Inisukabumi.com - Sahabatku, sebagai salah satu bagian dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), saya (Ruswan) sangat bersyukur karena kampus tempat saya berkerja kini telah mendapatkan akreditasi B. Saya sendiri di Kampus UMMI bekerja sebagai seorang programmer, dan sampai saya menuliskan artikel ini saya masih menjadi single programmer alias programmer yang hanya seorang diri. (sedikit curhat)

Laboratorium dan Mesjid Kampus UMMI
Saya mulai menginjakan kaki di kampus UMMI pada tahun 2012, karena ditahun tersebut saya mulai mendaftar untuk menjadi mahasiswa UMMI. Di tahun 2016 tepatnya ketika saya kuliah semester tujuh, saya diangkat menjadi pegawai UMMI, dan sekarang saya sudah dua tahun bekerja disana. Bukan waktu yang sebentar proses yang saya lalui hingga menjadi seperti sekarang ini, berbagai pengalaman dan hal-hal baru saya dapatkan di kampus ini, bahkan ketemu dengan istri sayapun di kampus ini. hehe

Ketika pertama saya bekerja disana, saya masih belum tahu harus bagaimana, karena ilmu dan pengalaman yang saya punya masih sangat minim. Siang dan malam akhirnya lebih saya gunakan untuk belajar dan belajar, dan semua itu alhamdulillah mendapatkan hasilnya. Sistem utama yaitu siak.ummi.ac.id yang kala itu masih dikelola oleh pembuatnya (TIM IT Universitas Pendidikan Indonesia) telah bisa diambil alih dan dikelola sepenuhnya oleh bagian saya, website utama yaitu ummi.ac.id telah di desain ulang, website Perpustakaan, beberapa Fakultas dan juga Program Studi juga diperbaiki, website beberapa lembaga dan UPT juga diperbaharui, dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik.

Mungkin yang saya kerjakan itu hanyalah sedikit kalau dibandingan dengan kerjaan bagian-bagian lainnya, namun meskipun demikian saya sangat bersyukur menjadi bagian dari kampus ini, kampus yang telah membantu merubah kehidupan ssaya menjadi lebih baik lagi.

Pada 13 sampai 15 September lalu Tim BAN-PT melakukan visitasi dan asesmen pada Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Tim asesor yang datang pada saat itu berjumlah 3 orang, yakni Prof. Dr. Ir. Jamasri., Prof. Dr. R. Benny Riyanto, S.H., C.N., M.Hum., dan Dr. As’aril Muhajir, M.Ag. Hadir pada saat visitasi dan asesmen tersebut seluruh dosen, dan tenaga kependidikan pejabat struktural UMMI.

Diantara perguruan tinggi muhammadiyah, UMMI tergolong kedalam perguruan tinggi yang masih muda yang menginjak 14 tahun dalam penyelenggaraannya, namun demikian tim asesor BAN-PT memberikan apresiasi dan pujian kepada UMMI yang sudah memiliki sistem dan melaksanakan tata kelola dan manajemen universitas yang baik, serta banyaknya pencapaian prestasi yang diraih oleh mahasiswa maupun institusi. 

Penyelenggaaan yang baik tersebut dibuktikan dengan diberikannya Akreditasi UMMI oleh BAN-PT dengan nilai B (Baik Sekali) dengan no. SK : 3600/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2017. Akreditasi merupakan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi memberikan gambaran pada masyarakat dalam memilih institusi pendidikan yang berkualitas. (ummi.ac.id)


Daftar Akreditasi Program Studi 

di Universitas Muhammadiyah Sukabumi




Cek online : https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi


Iilah view Curug Banteng, Photo via kodesjabar.com
Inisukabumi.com - Sebagai kabupaten dengan wilayah terluas se-Jawa dan Bali, Kabupaten Sukabumi memang memiliki obejek wisata yang teramat banyak. Hampir di semua wilayahnya terdapat potensi wisata yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu dari sekian banyak objek wisata tersebut adalah Curug Banteng, curug ini terletak di Kampung Cipanengkas, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

Curug Banteng on Google Maps



Berdasarkan informasi yang dimuat di halaman facebook Wisata Alam Sukabumi yang ditulis oleh Kang Asep Hidayat, tinggi curug ini sekitar 8 mteran dan lebarnya sekitar 80 meteran. Beberapa batuan sebagian mirip bentuk hewan dan ditambah lobang2 kecil buat kita berendam sambil enjoy. Kalo musim kemarau Curug Banteng lumayan Jernih jadi asyik buat berenang bersama teman-teman.

Beberapa Spot sedang dikembangkan menjadi alternatif wisata yg lainnya salah satunya Taman Selfie ( menara Pandang), jadi sahabatbisa berselfie ria sambil memandang Curug Banteng dan spot yg lainya seperti di hulu sungainya sangat cocok dibuat rakit-rakitan dan tebing-tebing yang menjulang tinggi buat Kegiatan Panjat Tebing. CURUG BANTENG dikelola oleh pemuda setempat yg tergabung dalam wadah kelompok Penggerak Pariwisata ( KOMPEPAR ) Desa Bojongsari. 

Akses menuju curug Banteng sudah mulus beraspal sebgian masih bebatuan. Dari rest Area sahabat tinggal jalan kaki sejauh 500 meteran lewatin sawah-sawah yangg indah dan adem, pokonya sangat cocok banget bagi yangg suka tracking dan menyukai Tantangan. dari Jalan nasional sekitar 6 Km. 

Rute dari Bogor - Cicurug - Cikembang - Yonif 310 - cibatu - Jampangtengah - lengkong- waluran - Jampangkulon - Pasar Cinagen. dari pasar Cinagen ambil kiri ke arah Desa Bojongsari dari sana anda cukup tanya saja lokasi Curug Banteng..  

Sumber:

Puncak Heas Sukabumi

Di dekat Curug Banteng ini juga terdapat spot wisata alam yang akan memanjakan mata sahabat semua, spot wisata tersebut adalah Puncak Heas Sukabumi. Dengan lokasi yang berada dalam satu desa yaitu Desa Bojongsari, sahabat bisa mengunjunginya  dalam hari yang bersamaan. Biar lebih jelasnya silahkan sahabat baca langsung di artikel Puncak Heas Sukabumi, Wisata Baru di Sukabumi yang Patut Kamu Kunjungi.


Keyword:
curug banteng sukabumi, curug banteng sukabumi jawa barat, curug banteng jampang kulon, curug banteng jampang, curug banteng jampang kulon sukabumi, 

Inisukabumi.com - Sahabatku, setelah Sukabumi diramaikan dengan berbagai wisata alam bernuansa bebukitan seperti Puncak Tugu, Puncak Pilar, Puncak Darma dan Puncak Angin, kini warganet sukabumi juga dihebohkan dengan dibukanya wisata alam baru yang bernama Puncak Heas Sukabumi. Beberapa pegiat wisata Sukabumi seperti kang Imex Putra dan kang Hidayat Asep memposting foto-foto keindahan Puncak Heas di akun facebook mereka.

Perahu di Puncak Heas Sukabumi, photo via facebook Hidayat Asep

Lokasi Puncak Heas Sukabumi

Puncak Heas Sukabumi ini terleta di Kp. Cihaur Desa Bojongsari Kec. Jampangkulon Kab. Sukabumi. Lokasinya cukup berdekatan dengan Curug banteng karena rutenya hampir sama, namun untuk menuju Puncak Heas ini sebelum ke Curug Banteng ada jalan menuju Cihaur. Dari alun-alun Jampang kulon, sekitar empat Kilometer arah ke Pasar Cinagen, dari arah Kiara Dua, belok kiri dan sebaliknya arah dari Surade, belok kanan, masuk jalur ke arah Desa Bojongsari, setelah lewat kantor desa, ada perempatan ambil kiri, lurus, lalu ambil kanan, ada mesjid, sekitar dua Km ke lokasi.

Puncak Heas di Google Maps



Kalau masih bingung, setelah sahabat nyampe di Desa Bojongsari tinggal tanya saja ke warga setempat, semuanya pasti tau kok, soalnya Puncak Heas dan Curug Banteng ini jadi icon dari Desa Bojongsari, dan hebatnya, Pak Kades Bojongsari sepenuhnya mendukung keberadaan kedua tempat wisata ini. Jadi kalau sahabat berkunjung ke Desa Bojongsari, sahabat akan mendapatkan dua wisata, selain menikmati air terjun, sahabat juga bisa melihat panorama alam yang begitu indah.

Bahtera diatas pegunungan, photo via facebook Imex Putra
Kalau kamu hendak kesini, jangan lupa kosongkan memory HP dan penuhkan batrenya, karena keindahan dari Puncak Heas ini akan membatmu banyak mengambil photo, hehe.

Cocok nih buat berselfie, photo via facebook Imex Putra

Prkiran dan gerbang masuk Puncak Heas, photo via facebook Imex Putra

Okesob, itu sedikit tulisan saya tentang Puncak Heas Sukabumi, karena saya belum sempat datang langsung, jadi baru itu yang bisa saya share ke sahabat semunya. Kalau sahabat hendak ke Puncak Heas ini, jangan sampai buang sampah sembarangan ya..


Sumber dan Referensi:

Keyword :
Puncak Heas, Puncak Heas Sukabumi, Wisata Alam Puncak Heas, Wisata Alam Bojongsari, Jampang Kulon, Wisata Alam Jampang Kulon

Inisukabumi.com - Beberapa waktu yang lalu sempat rame di media sosial tentang berbagai kreasi penyajian bakso di berbagai tempat di Indonesia, salah satu dari penyajian tersebut adalah bakso yang berisi bakso alias Bakso Beranak. Uniknya bakso beranak ini dengan cepat menjalar hampir ke seluruh daerah, tak ketinggalan juga dengan Sukabumi. 

Bakso Kang Adeng, Salah Satu Bakso Beranak di Sukabumi
Bakso Beranak Kang Adeng Ukuran Sedang
Di Sukabumi terdapat beberapa warung bakso yang menyajikan bakso beranak, salah satunya adalah Bakso Kang Adeng Soekabumi. Tempat bakso ini berlokasi di Jl. Nanggerang, Lembursitu, Sukabumi, Jawa Barat 43169. Kalau kamu masih bingung lokasinya, gunakan saja Google Maps, ini petanya:



Daftar Harga Bakso Kang Adeng (tahun 2017)
Daftar harga yang ditawarkan di Bakso Kang Adeng Soekabumi ini cukup berfariasi, mulai dari Rp.15.000,-, Rp. 25.000,-, dan Rp. 100.000,-. Saya sendiri waktu itu nyobain yang Rp.25.000,- dan rasanya cokok di lidah saya. Hehe.

Sedikit catatan dari saya berhubung ini bukanlah konten sponsor, di tempat Bakso ini ada sedikit yang mengganggu sih kalau menurut saya, yaitu ada cukup banyak lalat yang berkeliaran. Hehe.

Oke deh, mungkin itulan sedikit informasi tentang Bakso Kang Adeng, Salah Satu Bakso Beranak di Sukabumi, semoga informasi ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Tetap semangat dan teruslah berkarya sesuai dengan selera masing-masing.!


Keyword :
Bakso Kang Adeng, Bakso Kang Adeng Soekabumi, Baso Beranak, Bakso Beranak Sukabumi, Bakso Beranak Sukabumi


Inisukabumi.com - Sahabatku, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Geopark Ciletuh Pelabuhanratu, Geopark yang kini menjadi primadona di Jawa Barat ini memang menyajikan keragaman yang sangat luar biasa, baik dari segi keragaman geologi, keragaman hayati dan juga keragaman budaya.

Di artikel ini saya akan sedikit berbagi informasi tentang salah satu keragaman geologi yaitu tentang beberapa pulau kecil yang berada dikawasan Geopark Ciletuh. Berikut adalah empat pulau kecil yang berada di Geopark Ciletuh Pelabuhanratu:

1. Pulau Karang Daeu

Pulau Karang Daeu, FOTO: RON AGUSTA
Pulau Karang Daeu, terletak di pantai Cikalapa, desa Girimukti. Pulau ini berbentuk unik seperti kelinci merunduk atau anjing pudel berbaring. Pulau ini dapat di akses dengan perahu sekitar 5 menit dari pantai Palangpang, dan pada saat surut, pulau ini dapat di akses berjalan kaki dari pantai Cikalapa. Secara geologi, terdiri atas batuan sedimen Formasi Ciletuh yang memiliki struktur sedimen sekuen Bouma.

2. Pulau Manuk

Pulau Manuk FOTO: MEGA FATIMA ROSANA
Pulau bebatuan di desa Mandrajaya ini dapat di capai sekitar 1 menit dari pulau Mandra. Pulau dengan luas kurang dari 200 m2 sering di penuhi oleh burung camar.


3. Pulau Kunti

Pulau Kunti FOTO: RON AGUSTA
Berada di ujung barat Gunung Badak desa Mandrajaya, pulau Kunti dapat ditempuh berjalan kaki kira-kira 25 menit dari pantai Cikadal, atau dengan perahu selama 10 menit dari muara Ciletuh.


4. Pulau Mandra

P Mandra FOTO: RON AGUSTA
Pulau dengan luas kurang dari 1 km2 ini terletak di desa Mandrajaya. Akses menuju pulau sekitar 3 menit dengan perahu dari muara Sungai Ciletuh. Pulau ini populer sebagai tempat memancing bagi penduduk lokal.


Sumber : 

Keyword : 
Geopark Ciletuh, Kab Sukabumi, Wisata, Pulau Karang Daeu, Pulau Manuk. Pulau Kunti, Pulau Mandra, Pulau Kecil Geopark Ciletuh


Curug Bibijilan

Inisukabumi.com - Sahabatku, di artikel kali ini saya akan sedikit berbagi informasi tentang salah satu keunikan yang ada di Curug Bibijilan Sukabumi. Keunikan tersebut berupa adanya Pompa Air Tanpa Listrik atau dikenal juga dengan nama pompa air hidrolik.

Pompa air tanpa listrik di Curug Bibijilan Sukabumi
Pompa air tanpa listrik di Curug Bibijilan Sukabumi
Pompa air hidrolik ini tepat berada dipinggir Curug Bibijilan, letaknya yang berdekatan dengan jalan dipinggir yang digunakan untuk lalulalang orang yang turun naik ke curug membuat pompa ini dijadikan salah satu spot untuk berselfie ria.

Pompa air tanpa listrik di Curug Bibijilan Sukabumi
Dua buah pompa hidrolik yang masih berfungsi dengan baik
Pompa hidrolik ini berjumlah dua buah dan keduanya masih befungsi dengan baik hingga artikel ini dipublikasi. Pompa ini sepenuhnya menggunakan tenaga air untuk menaikan air lainnya, dengan tinggi air yang turun sekitar 20 meter bisa mendorong air lainnya hingga lebih dari 70 meter keatas.

Pompa hidrolik ketika dilihat dari atas Curug Bibijilan
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah video tentang pompa air tanpa listrik yang berada di Curug Bibijilan Sukabumi.



Curug Bibijilan on Google Maps




Keyword : 
Curug Bibijilan, Curug Bibijilan Sukabumi, Curug Sukabumi, Air Terjun Sukabumi, Wisata Air Terjun Sukabumi, Air Terjun Bibijilan


Diberdayakan oleh Blogger.