid kaum Al-Jalil. Para upas dan para pemimpin disemua tingkatan berusaha menenangkan rakyat. Sedangkan Juru Penerangan Bapak Jahid, menyarankan agar setiap mesjid mengadakan doa bersama supaya masyarakat Surade selamat dan selalu hati-hati terhadap serangan Malaysia.

Begitu juga dengan kepolisian Sektor Ciracap yang dikomando oleh Bapak Juhro bersiap siaga dan segera melaporkan hal tersebut ke Kapolres Sukabumi. Tidak hanya itu semua guru pun berkumpul untuk ikut menjaga stabilitas keamanan, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Di bawah komando Bapak Saleh Somapraja mereka bertindak. Begitu juga dengan TNI-AURI dengan PGT (Pasukan Gerak Tjepat) nya di bawah komando Bapak AULADI siap siaga untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi. Semua masyarakat Surade menyangka bahwa kapal tersebut kapal musuh dari Malaysia. Semua warga siap siaga dengan segala macam peralatan yang ada. Mulai dari para pemuda, orang tua bahkan pejuang veteran siap bertempur melawan Malaysia.  Karena pada saat itu sedang terjadi konfrontasi antara negara Indonesia dengan negara Malaysia memperebutkan Irian Jaya dari tangan Belanda.

Berkat kesigapan dan kerja keras pasukan TNI-AU dan TNI-AD (BODM) dapat diketahui bahwa kapal yang datang tersebut kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut sehingga terombang-ambing dan terdampar ke pesisir pantai Kutamara.

Tiga hari kemudian setelah pemberitahuan dari pemerintah setempat, masyarakat Surade dan sekitarnya datang ke pantai Kutamara untuk menyaksikan sendiri kapal tersebut. Ternyata benar kapal tersebut terdampar pada sebuah karang kurang lebih 300 meter dari pesisir pantai. Pada badan kapal tertulis Minajaya 2. Sehingga tanpa disadari dan peresmian yang syah dari pemerintah pengakuan Minajaya bagi pantai Kutamara terjadi akibat sering terucap dan teringat nama Minajaya.

Seminggu kemudian, tepatnya hari Minggu, 19 April 1964, guru, murid bersama rombongan Gerakan Kepanduan (Gerakan Pramuka) datang ke pantai Kutamara untuk melihat kapal yang karam tersebut. Gerakan Pramuka dibawah pimpinan Bapak Munadi, kemudian menulis pada papan kayu dengan menggunakan cat meni berwarna merah. Di samping papan kayu tersebut ditanam 3 (tiga) macam kelapa, yaitu kelapa hijau, kelapa merah dan kelapa gading (putih kekuning-kuningan). Tulisan tersebut berbunyi : 
Dengan karamnya kapal Minjaya tanggal 12 April 1964
 di pesisir pantai ini,
 maka sejak peristiwa itu kami abadikan kau
di pantai ini dengan nama
"PANTAI MINJAYA"
Kapal Minajaya yang terdampar di pantai Kutamara tidak bisa bertahan lama karena semua isi dan peralatan penting segera diamankan dan langsung diangkat ke Jakarta untuk dikembalikan pada empunya. Sedangkan jasad kapal tersebut oleh masyarakat dibiarkan bahkan sampai lenyapnya pun tidak ada yang bertanggung jawab atasnya. Sampai sekarang pantai Minajaya menjadi tempat yang mengesankan bagi masyarakat.

Sumber: http://baladaka.org/sejarah-wisata/41-sasakala-pantai-minajaya.html
Diberdayakan oleh Blogger.