Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan


Uniknya Desa Cibaraja, Dipenuhi dengan Kolam Ikan, Bukan Persawahan
Salah satu spot di Kampung Cibaraja Desa Selajambe Kecamatan Cisaat
Inisukabumi.com - Sob, ada satu desa di Kabupaten Sukabumi yang waktu pertama saya melihatnya, saya langsung terkagum-kagum dan sedikit aneh. Biasanya kan hamparan tanah terbuka di desa itu dibikin sawah, nah kalau disini itu berbeda, soalnya malah dibikin kolam-kolam ikan.

Itulah Kampung Cibaraja, kampung yang berada di DesaSelajambe Kecamatan Ciaat Kabupaten Sukabumi itu memang dikenal dengan desa penghasil bibit ikan air tawar terbesar di Jawa Barat. Hampir semua penduduk desa ini berprofesi sebagai penghasil ikan air tawar, (Mohon maaf, saya sedikit bingung untuk menyebut mereka sebagai petani atau peternak?). Dalam sehari, jutaan ekor bibit ikan air tawar khusus emas dan nila dibawa ke luar daerah untuk dibudidayakan lebih lanjut oleh petani.

Di pasar ikan Cibaraja perputaran uang dari jual beli bibit mencapai jutaan rupiah per hari. Faktor cuaca mempengaruhi hasil budidaya petani tradisional dan masih tingginya permintaan membuat harga jual bibit ikan naik mulai dari Rp 5.000 hingga 15 ribu per kilogramnnya.

Dengan penduduknya yang hampir keseluruhan mengelola kolam-kolam ikan air tawar, maka Desa Selajambe pun memiliki pasar yang khusus memperjual belikan berbagai macam ikan air tawar, pasat tersebut adalah Pasar Ikan Cibaraja.

Selain ikan konsumsi, Pasar Cibaraja juga menjadi salah satu sentra bibit ikan hias khususnya koi. Bibit koi hasil budidaya petani lokal menjadi salah satu primadona di pasar ikan Cibaraja. Pasalnya ikan koi petani lokal memiliki kualitas yang baik dengan tentunya harga yang relatif murah.

Dikutif dari liputan6.com


Abah Goni, Merubah Karung Goni Menjadi Aneka Barang Seni
Abah Goni ketika di acara Gebyar Asyiiik Sukabumi
Inisukabumi.com - Sukabumi memang lebih terkenal dengan kue mochinya, tetapi ada yang lebih unik nih, yaitu Kerajinan Karung Goni. Penggagas kerajinan tangan daur ulang tersebut adalah Abah Iwan Goni (60) yang sudah menggeluti kerajinan tersebut  hampir sepuluh tahun lalu.

Awalnya dia coba mengutak-atik karung goni, akhirnya berlanjut menjadi hobi, lalu dia coba mengajak orang-orang terdekatnya untuk mengeluti kerajinan ini, dan sekarang omsetnya mencapai Rp15 juta per bulan.

Abah Goni mengaku sering mengikuti kegiatan-kegiatan bazar ataupun yang lainnya, dan kali ini dia diberi kesempatan untuk mengikuti Bazar Asyiiik di kegiatan Gebyar Asyiiik 2015 Sukabumi. Di kegiatan Bazar Asyiiik ini dia mengaku ada yang berbeda, karena dia bisa bertemu dengan para pengrajin lainnya. 
“Saya senang sekali bisa diundang ke acara Gebyar Asyiiik ini karena saya bisa bertemu dengan pengrajin-pengrajin lainnya, yang sebelumnya saya tidak kenal. Sebelumnya, saya dan temanteman dari Komunitas Pengrajin Ukir Tanduk sempat bertemu di Pasar Asyik. Kini, kami bertemu lagi di sini. Saya rasa acara ini sangat positif untuk membuka wawasan dan jaringan antar pengrajin-pengrajin daerah seperti saya”.

Kerajinan Abah Goni mulai dari gelang-gelang yang dijual seharga Rp5000, kalung Rp15.000 hingga rompi dan tas ransel yang dijual hingga Rp 350.000.
Proses pembuatannya sederhana, karung goni bekas dipilih kemudian dibersihkan, setelah itu dicabut benangnya dan diwarnai dengan cat khusus. Setelah itu baru dibuat kerajinan mulai dianyam menjadi gelang hingga dipola membentuk rompi.
Kerajinan karung goni ini sudah dipasarkan hingga keluar Sukabumi.

Gimana? mantap kan sob!
Dengan kreatifitas dan usaha yg cerdas barang-barang yang asalnya terlihat kurang berharga bisa menjadi sesuatu yg penuh harga. Kamu juga kalau punya kemauan yang kuat pasti bisa ko berbisinis seperti ini, kalau bisnis di dunia nyata masih belum berani, coba deh bisnis online yang lebih mudah.


Sukabumi Murals Movement, Mural Sukabumi
Mural HUT Kota Sukabumi yang ke-101
Inisukabumi.com - Sob, di kesempatan kali ini saya mau berbagi informasi tentang salah satu komunitas keren yang ada di Sukabumi, komunitas tersebut adalah komunitas Sukabumi Murals Movement.

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.
Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar. (wikipedia.org)

Sukabumi Murals Movement, Mural tentang sukabumi
penggunaan koas untuk melukis mural
Itu sob definisi mural menurut wikipedia. Jadi mural itu berbeda dengan grafiti ataupun pandalisme jenis yang lain, mural lebih mengedepankan seni yang bermanfaat dan penuh makna, karena setiap mural yang dibuat, pasti mengandung makna yang bisa kita ambil.
Mungkin kalau saya boleh berpekulasi, kata mural itu sendiri agak miripdengan kata moral, jadi di setiap lukisan mural ini pasti terdapat pesan moral. (hehe)

Komunitas Sukabumi Murals Movement ini berdiri sekitar bulan juli tahun 2014, karena awalnya mereka masih berkarya perkelompok kecil masing-masing, nah mulai bulan juli lah akhirnya mereka memutuskan untuk membuat sebuah komunitas mural yang jangkawannya mencakup keseluruhan sukabumi.

Karya pertama dari Komunitas Sukabumi Murals Movement ini yaitu tentang #SaveGaza dengan tema, "Mural Moral For Gaza". Karena waktu itu Gaza lagi bergejolak akibat di bombardir oleh zionis Israel. Pemilihan tema dengan sentuhan seni dan desain yang pas membuat lukisan mural yang ada di tengah kota ini mendapatkan tanggapan positif hampir dari setiap yang melihatnya, karya seni ini pula yang membuat komunitas ini cepat dikenal oleh masyarakat, khususnya di Kota Sukabumi.

Sukabumi Murals Movement, Mural Sukabumi
Mural pertama dari Komunitas Sukabumi Murals Movement
Khusus untuk area di tengah kota, yaitu di dekat Dago Sukabumi, setiap karya yang dibuat pasti disertai dengan tema-tema tertentu. Seperti waktu Gaza dibombardir, selesai kegiatan pilpres, peringatan hari AIDS sedunia, peringatan hari Ibu, peringatan hari korupsi, dan untuk yang sekarang (yang ke-7) mengambil tema HUT Kota Sukabumi yang ke-101.


Mural di Sukabumi
Mural tentang mengawal perpolitikan
Sukabumi Murals Movement, Mural Sukabumi
Mural tentang Hari Ibu

Sukabumi Murals Movement
Mural tentang Peringatan Hari Korupsi 
Dalam perjalanannya, komunitas ini pun sempat bertemu dengan suatu peristiwa yang cukup mengagetkan, dimana ada seseorang atau suatu pihak yang ikut menyertakan karyanya di tembok ini tanpa konfirmasi, dan karya itu dianggap menyerupai atribut ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria). Hal ini sempat menjadi pemberitaan di beberapa media nasional seperti Detik.com dan yang lainnya.

Sukabumi Murals Movement
Penghapusan mural yang dianggap mirip atribut ISIS
Komunitas ini memiliki anggota yang cukup banyak, meski baru berdiri beberapa waktu, tapi anggotanya sudah lebih dari 50 orang, dan mereka berasal dari berbagai kalangan, ada siswa, mahasiswa, karyawan, dan lain sebagainya.
Untuk masuk ke komunitas ini pun sangat mudah, tinggal langsung saja ngomong ke salah satu anggota dari komunitas ini, lalu ikut kumpul kalau ada kegiatan, disana kita bisa langsung berkarya bersama.

Oke sob, itu sedikit informasi tentang Komunitas "Sukabumi Murals movement", semoga bisa bermanfaat untuk kita smua.

Tetaplah berkarya sesuai dengan selera masing-masing..!!



Ini Sukabumi - Sob, di postingan kali ini saya mau berbagi informasi tentang cemilan apa saja yang biasa di suguhkan oleh orang sunda di Sukabumi ketika kedatangan tamu. Meskipun kalau di Sukabumi kota sudah aga jarang si yang menghidangkan camilan ini, tetapi kalau untuk orang yang ada di Kabupaten Sukabumi, mereka masih menyajikan cemilan-cemilan unik ini.

Berikut adalah cemilan-cemilan khas sunda yang ada di Sukabumi:

1. Opak

Opak adalah salah satu cemilan populer di kalangan masyarakat Sunda
Opak adalah salah satu cemilan populer di kalangan masyarakat Sunda via sastrasunda2011.blogspot.com
Kalau sobat ada yang merupakan orang sunda, pasti tahu deh dengan cemilan yang satu ini, karena opak merupakan salah satu cemilan terpopuler khas sunda.
Opak ini ada yang terbuat dari tepung tapioka / singkong, ada juga yang terbuat dari tepung beras, keduanya mempunyai cita rasa dan aroma yang khas, dan sobat yang bukan orang sunda harus coba mincicipinya, karena kalau orang sunda pasti pernah mencicipi cemilan opak ini. (hehe)

Di Sukabumi sendiri ada dua jenis opak, yang pertama adalah opak dengan bentuk tipis seperti di daerah sunda lainnya, dan yang kedua adalah opak dengan jenis tebal yang merupakan oleh-oleh khas Jampang Kulon Sukabumi.
Untuk artikel khusus tentang opak tebal ini, silahkan sobat buka artikel Opak Cemilan Khas Sunda, Asli Jampang Kulon.

2. Ranginang

Ranginang, kakaren orang sunda via ranginangaq112.blogspot.com
Sebagaimana opak, ranginang pun masuk kedalam deretan cemilan khas sunda terpopuler, karena opak ini seakan masih saudara dengan opak. (wkwkwkw.. :D )
Bedanya ranginang dengan opak, adonan ranginang terbuat dari beras ketan yang tidak dihancurkan sehingga tekstur nasinya tetap terasa, sedangkan opak adonannya dihaluskan.
Seperti opak juga, awalnya ranginang adalah salah satu cemilan primadona ketika suasana hari raya atau hajatan untuk memperingati acara tertentu. Seiring dengan meningkatnya popularitas ranginang, cemilan ini pun kini biasa dihadirkan di ruang tamu atau ruang keluarga sebagai teman ngobrol.


3. Kue Cincin (Ali Agrem)

Manis renyahnya Kue Cincin via blog.goindonesia.com
Kalau di lihat dari bentuknya, Kue Cincin ini terlihat seperti donat, dan itu memang donat khas sunda, hehe
Ali agrem adalah salah satu kue tradisional khas Sunda. Dengan bahan utama tepung beras dan gula merah, kue ini memiliki cita rasa yang manis dan legit.
Konon, nama ali agrem ini berasal dari bentuknya yang menyerupai cincin (ali) yang melingkar (agrem). Dulu, kue ini sering hadir saat pesta pernikahan sebagai salah satu suguhan utama. Kini, ali agrem sering disajikan di toples pengisi cemilan di ruang tamu saat merayakan momen tertentu.

4. Kue Kembang Goyang (Seroja)

Kue Kembang Goyang (Seroja)
Kue Kembang Goyang (Seroja)
Bentuknya seperti bunga seroja alias teratai. Rasanya gurih, mengandung tepung beras, tepung terigu, gula putih, dan pala atau daun jeruk untuk menambah aroma harum.

Pembuatan kue seroja ini menggunakan cetakan khusus bergagang panjang yang biasanya terbuat dari alumunium. Adonan dimasukkan ke dalam cetakan, lalu keduanya dimasukkan ke dalam minyak panas sehingga berwarna keemasan. Untuk mengeluarkannya, adonan yang sudah matang tadi digoyangkan agar lepas dari cetakan. Itulah sebabnya beberapa daerah mengenal kue ini sebagai 'kembang goyang'.

Dengan resep tradisional yang turun temurun, kue seroja dulu sering disajikan pada acara hajatan. Kini, kue seroja juga masih sering dihadirkan saat Lebaran untuk suguhan bagi tamu atau menjadi salah satu pilihan oleh-oleh.

5. Tape Ketan

Tape Ketan (Peuyeum Ketan)
Tape Ketan (Peuyeum Ketan)
Seperti ranginang, makanan yang satu ini juga terbuat dari bahan utama beras ketan. Bedanya, beras tersebut difermentasikan dengan ragi sehingga rasanya menjadi manis asam.

Penyajian tape ketan bermacam-macam. Bisa dengan dibungkus daun pisang yang menimbulkan aroma khas, atau hanya dengan dimasukkan ke dalam toples seperti halnya kue kering. Untuk penyajian di ruang tamu biasanya dipilih cara yang kedua.

Tape ketan termasuk makanan basah yang awet karena bisa bertahan sampai seminggu. Semakin lama usia tape ketan, semakin banyak air hasil fermentasi yang keluar dan menambah cita rasa tersendiri. Air manis tersebut aman untuk diminum selama tidak terlalu banyak karena bisa mengakibatkan perut menjadi panas di dalam


Oke sob, itulah beberapa cemilan khas sunda yang biasa di suguhkan di Sukabumi. Sebenarnya masih banyak camilan khas sunda yang lainnya, akan trtapi belum saya masukan kali ini, insya Allah suatu hari nanti saya masukan kembali di artikel selanjutnya. Jadi, tetap pantengin terus blog ini ya.

Inilah Sejarah Mochi Sukabumi yang Perlu Sobat Ketahui
Mochi Kota Sukabumi: Sebuah Sejarah Kuliner Khas Daerah via : http://sejarahribaru.blogspot.com
Ini Sukabumi - Sob, kalau ngomongin tentang oleh-oleh khas Sukabumi, pasti yang pertama terpikirkan adalah mochi. Namun apakah sobat semua tahu asal usul atau sejarah mochi di Sukabumi ini?
Nah, di artikel kali ini saya mau coba berbagi informasi tentang Sejarah Mochi di Sukabumi.

Sejarah Mochi di Sukabumi

Setelah saya coba mencari tahu ke beberapa sumber, ternya ada dua versi tentang asal usul kue mochi ini. Yang pertama, ada yang mengatakan bahwa kue mochi ini dibawa oleh tentara Jepang yang pernah menduduki Indonesia. Pada masa itu, ada orang-orang pribumi yang menjadi juru masak di barak-barak militer Jepang. Barak militer saat itu ada di Sekolah Calon Perwira (SECAPA) yang di masa kolonial di kenal dengan nama politie school, yang terletak di Jalan Bhayangkara. Pada masa Jepang, sekolah digunakan menjadi pertahanan militer utama Jepang di Sukabumi.
Lalu untuk untuk yang kedua, ada juga yang memberi keterangan bahwa makanan ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh warga keturunan Tionghoa yang cukup banyak jumlahnya di Kota Sukabumi. Makanan ini sering disajikan dalam acara-acara pernikahan dan Tahun Baru Imlek.

Sungguh menarik jika menyikapi kedua perbedaan keterangan di atas. Memang sedikit menimbulkan polemik mengenai kapan tepatnya makanan ini masuk ke daerah Sukabumi dan bagaimana proses peralihan keahliannya, sehingga bisa menyebar luas. Karena pada kenyataannya, makanan ini adalah makanan tradisional Jepang dalam upacara yang dikenal dengan mochitsuki, yaitu upacara minum teh dengan Mochi sebagai makanannya. Namun, hal yang menarik kemudian, Mochi Sukabumi merupakan mochi yang berbeda dari mochi Jepang. Dalam mochi Jepang tidak dikenal pembungkus dari bambu untuk Mochi. Selain itu, kacang tanah yang menjadi isinya tidak ditemukan dalam mochi Jepang. Oleh sebab itu, asumsi yang paling mendekati kebenaran, kenyataanya Indonesia pernah di duduki Jepang (1942–1945). Hal ini memungkinkan terjadinya pewarisan keahlian dari bala tentara Jepang kepada penduduk lokal yang bekerja di dapur-dapur militer.

Fakta-fakta lain yang bisa menguatkan asumsi ini adalah adanya interaksi ekonomi antara orang-orang Jepang dan penduduk lokal yang sebetulnya sudah terjadi sebelum Jepang menduduki Indonesia. Sekitar tahun 1930-an, hanya ditemukan toko-toko bahan makanan Jepang yang dikenal dengan sebutan bussando di kota-kota seperti Batavia, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Toko-toko Jepang tersebut menjual berbagai kebutuhan sehari-hari berupa bahan makanan pokok. Di Cianjur, yang letaknya begitu dekat dengan Kota Sukabumi, sekitar tahun 1920-an, di temukan sebuah toko Jepang yang menjual bahan makanan pokok. Nama pemiliknya adalah Togashi Takeomi.

Setelah ditelusuri lebih jauh, dengan memakai metode sejarah lisan, ternyata usaha mochi 'lah yang berasal dari warga keturunan Cina (Tionghoa). Kesaksian ini didapatkan dari Didin Syamsudin, pemilik Mochi Rejeki. Menurut Didin, mengenai hal ini, ia memberi petunjuk bahwa usaha mochi pertama di kota Sukabumi adalah Mochi Garuda. Sejak ia menjadi pedagang asongan pada tahun 70-an, Mochi itu sudah ada, dan merupakan satu-satunya di kota Sukabumi. Letak Mochi Garuda tidak terlalu jauh dari mochi miliknya, yaitu di daerah Kota Paris, Kelurahan Kebonjati, tepatnya di Jalan Otista no. 39.

Mochi Garuda atau Mochi 39: Mochi Pertama Sukabumi

Diantara deretan toko-toko bergaya modern, terlihat sebuah rumah bergaya lama. Arsitekturnya bergaya kolonial, seperti rumah yang khusus ditempati para pejabat pada masa Belanda, dengan kusen jendela yang tinggi, atap melancip, lantai marmer, dan ornamen-ornemen batuan di dindingnya. Memberikan kesan bahwa pemilik rumah itu mempunyai keluarga yang sudah berakar jauh sejak lama. Di atas pintu kayu dan jendela kacanya, terdapat papan yang berfungsi juga sebagai sebuah merk. Di tengah papan tersebut terdapat semacam tulisan Mandarin yang mempunyai arti "Kebahagiaan". Berasal dari bahasa Hokkian (swang-si), di pinggir tulisan tersebut terdapat pula tulisan dari tulisan yang sama, tetapi dengan bentuk yang lebih kecil. Tulisan kecil itu jika dilafalkan berbunyi moo-che. Di rumah inilah, moo-che atau lebih dikenal mochi, diproduksi pertama kali oleh keluarga Gandhi.

Sekitar kurang dari lima puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1964, Almh. Ny. Tan Swat Giok memproduksi mochi secara terbatas. Memasarkannya secara door to door ke rumah-rumah di pusat kota. Ia juga menerima pesanan dari kenalan-kenalan dekat dan kerabat-kerabatnya. Awalnya ia membuat mochi karena keterdesakan ekonomi, tidak lain untuk mencari makan sekeluarga. Menurut Ny. Kokoy Gandi, generasi ketiga pembuat mochi, hal itu juga dikarenakan kondisi perekonomian di Kota Sukabumi saat itu:

 “Nenek membuat mochi dari tahun 1964. Dulu 'kan warga keturunan harus diam di luar kota, usaha susah, ema' dan engkong saya keturunan dari China, mencoba membuat mochi, lalu di jual, buat makan.”

Kota Sukabumi yang mengalami ketegangan akibat iklim politik saat itu memberikan sedikit ruang pada warga keturunan, khususnya dari etnis Tionghoa, baik itu ruang untuk berkegiatan ekonomi maupun bertempat tinggal. Dari beberapa keterangan narasumber, bahwa di Benteng, di Sukaraja, dan yang paling parah di Cisaat, terjadi pengusiran terhadap warga keturunan China. Bahkan, terjadi juga peristiwa pembakaran dan penjarahan. Oleh sebab itu, setelah tujuh tahun membuat dan menjual mochi di Gang Elita, sekitar Jl. A. Yani, pusat Kota Sukabumi, pada tahun 1972 mereka sekeluarga pindah ke lokasi yang sampai sekarang di tinggali, yaitu Jalan Otista no. 39.

Sampai saat ini, mochi ini terkenal dengan nama "Mochi 39". Dipilihnya nama ini adalah bahwa sejak dulu pelanggan lebih familiar dengan nama tersebut. Para pelanggan biasanya menyebut "Mochi Otista 39", juga tak jarang dengan sebutan "Mochi Double Happiness". Nama Double Happiness berasal dari ide yang dicetuskan ayah Ny. Kokoy, tetapi karena dirasa terlalu umum, nama 39 terus yang dipakai. Double Happiness sendiri masih dipakai di depan kemasan mochi, tetapi bukan sebagai merk dagang, melainkan lebih bermakna filosofis. Menurut Ny. Kokoy, artinya adalah kebahagiaan yang ganda.






Ini Sukabumi - Sob, di artikel ini saya mau berbagi informasi kembali, tapi masih tentang objek wisata yang ada di daerah Pelabuhan Ratu, tepatnya di dekat Hotel Cipunaga. Disana ada satu Patung Harimau yang ukuran dan bentuknya itu mirip sekali dengan harimau yang asli.


Dengan penataan yang tepat dan juga desain yang sesuai, menjadikan Patung Harimau ini seolah-olah harimau yang sebenarnya. Kalau sobat berkesempatan untuk berkunjung ke tempat ini, jangan lupa untuk berfoto disini ya. (hehe)


Oke sob, itulah sedikit artikel tentang Patung Harimau yang ada di dekat Hotel Cipunaga Pelabuhan Ratu, semoga ada manfaatnya untuk kita semua. :)
Salam persahabatan..!! :)

Gua Kelelawar Pelabuhan Ratu

Guha Lalay Pelabuhan Ratu
Gua Lalay dilihat dari sebrang danau
Ini Sukabumi - Sob, alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat wisata unik di Kabupaten Sukabumi, tepatnya masih sekitar daerah Pelabuhan Ratu. Tempat tersebut adalah Guha Lalay Pelabuhan Ratu.

Guha Lalay Pelabuhan Ratu
Gua Lalay dilihat dari samping

Guha Lalay Pelabuhan Ratu

Kenapa coba dinamakan Guha Lalay?
Ya, karena di goa ini banyak sekali kelelawarnya. Guha Lalay kan kalo di terjemahkan ke bahasa Indonesia jadi Gua Kelelawar.
Kalo sobat mau berkunjung kesini, saya sarankan datangnya pada musim kemarau sekitar jam 17:00, karena pada jam segitu kelelawarnya mulai pada keluar. Nah lokasi tepatnya itu di Kampung Cipatuguran, desa Citarik, kecamatan Pelabuhan Ratu, kabupaten Sukabumi.

Guha Lalay Pelabuhan Ratu
Gua Lalay dilihat dari depan
Oke sob, itu dulu artikel tentang Gua Lalaynya, semoga bermanfaat. Silahkan saja sobat berkunjung langsung kalau tertarik dengan tempat wisata ini. Tiket masuk nya murah ko, cuman Rp. 3000 per orang.
Owh iya, kalau mau bertanya silahkan di kolom komentar aja ya, hehe

Darmaji..? Dosa Ga Ya..??

Warung Makan Bebek Jontor
Ini Sukabumi - Sob, kali ini saya mau berbagi informasi tentang salah satu tempat kuliner yang ada di Sukabumi, tempat kuliner tersebut adalah  Warung Makan Bebek Jontor.
Diartikel sebelumnya yang berjudul Rasakan Pedas Dahsyatnya Bebek Jontor Sukabumi, saya sudah menjelaskan tentang bagaimana Bebek Jontor itu. Dan untuk artikel kali ini, saya mau menceritakan tetang paket-paket dan juga geratisan yang bisa sobat dapatkan disini.

Hampir semua orang sunda pasti sudah tahu dengan istilah "Darmaji", yaitu kepanjangan dari "Dahar Lima Bayar Hiji".
Di warung makan Bebek Jontor juga ada Paket Darmaji loh, tapi darmajinya bukan seperti darmaji yang tadi, melainkan "Dahar Lima Geratis Hiji". Ya, disini ituh, tiap pesan lima pasti dapat geratisan satu, begitupun seterusnya.. Mantap kan..!!

Warung Makan Bebek Jontor

Selain geratisan DARMAJI tadi, masih banyak geratisan-geratisan yang lainnya loohh..
Ada geratisan bagi yang sedang ulang tahun, Geratisan bagi yang buka puasa sunah senin kamis, dan geratisan-geratisan lainnya.
Bayangin deh sob, udah mah bebek jontornya itu niiikkkmmaatt buanggeettt.. ditambah gratis pula..!! Muuaaannnttaaappp..!!! Ahaha..!! :D :D

Yaudah deh, daripada sobat pada penasaran sambil ngiler, langsung saja datangi tempatnya ya di Jln. Selabintana Km 3, Sukabumi.

Hastag terkait :
#Kuliner #Unik #Kota Sukabumi

"Ti Urang Sunda Kangge Sarerea"


Ini Sukabumi - Sob, dikesempatan kali ini saya mau berbagi informasi tentang salah satu tempat nongkrong atau ngobrol-ngobrol santai yang nyaman dimalam hari, tempat tersebut adalah Bandrek BP.
Bandrek BP ini berlokasi di jalan Ir. H. Juanda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dago Sukabumi, buka setiap hari senin sampai sabtu, yaitu mulai setelah ashar sampai sekitar pukul sebelas malam.

Menyajikan suasana nyaman dengan hidangan yang berbeda dengan tempat nongkrong-nongkrong lainnya. Kenapa disebut berbeda? Soalnya disini itu hidangan utamanya adalah Bandrek, Bajigur dan juga Gorengan. Gimana? Sundanese banget kan..!! Hehe
Tapi yang lainnya juga masih bamyak ko, ada Nasi Goreng, Aneka Juice dan Minuman, Mie, dan kuliner lainnya.


Bandrek BP ini usianya udah tua banget sob, soalnya mulai dibukanya itu tahun 1994, pas banget sama tahun kelahiran saya, hehe
Dan pengelola sekarang ini, yaitu Kang Opi adalah pengelola Ke-7 dari Bandrek BP ini. Maksudnya Bandrek BP ini udah tujuh kali ganti pengelola sob, dahsyat kan. Hehe
Sebagai usaha keluarga yang mempunyai misi untuk terus melestarikan kuliner khas sunda, tentunya mempunyai berbagai macam rintangan dan halangan hingga akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Bandrek BP ini sudah beberapa kali berpindah-pindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.
Nama "BP" yang melekat pada Bandrek BP ini adalah kepanjangan dari "Balai Pengobatan". Ya, Bandrek BP ini asalnya berlokasi didekat balai pengobatan yang ada di Jl. Suryakencana.


Selain dari segi hidangan, yang menambah keunikan tempat ini adalah dispay dari berbagai karikatur hasil karya Kang Opi. Tapi khusus untuk artikelnya, saya tulis diartikel selanjutnya ya, jadi tetep pantengin terus blog ini, hehe

Oleh-Oleh Asli Jampang Kulon, Ya Opak

Oleh-Oleh Asli Jampang Kulon, Ya Opak

Ini Sukabumi - Sob, Alhamdulillah kaki saya ini ternyata sampai juga ke Jampang Kulon, salah satu tempat di Kabupaten Sukabumi yang terkenal dengan cemilan sunda yang begitu khas, cemilan itu adalah Opak.

Opak adalah cemilan sejenis kerupuk yang terbuat dari tepung beras atau juga tepung tapioka yang diberi bumbu garam, gula, dan bumbu penyedap lainnya. Dimasak dengan cara dibakar atau juga digoreng.
Opak Khas Sukabumi
Displey opak di tempat penjualannya
Untuk opak khas jampang kulon sendiri, dimasak dengan cara dibakar diatas bara api, sehingga mengeluarkan harum yang khas dan juga tak berminyak. Kebanyakan opak dari Jampang Kulon ini berbahan dasarkan tepung beras ketan, karena selain lebih renyah, opak ketan ini juga mempunyai rasa gurih tersendiri dibandingkan dengan opak yang berbahan dasarkan tepung tapioka / tepung singkong, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Opak Sampeu.

Oleh-oleh opak, jampang kulon
Pengujung yang nampak sedang membeli opak
Nah, bagi sobat semua yang berkesempatan berkunjung ke Jampang Kulon, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh ini. Harganya pun cukup terjangkau, hanya dengan merogoh kocek Rp.7.000-, sobat sudah bisa membawa pulang sekantung opak ini.
Letak tempat oleh-oleh ini tepat disamping Alun-Alun Jampang Kulon, jadi ga perlu susah nyari tempatnya.

Pencarian Lewat Google :
  • opak enye
  • resep opak enye
  • opak singkong khas sukabumi
  • Opak sukabumi
  • Grosirenyesingkong
  • opak singkong tipis mentah
  • enye enye nur rahmah khas sukabumi
  • enye cikembar
  • enye nur rohmah cikembar sukabumi
  • tempat membeli opak di sukabumu

Yuk Kita Nge-blog Bareng Blogger Sukabumi


Ini Sukabumi - Sob, kali ini saya menulis rtikel tentang dunia saya sendiri, yaitu dunia blogger, dunia yang ikut membawa saya menjadi seprti ini.
Terkesan dari status facebook ataupun kicawan temen-temen di twitter yang sering bergurau ketika malam minggu tiba, banyak dari mereka yang mengidentikan blogger itu dengan status jomblo, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Haha

Status atau kicawan mereka itu kurang lebih seperti ini:
Yang jomblo-jomblo ayo merapat ke ***** kita kopdar bareng Blogger Sukabumi.!! :D
Daripada  BT dirumah ga ada pacar buat mamingan, yuk kita ngopi-ngopi bareng Blogger Sukabumi.!! :D
Blogger Sukabumi udah pada kumpul, ketahuan pada jomblo niihh.. :D
Itulah sedikit gambaran tentang celotehan temen-temen di jejaring sosial tentang Blogger Sukabumi, padahal sebenernya ga seperti itu. Hehe

Kenapa celotehan itu sebernya dianggap cuman iseng?? Ya buktinya banyak juga dari anggota Komunitas Blogger Sukabumi yang udah pada nikah, malahan ada yang ngebawa anak atau juga istrinya datang ketika kumpulan, hehe
Meski saya belum menikah dan ga pacaran, tapi saya juga ga mau tuh disebut jomblo, soalnya saya juga terus berdo'a supaya Allah terus menjaga dia agar nanti bisa dihalalin, do'ain aja ya.. hehe :D

Yaa.. intinya sih gitu sob, jadi blogger sukabumi itu ga boleh disebut jomblo ya.. :D
Mending ayo gabung bareng kami, kita sama-sama belajar ngeblog, semoga aja dari blog ini kita bisa mendapat banyak manfaat.


Hastag terkait:

Pesona Batik Sukabumi

Peragaan busana oleh Mojang Jajaka Sukabumi


Ini Sukabumi - Sob, tanggal 22 Oktober 2014 lalu, Sukabumi digemparkan oleh adanya acara Pesona Batik Sukabumi yang diselegarakan di lantai dasar Supermall. "Acara ini mengusung tema We Love Batik Sukabumi sebagai bentuk pengenalan Batik Sukabumi kepada masyarakat Sukabumi" tutur Irvid Siregar selaku EO dalam acara ini sewaktu diwawancarai oleh sahabat2 saya dari Suara Mahasiswa. Irvid pula menuturkan bahwa acara ini dimeriahkan oleh perlombaan peragaan busana batik khas Sukabumi seperti batik kenari, batik lokatmala, batik melati, dan batik sukabumi, acara ini diikuti oleh designer-designer asli Sukabumi".

Pengunjung semakin kagum karena ada salah satu batik yang dibuat oleh kaum difabel (orang berkekurangan) yaitu busana dari lokatmala. "Busana ini lebih bertemakan remaja" tutur desainer Lokatmala. Sehingga tak aneh jika batik Lokatmala menjuarai perlombaan ini, disusul di peringkat ke dua batik Sukabumi, di peringkat ketiga batik kenari dan untuk batik melati memperoleh juara harapan I. 

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Pak Wali Kota Sukabumi ditemani Kang Andri sedang melihat kain
yang digunakan untuk membatik

Acara ini juga dihadiri oleh bapak Walikota dan bapak Wakil Walikota Sukabumi.

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Tampilan dari Batik Sukabumi

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Wajan dan Canting yang digunakan untuk membatik

Baik Lokatmala Menjuarai Acara Pesona Batik Sukabumi
Inilah dia display Batik Sukabumi

Oke sob, itu dulu yang bisa saya share kali ini, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
Bagi sobat semua yang ingin tahu tentang kejadian terbaru yang ada di Sukabumi, silahkan like halaman yang dikelola oleh teman-teman saya ini --> Suara Mahasiswa

Hastag terkait :
#Kegiatan #Budaya #Unik #Kota Sukabumi

Ini Sukabumi - Sob, artikel ini saya khususkan untuk orang-orang bule, meski bahasanya acak-acakan karena menggunakan google translate, tapi ga apa-apa lah, hehe



Sundanese Culinary, Purple Uduk Rice, used as a culinary icon of Sukabumi City has advantages and peculiarities, and only in Sukabumi. 

"Rice uduk artificial purple martinis this Juwita was already well-known to get out of town and it turns purple uduk rice This is the first in Indonesia and if there is in other areas may be modeled on the idea of Sukabumi," said the mayor of Sukabumi, M. Muraz. 

According Muraz, maketh purple  uduk rice of Purple mamih located at Brawijaya street, District Gunungpuyuh because it has a unique and could be used as a culinary tourism lovers from outside Sukabumi. 

Additionally, Sukabumi will no longer be known as mochi town, but now has other culinary icons like uduk rice purple. In fact, the maker uduk rice purple is not only alone but also green. 

"Another advantage of this uduk rice besides the price is cheap, to make the rice into a purple and green color does not use artificial coloring or chemical substances, but the source of vegetables and fruits and do not use preservatives," he added. 

It is expected that the new culinary icon in Sukabumi can increase revenue or revenue from the culinary sector and to support the program, it currently continues to make improvements in particular means a highway. 

Meanwhile, the owner of the restaurant and cafe mamih Purple, Juwita, said his business had been initiated about five years ago. The idea of ​​making uduk rice purple and green is because they want to have distinctive characteristics as uduk rice just plain natural color or white and yellow.

Source : Antara


Cita Rasa Berbeda Siap Manjakan Lidah Sobat

Ini Sukabumi - Sob, kali ini saya mau kembali berbagi informas tentang kuliner yang ada di Sukabumi, kuliner itu adalah Geco.
Sebelum saya melanjutkan ke pembahasan geco ini, mungkin sobat juga berminat untuk mengetahui kuliner-kuliner apa saja yang ada di Sukabumi. Silahkan saja sobat baca artikel yang telah saya posting sebelumnya :
Baik, saya kembali ke penjelasan tentcng Geco. Geco ini bernama Geco Samsat Ibu Yayat. Kenapa dinamakan demikian? Soalnya tempat jualannya itu berada didekat Samsat Kota Sukabumi, dan nama si Ibu penjualnya adalah Ibu Yayat.


Geco Samsat Ibu Yayat
Tampilan tempat yang sederhana, tetapi geconya membahana
Geco Samsat ini mulai buka dari sekitar jam 08 pagi sampai jam 1 siang, tapi kadang kalo lagi rame jam 12 juga udah habis.
Harga geco samsat ini relatif terjangkau, yaitu hanya Rp.8000-, per porsinya. 
Kalo sobat berkesempatan main atau berkunjung ke tempat ini, apa salahnya kalau mencobanya dulu.
Terus kalau untuk daerah Sukabumi Kota, sobat bisa pesan, karena geco samsat ini menerima pesan antar. Untuk pemesanan, sobat bisa menghubungi nomor 0857 2086 8272.


Geco Samsat, Geco Ibu Yayat
Si ibu lagi nyiapin geco pesanan saya, hehe
Oke sob, itu dulu yang bisa saya share kali ini, semoga ada manfaatnya ya..
Terus jangan bosen-bosen untuk berkunjung ke blog ini, karena masih banyak hal yang mau saya share ke sobat semua. hehe

Hastag terkait:
#Kuliner #Unik #Kota Sukabumi



Ini Sukabumi - Sob, ada hal menarik loh yang pernah saya alami ketika berkunjung ke Situ Gunung, yaitu ketika saya bertemu dengan seekor kera/monyet dipinggir danaunya.

Awalnya sih saya mau berfoto-foto disekitar bendungan yang ada tulisan "SITU GUNUNG"nya, tetapi ketika saya berjalan menuju kesana, eh ternyata saya dicegat oleh seekor monyet yang kelihatannya memang sedang menunggu pengunjung lewat kesana.
Saya dan teman saya pun sempat ragu untuk mendekati monyet itu, soalnya kan itu itu memang monyet liar dan sewaktu-waktu bisa menyerang. Tetapi setelah saya berhenti sejenak sambil mengamati monyet itu, ternyata si monyet malah datang mendekat, dan saya pun sempat berpikiran untuk lari menjauhi monyet tersebut. Tetapi akhirnya saya putuskan untuk memberanikan diri menunggu monyet itu mendekat, sambil menyembunyikan rasa takut, saya pun mengeluarkan biscuit yang saya bawa dari tas, dan melemparkan satu butir biscuit kearah monyet tersebut.
Eh ternyata, si monyet dengan segera mengambil biscuit yang saya lemparkan tadi, lalu dia duduk diatas batu dan mulai memakan biscuit tadi.

Melihat simonyet asyik memakan biscuit pertama tadi, saya pun kembali melempar biscuit-biscuit selanjutnya, dan dia terus memunguti dan memakan biscuit yang saya lemparkan tadi.
Lucunya, kelakuan simonyet itu agak mirip manusia, dia memakan biscuit itu sembari duduk diatas batu kecil, dan biscuit yang dimakan itu tidak langsung satu biji, melainkan membelahnya dulu menjadi dua bagian, lalu memakannya dengan santai.
Saya pun merasa gemes melihat tingkah laku simonyet tersebut, tapi tentunya dengan berusaha untuk tidam membuat monyet tersebut merasa terancam, soalnya kalau dia menyerang kan jadi berabe urusannya, hehe

Setelah beberapa biscuit saya lemparkan ke arah si monyet, saya dan temen saya memutuskan untuk segera pulang, karena hari udah mulai mau sore, dan kami pun harus berjalan cukup jauh untuk mengambil motor yang sebelumnya dititpkan di warung dekat Curug Sawer.

Oke sob, itu dulu sedikit pengalaman saya yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat dan semoga sobat juga bisa mengalami pengalaman seru seperti saya ini, hehe
Jangan bosan-bosan ya untuk berkunjung ke blog ini, karena insyaAllah saya akan terus meng-update infor-informasi menarik seputar Sukabumi.

Ini Sukabumi - Sob, saya kembali mendapat informasi tentang satu lagi kerajinan tangan yang merupakan karya asli dari orang Sukabumi, tepatnya di kampung Cipetir Girang, RW 05 Desa Sukamaju Kec. Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Dan nama seniman tersebut adalah Kang Yudi.

Nah, kerajninan tangan yang berupa lukisan, ukiran, pajangan dinding, dan yang lainnya ini dijual untuk umum. 
Untuk lukisan tangannya diberi harga sekitar Rp.250.000. Tentunya harga disesuakan dengan ukuran kanvas dan juga kerumitannya. Untuk ukuran kanvas, biasanya ada yang 50 cm X 50cm, ada juga yang 1 M X 1 M. 
Sedangkan untuk kerajnan tangannya diberi harga tidak lebih dari Rp.70.000-,
Harga tersebut bukanlah harga tetap karena sobat semua masih bisa nego.

Untuk pemesanan dan nformasi lebih lanjut, bisa menghubungi langsung  KangYudi di nomor 0896 9175 4801
Menerima juga panggilan untuk melukis dingding dll nya....

Untuk contoh lukisan dan kerajinannya, bisa dilihat dibawah ini:
























Diberdayakan oleh Blogger.